
DOYANDUIT – Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 14-18 September 2026 berlangsung kontras. Saat IHSG melemah 1,53 persen ke level 6.441, saham Satria Antaran Prima (SAPX) terperosok 39,41 persen, sedangkan Semacom Integrated (SEMA) justru melonjak 80,82 persen.
Data statistik BEI yang diperbarui hingga Sabtu (19/9/2026) menunjukkan tekanan jual dan penguatan tajam terjadi pada sejumlah saham dari berbagai sektor.
Investor yang memantau perdagangan pekan ini pun menghadapi pergerakan yang cukup lebar. Ada saham yang kehilangan hampir 40 persen nilainya hanya dalam lima hari perdagangan, tetapi ada pula yang mencatat kenaikan lebih dari 80 persen.
SAPX Jadi Saham dengan Penurunan Terbesar
PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menjadi penghuni posisi teratas dalam daftar top losers BEI pekan ini.
Harga SAPX turun dari Rp505 menjadi Rp306 per saham. Dengan demikian, saham tersebut kehilangan 39,41 persen dalam periode perdagangan 14-18 September.
Penurunan SAPX menjadi yang paling dalam di antara 10 saham dengan pelemahan terbesar yang dicatat BEI pada pekan tersebut.
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) berada di urutan berikutnya dengan penurunan 26,77 persen. Harga saham TCPI berakhir di Rp1.450 per saham.
Tekanan juga terjadi pada sejumlah saham lain, termasuk Fortune Indonesia (FORU) yang turun 19,09 persen menjadi Rp3.010 dan Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang melemah 17,31 persen ke Rp12.900.
Daftar 10 Saham Top Losers BEI
| Peringkat | Saham | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|
| 1 | SAPX | -39,41% | Rp306 |
| 2 | TCPI | -26,77% | Rp1.450 |
| 3 | FORU | -19,09% | Rp3.010 |
| 4 | SRAJ | -17,31% | Rp12.900 |
| 5 | SMRA | -16,27% | Rp278 |
| 6 | BBSS | -15,05% | Rp79 |
| 7 | ARKO | -14,60% | Rp3.920 |
| 8 | RIGS | -14,18% | Rp605 |
| 9 | KPIG | -13,92% | Rp68 |
| 10 | PADI | -13,89% | Rp62 |
Di posisi terbawah daftar top losers, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) turun 13,89 persen dari Rp72 menjadi Rp62 per saham.
Rentang pelemahan tersebut menunjukkan tekanan yang cukup lebar di antara saham-saham yang masuk daftar penurunan terbesar.
SEMA Melonjak 80,82 Persen
Di tengah IHSG yang terkoreksi, sejumlah saham justru mencatat kenaikan signifikan.
PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menjadi saham dengan penguatan terbesar sepanjang pekan 14-18 September. Harga sahamnya melonjak 80,82 persen hingga mencapai Rp264.
SEMA menjadi satu-satunya emiten dalam daftar 10 top gainers yang mencatat kenaikan di atas 60 persen.
PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) menyusul dengan kenaikan 57,48 persen ke Rp200. Berikutnya ada PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang menguat 52,11 persen menjadi Rp216.
Kenaikan juga tercatat pada Alakasa Industrindo (ALKA), Wahana Inti Makmur (NASI), serta Andalan Sakti Primaindo (ASPI).
Daftar 10 Saham Top Gainers BEI
| Peringkat | Saham | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|
| 1 | SEMA | +80,82% | Rp264 |
| 2 | MPIX | +57,48% | Rp200 |
| 3 | MGNA | +52,11% | Rp216 |
| 4 | ALKA | +48,59% | Rp7.400 |
| 5 | NASI | +41,82% | Rp234 |
| 6 | ASPI | +40,82% | Rp690 |
| 7 | ULTJ | +36,42% | Rp2.060 |
| 8 | CCSI | +34,39% | Rp422 |
| 9 | TRUE | +34,00% | Rp67 |
| 10 | SRSN | +32,99% | Rp129 |
PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) menjadi saham dengan kenaikan paling terbatas dalam kelompok top gainers. Meski berada di posisi ke-10, SRSN tetap membukukan pertumbuhan 32,99 persen menjadi Rp129.
IHSG Melemah 1,53 Persen dalam Sepekan
Pergerakan saham-saham individual tersebut terjadi ketika pasar secara keseluruhan justru mengalami koreksi.
IHSG ditutup pada level 6.441 pada akhir perdagangan Jumat (18/9/2026), turun 1,53 persen dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di level 6.541.
Artinya, arah indeks utama BEI tidak serta-merta mencerminkan pergerakan seluruh saham. Dalam periode yang sama, sejumlah saham mengalami koreksi tajam, sedangkan beberapa emiten mampu mencatat kenaikan puluhan persen.
Perbedaan tersebut membuat daftar top gainers dan top losers BEI menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk melihat saham-saham dengan pergerakan harga paling ekstrem selama satu periode perdagangan.
Namun, kenaikan atau penurunan harga yang besar tidak dengan sendirinya menunjukkan kondisi fundamental suatu perusahaan. Pergerakan harga saham dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sentimen pasar, transaksi investor, likuiditas, aksi korporasi, maupun informasi material yang beredar.
Karena itu, daftar saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar lebih tepat dibaca sebagai gambaran pergerakan harga selama periode tertentu, bukan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.
Hingga penutupan pekan perdagangan 14-18 September 2026, SAPX tercatat sebagai saham dengan penurunan terbesar sebesar 39,41 persen, sedangkan SEMA memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 80,82 persen. Kedua pergerakan tersebut terjadi ketika IHSG secara keseluruhan masih berada dalam tekanan dan berakhir turun 1,53 persen dalam sepekan.