
DOYANDUIT- Kementerian Sosial (Kemensos) mengaktifkan kembali ribuan nama yang sebelumnya diblokir karena terlibat judi online.
Berdasarkan data lapangan 2025, lebih dari 7.200 penerima bansos yang sebelumnya terkena sanksi kini kembali dimasukkan ke daftar penerima manfaat setelah melalui ground check menyeluruh.
Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), keputusan membuka blokir bukan langkah spontan, tetapi hasil verifikasi bahwa keluarga tersebut masih masuk dalam kategori sangat membutuhkan.
“Ya karena mereka benar-benar butuh,” ujar Gus Ipul menegaskan dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, Kemensos menggandeng PPATK untuk memantau ulang transaksi penerima bansos selama enam bulan. Jika dana bantuan kembali digunakan untuk judi online, blokir dapat diberlakukan lagi.
Kebijakan Pengaktifan Ulang Bansos bagi Pelaku Judi Online
Alasan Kemensos Membuka Blokir 7.200 Penerima Bansos
Secara administratif, ribuan penerima bansos sempat diblokir karena teridentifikasi menggunakan dana bantuan untuk aktivitas judi online.
Dalam ground check yang dilakukan petugas lapangan, sebagian besar keluarga tersebut memang masuk dalam kategori miskin ekstrem dan sangat bergantung pada bantuan hidup.
Gus Ipul menyebut pengaktifan ulang ini sebagai kesempatan kedua.
“Ini kesempatan kedua yang bisa jadi kesempatan terakhir untuk keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Kebijakan ini juga memperhatikan masukan dari pemerintah daerah dan laporan langsung perangkat desa mengenai kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.
PPATK Memantau Transaksi Selama 6 Bulan
Dalam pernyataannya, Gus Ipul menambahkan bahwa pengawasan dilakukan bersama PPATK untuk mencegah penyalahgunaan berulang.
“Setelah itu kami akan cek lagi dengan PPATK dalam enam bulan ke depan apakah mereka masih main judol atau tidak.”
Jika aktivitas perjudian masih ditemukan, Kemensos membuka opsi:
- Blokir total bantuan
- Penghapusan permanen dari DTKS
- Atau kebijakan lanjutan yang menyesuaikan hasil evaluasi
Menurut PPATK, transaksi judi online hingga Oktober 2025 mencapai Rp155 triliun, turun 56 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp359 triliun. Angka tersebut menunjukkan upaya pengetatan sistem keuangan sudah mulai memberi hasil.
Cara Cek Nama Penerima Bansos Kemensos 2025
Cara cek penerima bansos kini bisa dilakukan secara online maupun offline. Website dan aplikasi resmi Kemensos mempermudah masyarakat memastikan status bantuan tanpa harus datang ke kantor desa.
Cara Cek Bansos Melalui Website Cekbansos.kemensos.go.id
Berikut langkah lengkap untuk mengecek data penerima bansos secara online:
- Buka situs resmi Cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah penerima manfaat:
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
- Kecamatan
- Desa/Kelurahan
- Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP.
- Ketik ulang kode captcha.
- Klik “Cari Data”.
- Tunggu hasil pencarian apakah namamu tercantum sebagai penerima bansos aktif.
Website ini menampilkan daftar penerima PKH, BPNT, dan Bansos Sosial Tunai. Jika kamu sedang mempelajari bantuan lainnya, kamu bisa membaca artikel terkait tentang mekanisme pemutakhiran DTKS.
Cara Cek Bansos Melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Aplikasi ini lebih praktis untuk pengguna smartphone. Langkahnya:
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” resmi dari Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi dan lakukan registrasi akun baru dengan data KTP.
- Isi data wilayah dan nama lengkap penerima manfaat.
- Klik “Cari Data”.
- Aplikasi akan menampilkan status bantuan yang sedang berjalan.
Aplikasi ini menjadi kanal verifikasi paling akurat karena terhubung langsung dengan server DTKS.
Cara Cek Status Bansos Secara Offline
Jika akses internetmu terbatas, pengecekan tetap bisa dilakukan langsung ke perangkat desa. Caranya:
- Datang ke kantor Desa atau Kelurahan.
- Bawa dokumen KTP dan KK.
- Tanyakan kepada petugas terkait status penerima manfaat.
- Petugas akan mencocokkan namamu dengan daftar keluarga penerima manfaat yang sedang aktif.
Cara ini juga bermanfaat jika kamu ingin melakukan koreksi data atau bertanya mengenai pembaruan DTKS. Ketahui juga seputar alasan data bansos bisa terhapus atau tidak muncul.

Ringkasan Data Judi Online dan Dampaknya pada Kebijakan Bansos
Untuk memperjelas konteks kebijakan pengaktifan ulang bansos, berikut ringkasan data penting:
| Tahun | Total Transaksi Judi Online | Keterangan |
|---|---|---|
| 2024 | Rp359 triliun | Data lengkap 12 bulan |
| 2025 (hingga Oktober) | Rp155 triliun | Turun 56% setelah pengetatan PPATK |
Penurunan transaksi menjadi salah satu indikator bahwa upaya pemerintah, mulai dari pembekuan rekening hingga kerja sama lintas lembaga, mulai memberi pengaruh signifikan.
Verifikasi Bansos yang Lebih Transparan dan Aplikatif
Cara cek penerima bansos di Kemensos kini jauh lebih mudah melalui website dan aplikasi resmi.
Di tengah kebijakan terbaru terkait penerima bansos yang pernah terlibat judi online, Kemensos menegaskan bahwa bantuan tetap diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan, namun tetap dengan pengawasan ketat.
Dengan memahami cara cek bansos dan regulasi terbaru ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas terkait akses layanan sosial dan memperbarui data keluargamu jika diperlukan.