
DOYANDUIT – Aplikasi VID kembali menjadi perbincangan setelah muncul pengumuman bahwa seluruh pengguna harus melakukan verifikasi akun dengan menyetor dana tertentu.
Bagi banyak pengguna aplikasi penghasil uang, kabar ini memicu kekhawatiran karena pola tersebut sering muncul pada kasus skema ponzi digital sebelum sebuah platform berhenti beroperasi.
Dalam pengumuman yang beredar di dalam situs aplikasi, pengguna disebutkan harus menyelesaikan verifikasi identitas akun karyawan agar akun tetap aktif.
Menariknya, pengumuman itu menyebut bahwa proses verifikasi tidak dikenakan biaya tambahan. Namun pada praktiknya, pengguna tetap diminta melakukan deposit dana ke dalam akun.
Bagi sebagian orang, kondisi ini terasa janggal karena verifikasi identitas biasanya tidak memerlukan setoran uang.
Menurut pengamatan banyak pengguna pada awal 2026, sebagian akun bahkan sudah tidak bisa melakukan penarikan saldo, meskipun sebelumnya mereka mengklaim memperoleh keuntungan dari aktivitas di aplikasi tersebut.
Pengumuman IPO Jadi Alasan Verifikasi
Dalam pesan yang ditampilkan pada platform, pengelola aplikasi menyebut bahwa perusahaan sedang memasuki tahap akhir proses IPO.
Pengumuman tersebut menyatakan bahwa verifikasi akun diperlukan untuk memenuhi standar regulator internasional.
Isi pengumuman tersebut kurang lebih berbunyi:
“Proses IPO perusahaan telah memasuki tahap akhir. Sesuai persyaratan regulator, seluruh karyawan wajib menyelesaikan verifikasi identitas. Dana verifikasi akan dikreditkan kembali ke akun.”
Sekilas, pernyataan ini terdengar meyakinkan.
Namun bagi pengamat investasi digital, alasan seperti ini sering digunakan dalam skema investasi ilegal untuk membuat pengguna merasa perlu menyetor dana tambahan.
Berdasarkan pola yang pernah terjadi pada berbagai aplikasi serupa, tahap seperti ini sering muncul ketika:
- Platform mulai kesulitan membayar penarikan
- Dana pengguna baru mulai berkurang
- Pengelola mencoba menarik setoran tambahan sebelum sistem berhenti
Banyak Pengguna Mengaku Tidak Bisa Menarik Saldo
Sejumlah komentar dari pengguna menyebut bahwa mereka belum pernah berhasil melakukan penarikan dana.
Sebagian bahkan mengaku baru bergabung beberapa minggu sebelum muncul permintaan verifikasi berbayar.
Beberapa pengalaman pengguna yang beredar di komunitas online antara lain:
- Ada pengguna yang menyebut sudah dua minggu tidak bisa melakukan withdraw.
- Ada yang diminta menaikkan level akun dan membayar biaya verifikasi.
- Beberapa lainnya mengatakan sistem sedang “maintenance” sebelum akhirnya muncul permintaan deposit tambahan.
Kasus seperti ini sebenarnya bukan hal baru di dunia aplikasi penghasil uang berbasis ponzi.
Dalam banyak kasus sebelumnya, skema biasanya berjalan dalam beberapa tahap.
Pola Umum Skema Ponzi di Aplikasi Penghasil Uang
Pengamat investasi digital sering melihat pola yang hampir sama pada aplikasi seperti ini.
Berikut tahapan yang sering terjadi:
1. Awal: Iming-iming Penghasilan Mudah
Pada tahap awal, pengguna ditawarkan penghasilan sederhana seperti:
- Menonton video
- Mengklik iklan
- Menyelesaikan tugas harian
Beberapa pengguna bahkan bisa menarik dana kecil agar platform terlihat terpercaya.
2. Pertumbuhan: Sistem Level dan Deposit
Setelah jumlah pengguna meningkat, muncul sistem seperti:
- Upgrade level akun
- Deposit untuk meningkatkan penghasilan
- Paket investasi tertentu
Pada tahap ini banyak pengguna mulai menyetor dana lebih besar.
3. Tahap Akhir: Verifikasi dan Pajak
Saat dana baru mulai menurun, biasanya muncul alasan tambahan seperti:
- Verifikasi akun berbayar
- Biaya administrasi
- Pajak penarikan
Setelah itu, platform sering kali menghilang atau tidak bisa diakses lagi.
Kasus Serupa Pernah Terjadi di Banyak Aplikasi
Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi pada satu aplikasi saja.
Beberapa platform yang pernah disorot komunitas digital memiliki pola yang hampir sama, misalnya:
- aplikasi investasi berbasis tugas
- platform klik iklan
- aplikasi menonton video berbayar
Beberapa di antaranya bahkan meminta biaya pajak sebelum penarikan, yang pada akhirnya tetap tidak bisa dicairkan.
Cara Mengenali Aplikasi Penghasil Uang yang Berisiko
Agar tidak mengalami kerugian lebih besar, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan sebelum bergabung dengan aplikasi investasi atau penghasil uang.
Ciri yang patut diwaspadai:
- Mengharuskan deposit untuk aktivasi akun
- Menggunakan sistem level berbayar
- Menjanjikan keuntungan cepat tanpa risiko
- Meminta biaya verifikasi atau pajak sebelum penarikan
- Tidak memiliki izin dari regulator resmi
Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, sebaiknya pengguna menunda atau menghindari menyetor dana tambahan.
Alternatif Lebih Aman untuk Investasi Online
Banyak orang tertarik dengan aplikasi seperti ini karena ingin memperoleh penghasilan tambahan secara online.
Namun dibanding mencoba platform yang belum jelas legalitasnya, investasi di tempat resmi jauh lebih aman.
Beberapa pilihan yang lebih terpercaya misalnya:
- reksa dana melalui aplikasi berizin OJK
- saham di perusahaan sekuritas resmi
- emas digital yang diawasi regulator
Permintaan verifikasi akun berbayar pada aplikasi VID menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna.
Berdasarkan pola yang pernah terjadi pada berbagai platform serupa, langkah seperti ini sering muncul menjelang berakhirnya operasi aplikasi berbasis skema ponzi.
Jika sebuah platform mulai meminta deposit tambahan untuk verifikasi atau penarikan, pengguna sebaiknya lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru menyetor dana lagi.