
DOYANDUIT – Harga Bitcoin berada di sekitar $90.500 pada 29 November 2025, mencatat penurunan tipis −0,04% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini datang setelah periode volatilitas tinggi sejak pertengahan Oktober, menempatkan BTC pada fase konsolidasi penting yang menjadi perhatian analis global.
Dalam 1 minggu terakhir, Bitcoin justru naik 6,82%, tetapi masih mencatat penurunan 17,44% dalam 1 bulan, dipicu aksi jual besar, kepanikan pasar, serta sentimen makro yang tidak stabil.
Kondisi ini membuat banyak investor bertanya: apakah harga Bitcoin sudah menemukan titik dasar, atau justru menuju koreksi lanjutan?
Sentimen Pasar dan Faktor Makro yang Menekan Harga
Menurut André Dragosch, Head of Research Bitwise Europe, kondisi Bitcoin saat ini mencerminkan pola serupa saat pandemi COVID-19. Ia menyebutkan:
“Terakhir kali saya melihat risk-reward setajam ini adalah pada masa COVID.”
Ia menilai Bitcoin saat ini “mem-price in” skenario resesi global yang dinilai terlalu pesimistis dibandingkan outlook ekonomi yang sebenarnya. Bahkan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak berada dalam ancaman resesi pada 2026.
Dampak Tekanan Makro
Beberapa faktor yang menekan harga:
- Kebijakan moneter ketat The Fed sejak 2022
- Aksi jual besar pasca tarif impor 100% AS terhadap China
- Insiden likuidasi senilai $19 miliar pada 10 Oktober
- Jatuhnya BTC di bawah level psikologis $100.000
Meski begitu, banyak analis percaya pertumbuhan global akan membaik pada 2026 berkat stimulus moneter yang telah dilakukan beberapa negara, membuka peluang pemulihan harga BTC.
Level Penting BTC: Dua “Supply Cluster” yang Menentukan Arah
Data dari Glassnode menunjukkan bahwa Bitcoin kini berada di fase kritis, berada tepat di bawah dua zona resistensi besar.
Zona Resistensi Utama
- $93.000 – $96.000
- $100.000 – $108.000 (zona paling kuat)
Dua cluster ini terbentuk dari banyaknya investor yang membeli di harga tinggi dan kini menunggu untuk keluar pada harga impas. Inilah alasan mengapa tekanan jual meningkat saat BTC mendekati area ini.
Implikasinya
- Jika BTC menembus $96.000 → peluang menguji $100.000 semakin besar
- Jika BTC ditolak, harga bisa kembali ke zona support lebih rendah
Sebagai tambahan konteks, kamu bisa membaca analisis terkait pola “supply zone” pada artikel kami tentang strategi trader menghadapi resistensi historis (CTA internal).
Kondisi Teknikal: Rebound Ada, Tapi Struktur Masih Rapuh
Secara teknikal, BTC menunjukkan pemulihan dari level terendah $80.600, naik lebih dari 12% dalam satu minggu. Candle mingguan menunjukkan lower shadow panjang—indikator klasik adanya minat beli.
Namun ada catatan penting:
Posisi Terhadap Moving Average
- BTC di bawah 50-week MA → bearish
- BTC ditahan 100-week MA di area mid-$80K → support krusial
Menurut analis Rekt Capital:
“Bitcoin harus menutup pekan di atas $93.500 untuk menjaga momentum bullish akhir tahun.”
Jika BTC gagal, risiko kembali ke $86.000 – $88.000 tetap terbuka.
Data On-Chain: New Whales Menjual Rugi, Old Whales Tetap Tenang
Analis CryptoQuant, Maartunn, menunjukkan bahwa kelompok “New Whales” (pemegang >1000 BTC berusia <155 hari) mulai menjual dalam kondisi rugi setelah penurunan tajam.
Ringkasan On-Chain
- New Whales:
- Menjual rugi karena panik
- Penyebab meningkatnya tekanan jual jangka pendek
- Old Whales (LTH):
- Masih tenang, jarang menjual
- Sering dianggap smart money
Ini menandakan bahwa tekanan jual belakangan ini didominasi investor baru, bukan pemain lama.
Zona permintaan terkuat saat ini berada di $84.500, berdasarkan data Bitcoin UTXO Realized Price Distribution (URPD).
Prediksi Minggu Ini: BTC Menuju $98.000 atau Kembali ke $88.000?
Beberapa analis memberikan pandangan berbeda terkait arah BTC menjelang penutupan bulan November.
Dua Skenario Utama
1. Skenario Bullish — Target $98.000 hingga $100.000
Syaratnya:
- Harga bertahan di atas $91.800 – $93.000
- Breakout bersih dari range mingguan
Analis Ted Pillows menyebut:
“Jika BTC reclaim zona $92.000–$93.000, lonjakan menuju $98.000 sangat mungkin terjadi.”
2. Skenario Bearish — Penurunan ke $88.000
Terjadi jika:
- BTC ditolak di $93.000
- Volume menipis menjelang Thanksgiving (periode likuiditas rendah)
Analis Daan Crypto Trades menambahkan bahwa zona $97.000 – $98.000 adalah kantong likuiditas besar yang bisa memicu lonjakan cepat jika ditembus.
BTC Masih Rapuh, Tetapi Peluang Rebound Tetap Terbuka
Bitcoin hari ini berada di fase penentuan yang akan berdampak besar pada pergerakan harga hingga akhir tahun. Meskipun sentimen pasar masih dipenuhi rasa takut, data makro dan on-chain justru menunjukkan sinyal bahwa tekanan jual ekstrem mungkin telah mereda.
Jika BTC mampu menembus zona $93.000–$96.000, peluang menuju $98.000–$100.000 kembali terbuka. Namun jika ditolak, skenario penurunan ke $88.000 masih harus diwaspadai.
Dengan memahami kondisi ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terukur dalam mengikuti pergerakan pasar kripto.