Kekayaan Satoshi Nakamoto Anjlok Rp600 Triliun Setelah Harga Bitcoin Turun 30%, Bagaimana Prospek Jangka Panjang BTC?

24 November 2025 10:00
Bagikan :
Harga Bitcoin hari ini berada di level 87.291 USD, menambah tekanan pada kekayaan Satoshi Nakamoto. (TradingView)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin yang belum pulih sejak penurunan tajam pada Oktober 2025 kembali memberi tekanan besar pada nilai kekayaan Satoshi Nakamoto.

Dengan kepemilikan sekitar 1,1 juta BTC yang tidak pernah dipindahkan sejak awal jaringan, penurunan harga secara langsung menggerus kekayaannya.

Per hari ini (24/11/2025 pukul 09:48 WIB), harga Bitcoin berada di:
▶ 87.291 USD (+0,56%)

Dalam kinerja waktu yang lebih luas, Bitcoin mencatatkan tren negatif:

  • 1 hari: +0,58%
  • 1 minggu: –7,31%
  • 1 bulan: –21,38%
  • 6 bulan: –19,90%
  • Year-to-date (YTD): –6,48%
  • 1 tahun: –10,71%

Penurunan tersebut membuat nilai total kepemilikan Satoshi menyusut dari USD 138 miliar menjadi sekitar USD 96 miliar, sebuah penurunan hampir USD 43 miliar hanya dalam hitungan minggu. Dalam daftar orang terkaya dunia, posisinya turun ke peringkat sekitar 20, tepat di bawah Bill Gates.

“Kami tidak memasukkan Satoshi Nakamoto dalam daftar miliarder karena tidak ada verifikasi identitas, apakah ia satu orang atau kelompok,” ujar perwakilan Forbes.

 

Mengapa Harga Bitcoin Tertekan?

Arus Modal ETF Berbalik Jadi Tekanan

Greg Cipolaro dari NYDIG menjelaskan bahwa faktor terberat saat ini adalah perubahan besar dalam aliran dana ETF Bitcoin. Setelah sebelumnya menjadi pendorong reli, ETF kini mengalami hampir USD 1 miliar outflow, dipimpin oleh:

  • BlackRock IBIT: USD 355 juta keluar
  • Grayscale GBTC: sekitar USD 200 juta
  • Fidelity FBTC: sekitar USD 200 juta

Menurut Cipolaro:

“Begitu lingkaran reflektif kehilangan momentum, likuiditas mengetat dan narasi bullish berhenti menghasilkan arus modal nyata.”

Bitcoin Dominance Kembali Menguat

Saat token-token spekulatif dilepas investor, modal kembali ke aset yang dianggap paling kuat: Bitcoin. Dominasi BTC sempat melewati 60% pada awal November sebelum sedikit turun ke sekitar 58%.

Kondisi ini menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi yang berat, meski bukan sinyal kehancuran struktural.

Dampak pada Kekayaan Satoshi dan Misteri yang Belum Terpecahkan

Apakah 1,1 Juta BTC Satoshi Masih Bisa Diakses?

Kepemilikan Satoshi yang berasal dari sekitar 22.000 alamat awal (dikenal sebagai Patoshi Pattern) tidak pernah bergerak selama lebih dari 15 tahun. Ini memicu spekulasi besar:

  • Apakah kunci privatnya hilang?
  • Apakah Satoshi sengaja tidak menyentuhnya?
  • Apakah ia benar-benar masih hidup?

Beberapa analis berpendapat bahwa kekayaan tersebut mungkin “hilang secara ekonomi” meski masih tercatat di blockchain.

Ancaman Quantum Computing dan Wacana Fork

Kemajuan komputasi kuantum juga memunculkan skenario ekstrem, yakni potensi pengungkapan kunci privat lama. Beberapa pakar mengusulkan mekanisme pencegahan, seperti pembekuan koin dorman atau network fork jika ancaman menjadi nyata.

Tahun 2026, film dokumenter Killing Satoshi diproyeksikan memicu gelombang diskusi baru soal identitas Satoshi dan implikasi geopolitik dari kepemilikan Bitcoin yang dorman.

Prospek Jangka Panjang Bitcoin Tetap Kuat

Meski tren jangka pendek melemah, banyak analis menilai bahwa fundamental Bitcoin masih solid. Institusi keuangan mulai memperluas eksposurnya, adopsi negara makin bertambah, dan Bitcoin semakin diterima sebagai aset moneter netral.

Cipolaro menegaskan:

“Tidak ada yang berubah dari cerita besar Bitcoin. Yang berubah adalah dinamika siklusnya.”

Jika Bitcoin kembali reli ke kisaran USD 320.000–370.000, Satoshi Nakamoto bahkan berpotensi menjadi orang terkaya di dunia. Namun untuk saat ini, volatilitas masih menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar kripto.

 

 

Penurunan harga Bitcoin hari ini ke level 87.291 USD menjadi bagian dari fase koreksi yang lebih luas, memengaruhi tidak hanya pasar global tetapi juga kekayaan Satoshi Nakamoto yang menyusut drastis.

Meskipun tekanan jangka pendek terasa kuat, prospek jangka panjang Bitcoin tetap dianggap menjanjikan oleh banyak analis.

Dengan memahami faktor makro, aliran dana ETF, hingga dinamika dominasi pasar, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam menghadapi volatilitas aset digital.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050