
DOYANDUIT – Dilansir dari deskripsi resmi di Google Play, IQuotes – Trading & Investing merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh I&Q Financial LLC untuk menyajikan lebih dari 30 aset trading seperti saham, emas, forex, indeks, dan kripto.
Versi terbaru (3.2.4) dirilis pada 27 Juni 2025. Aplikasi ini menonjolkan biaya rendah, leverage tinggi, akun demo gratis dengan 1.000 poin, serta layanan pelanggan 24/7.
Fitur lainnya termasuk:
- Chart real-time dan alat analisis,
- Sistem keamanan dengan dana pengguna dipisahkan dari akun perusahaan,
- Deposit dan penarikan melalui e-wallet dan kartu bank yang disebut “pihak ketiga berlisensi”.
Legalitas: Tanpa Pengawasan OJK maupun Bappebti
Setelah menelusuri, IQuotes tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak berada di bawah pengawasan Bappebti.
Hal ini menjadi sorotan utama karena sejumlah aplikasi trading sejenis mewajibkan izin resmi. Channel YouTube Yulaikah Ote menyarankan pengguna untuk berhati-hati menggunakan aplikasi tak berizin.
“Kalau tidak diawasi oleh Bappebti dan OJK, otomatis aplikasi ini bisa saja bodong dan merugikan banyak orang,” katanya.
Legalitas adalah kunci perlindungan konsumen. Aplikasi resmi biasanya menampilkan nomor izin, transparansi biaya, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Semua itu tidak terlihat pada IQuotes.
Indikasi Risiko dan Kejanggalan Penggunaan
Beberapa ulasan pengguna menyampaikan pengalaman negatif mengenai kinerja aplikasi:
- Keluhan mengenai lag parah dan sistem transaksi sering macet.
- Aktivitas beli dan jual harga tidak sinkron: grafik turun saat beli dan naik saat jual.
- Indikasi auto cut loss yang menimbulkan kerugian mendadak.
Komentar seperti:
“Ini bukan trading, tapi judi berkedok trading.”
“Yang kasih bintang 5 cuma akun ternakannya.”
merupakan indikasi kuat bahwa sistem mungkin diatur sedemikian rupa agar pengguna sering merugi.
Tidak adanya dokumentasi atau transparansi pengelolaan dana investasi juga memicu kekhawatiran sebagai platform dengan risiko tinggi.
Skema Profit: Terlalu Tinggi dan Tidak Masuk Akal?
IQuotes mempromosikan produk investasi USDT dengan imbal hasil harian 6%, mingguan 10%, hingga bulanan 15%.
Namun, tanpa penjelasan mekanisme yang jelas atau otoritas legal, angka tersebut mencurigakan karena jauh melebihi manfaat investasi normal.
Menurut ciri investasi bodong, tawaran imbal hasil tinggi secara konsisten dan jangka pendek termasuk tanda bahaya.
Sebagai perbandingan, investasi legal yang diawasi biasanya menawarkan imbal hasil jangka panjang sekitar 15–20% per tahun.

Bandingan dengan Aplikasi yang Diawasi OJK/Bappebti
Di Indonesia, banyak aplikasi trading dan investasi yang legal dan diawasi resmi, termasuk oleh OJK maupun Bappebti. Beberapa contohnya adalah:
- Aplikasi saham terdaftar OJK: IPOT (Indo Premier), Ajaib, Stockbit, Bibit..
- Aplikasi trading berjangka yang diawasi Bappebti: MIFX Mobile, Pintu, Indodax, MetaTrader 5, SPOT Sucor Sekuritas.
Platform-platform tersebut umumnya transparan mengenai izin, harga, biaya, dan prosedur keamanan dana. Banyak yang menyediakan akun demo, edukasi, dan fitur untuk meminimalkan risiko dalam trading.
Harus Waspada dan Pilih Platform Terpercaya
IQuotes menghadirkan antarmuka yang menarik dan akses demo bagi pemula. Namun, kurangnya legalitas OJK dan Bappebti, dikombinasikan dengan banyaknya keluhan teknis serta tawaran keuntungan yang terlalu tinggi, menandakan risiko tinggi.
Jika Anda serius ingin trading atau berinvestasi:
- Prioritaskan aplikasi yang terdaftar di OJK atau diawasi oleh Bappebti.
- Lewati aplikasi yang menawarkan imbal hasil tidak masuk akal tanpa transparansi.
- Utamakan keamanan dan legalitas sebagai basis keputusan investasi.