
DOYANDUIT – Setting pengawas ruang dalam pelaksanaan TKA 2026 menjadi salah satu tahapan krusial yang tidak boleh terlewat.
Pada tahap ini, proktor bertanggung jawab memastikan data pengawas sudah lengkap, valid, dan siap digunakan dalam sistem pengawasan berbasis digital.
Berdasarkan praktik terbaru tahun 2026, sistem pengawasan TKA sudah terintegrasi dengan konferensi daring menggunakan Zoom Event. Artinya, pengawas tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga wajib mampu menggunakan perangkat digital.
Hal ini menjadi perubahan penting dibanding sistem sebelumnya yang masih konvensional.
Persiapan Sebelum Masuk Menu Manajemen Pengawasan
Sebelum melakukan setting pengawas, ada beberapa hal yang wajib dipastikan oleh proktor:
1. Checklist Kelengkapan Data Sudah Hijau
Pastikan semua data di dashboard sudah lengkap dan tervalidasi.
2. Data Calon Pengawas Sudah Diinput
Input data pengawas dilakukan melalui menu:
- Administrasi Tes
- Pilih Calon Pengawas
Batas penginputan biasanya memiliki deadline tertentu. Berdasarkan data terbaru, pengisian masih dibuka hingga akhir Maret 2026.
3. Kriteria Calon Pengawas
Tidak semua guru bisa langsung dijadikan pengawas. Ada beberapa syarat penting:
- Mampu menggunakan Zoom (via HP)
- Memiliki email aktif
- Nomor HP terhubung WhatsApp
- Data identitas lengkap (NIP/NUPTK jika ada)
Cara Input Data Calon Pengawas TKA 2026
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:
Langkah 1: Tambah Data Pengawas
Klik tombol Tambah pada menu calon pengawas.
Langkah 2: Isi Identitas
Lengkapi data berikut:
- NUPTK (opsional)
- NIP/NEK
- Nama lengkap
- Email aktif
- Nomor WhatsApp
Langkah 3: Pilih Mata Pelajaran
Sesuaikan dengan mapel yang diampu.
Jika tidak tersedia:
- Pilih opsi “Lainnya”
Langkah 4: Upload Foto
Pastikan:
- Foto jelas
- Wajah terlihat
- Format sesuai ketentuan sistem
Langkah 5: Simpan Data
Setelah semua lengkap, klik Simpan.
Setiap pengawas nantinya akan mendapatkan kode unik dari sistem.
Cara Setting Manajemen Pengawasan TKA 2026
Setelah data pengawas selesai, langkah berikutnya adalah mengatur manajemen pengawasan.
Menentukan Sekolah Terdekat
Sistem meminta proktor untuk merekomendasikan sekolah terdekat sebagai mitra pengawasan.
Langkahnya:
- Masuk ke menu Manajemen Pengawasan
- Pilih jenjang sekolah (misalnya SMP/MTs)
- Cari sekolah terdekat dalam satu kabupaten
- Klik dan simpan pilihan
Tips Penting Pemilihan Sekolah:
- Utamakan sekolah dengan jenjang yang sama
- Pilih lokasi paling dekat secara geografis
- Hindari lintas instansi tanpa koordinasi
Kondisi Khusus: Jika Tidak Ada Sekolah Terdekat
Dalam beberapa kasus, sekolah berada di lokasi terpencil.
Contohnya:
- Tidak ada sekolah lain di wilayah tersebut
- Akses sulit (harus menyeberang atau jarak sangat jauh)
Jika ini terjadi:
Solusi yang Bisa Dilakukan
- Gunakan pengawas dari sekolah sendiri
- WAJIB melaporkan ke dinas kabupaten/kota
Hal ini penting karena sistem pengawas akan digenerate berdasarkan rekomendasi sekolah.
Tanpa laporan resmi, data bisa dianggap tidak valid.
Output dan Verifikasi Data Pengawasan
Setelah semua selesai:
- Sistem akan menampilkan data sekolah rekomendasi
- Proktor bisa mengunduh data tersebut
Fitur ini memudahkan verifikasi dan dokumentasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi (dan Cara Menghindarinya)
Berdasarkan pengalaman banyak proktor, ada beberapa kesalahan umum:
❌ Tidak Input Data Pengawas
Solusi: Pastikan input sebelum deadline
❌ Email dan Nomor Tidak Aktif
Solusi: Gunakan data yang benar-benar aktif
❌ Salah Pilih Sekolah Terdekat
Solusi: Gunakan maps di sistem untuk cek lokasi
❌ Tidak Koordinasi Antar Sekolah
Solusi: Lakukan komunikasi sejak awal
Tips Praktis agar Proses Lebih Lancar
Agar setting pengawas berjalan tanpa hambatan:
- Siapkan data pengawas sejak awal
- Gunakan grup WhatsApp untuk koordinasi
- Simpan backup data
- Cek ulang sebelum klik simpan
Setting pengawas ruang TKA 2026 bukan sekadar input data, tetapi bagian penting dari sistem pengawasan berbasis digital yang lebih modern.
Dengan memastikan data valid, memilih sekolah terdekat secara tepat, dan melakukan koordinasi yang baik, proktor bisa menghindari banyak kendala teknis.
Di akhir proses, pastikan semua data sudah tersimpan dan terverifikasi di sistem.