Apa Bedanya Faktur Pajak 070 dan 080 serta 040 dan 050? Ini Perbedaan Mendasar Kode Faktur Pajak

17 April 2025 13:30
Bagikan :

DOYANDUIT – Bagi Pelaku Usaha Kena Pajak (PKP), memahami kode faktur pajak merupakan hal penting untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Namun, banyak yang masih bingung membedakan kode transaksi seperti 070, 080, 040, dan 050. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan mendasar antara kode-kode tersebut, lengkap dengan contoh kasus dan dasar hukumnya.

Mengenal Struktur Kode Faktur Pajak

Sebelum membahas perbedaan kode transaksi, mari pahami dulu struktur Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-03/PJ/2022 yang telah diubah terakhir dengan PER-11/PJ/2022, NSFP terdiri dari 16 digit dengan susunan sebagai berikut:

  1. Dua digit pertama: Kode transaksi (01-09).
  2. Satu digit ketiga: Kode status (misalnya, 0 untuk faktur normal atau 1 untuk pengganti).
  3. 13 digit terakhir: Nomor seri unik yang ditentukan DJP.

Kode transaksi inilah yang menentukan jenis penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). Dari sembilan kode yang ada, 040, 050, 070, dan 080 seringkali memicu kebingungan. Simak penjelasannya!

Kode 040 vs 050: Transaksi dengan DPP Nilai Lain dan Status Tidak Aktif

Kode 040: Penyerahan dengan DPP Nilai Lain

PKP penjual menggunakan kode 040 untuk transaksi yang menggunakan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) nilai lain, di mana PPN dipungut oleh penjual. Contoh kasusnya meliputi:

  • Penyerahan barang untuk pemakaian sendiri (misalnya, perusahaan konstruksi menggunakan semen untuk proyek internal).
  • Pemberian cuma-cuma (seperti hadiah produk kepada klien).

Dasar hukumnya tertuang dalam PMK No.251/KMK.03/2002. Dengan kode ini, PKP wajib menghitung PPN berdasarkan nilai lain, bukan harga pasar.

Kode 050: Tidak Digunakan dalam Praktik

Berbeda dengan kode 040, kode 050 tidak berlaku dalam sistem perpajakan Indonesia. Hingga saat ini, tidak ada contoh NSFP yang menggunakan kode ini. Jika menemukan kode 050, kemungkinan besar terjadi kesalahan input atau pemahaman regulasi.

Kode 070 vs 080: Fasilitas PPN Tidak Dipungut vs Bebas PPN

Kode 070: Fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (DTP)

Kode 070 berlaku untuk transaksi yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah. Contoh penyerahan BKP/JKP yang menggunakan kode ini antara lain:

  • Impor barang untuk proyek pemerintah yang dibiayai pinjaman luar negeri (bea masuk dan PPN-nya dibebaskan).
  • Pengolahan barang di kawasan ekonomi khusus (seperti Batam atau Karimun).
  • Penjualan avtur untuk penerbangan internasional.

Fasilitas ini bertujuan mendukung kegiatan strategis, seperti pengembangan ekonomi atau sektor transportasi.

Kode 080: Penyerahan Bebas PPN

Sementara itu, kode 080 digunakan untuk transaksi yang dibebaskan dari PPN secara permanen berdasarkan ketentuan undang-undang. Contohnya meliputi:

  • Penyerahan bahan baku pakan ternak, unggas, atau ikan.
  • Listrik rumah tangga dengan daya ≤6.600 VA.
  • Air bersih yang disalurkan melalui pipa oleh perusahaan air minum.
  • Rumah susun sederhana sesuai kriteria PMK No.31/2008.

Berbeda dengan kode 070 yang bersifat sementara (misalnya untuk proyek tertentu), kode 080 berlaku tetap selama barang/jasa tersebut masuk kategori yang diatur pemerintah.

Kapan Harus Menggunakan Kode-Kode Ini?

  • Kode 040: Saat PKP melakukan penyerahan dengan DPP nilai lain.
  • Kode 070: Untuk transaksi yang mendapat insentif PPN DTP.
  • Kode 080: Ketika menyerahkan BKP/JKP yang termasuk kategori bebas PPN.
  • Kode 050: Tidak digunakan.

Kesalahan dalam memilih kode transaksi berisiko menyebabkan faktur pajak tidak valid. Imbasnya, PKP bisa terkena sanksi administratif atau kerugian finansial karena kelebihan bayar pajak.

Tips Memilih Kode Faktur Pajak yang Tepat

  1. Pelajari Dasar Hukum: Selalu merujuk pada PER-03/PJ/2022 dan PMK terkait.
  2. Konsultasi dengan Konsultan Pajak: Jika ragu, mintalah pendampingan ahli untuk klasifikasi transaksi.
  3. Update Peraturan: Pantau perubahan regulasi, misalnya melalui situs resmi DJP.

Penutup

Memahami perbedaan kode faktur pajak 040, 050, 070, dan 080 membantu PKP menghindari kesalahan yang berujung pada masalah hukum. Ingat, kode 040 untuk DPP nilai lain, 070 untuk fasilitas DTP, 080 untuk pembebasan PPN, dan 050 tidak berlaku. Dengan menerapkan kode secara tepat, bisnis Anda tidak hanya patuh hukum tetapi juga lebih efisien dalam pengelolaan pajak.***

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050