
DOYANDUIT – Sejumlah pencari kerja melaporkan menerima pesan WhatsApp berisi undangan interview yang mengatasnamakan PT Surya Indah Logistik, perusahaan di bidang pergudangan, ekspedisi, dan kargo.
Dalam pesan tersebut, pelamar diarahkan datang ke alamat Jl. Outer Ring Road No. 8D, RT 3 RW 7, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat.
Sekilas, format pesannya terlihat profesional: ada nama perekrut, jadwal wawancara, serta instruksi membawa berkas. Namun, menurut pengamatan banyak pengguna hingga awal 2026, pola panggilan ini berulang dengan ciri yang sama: lokasi di ruko, kontak berbeda-beda, dan ujungnya permintaan biaya.
Kesaksian Korban dan Pola yang Muncul
Beberapa komentar warganet menggambarkan pengalaman serupa. Di antaranya:
- “Yahh ruko lagi ruko lagi.”
- “Hoax, saya juga dapat, tapi tidak saya ambil karena di Maps arahnya ke ruko.”
- “Itu mah penipuan, bro.”
- “Berdasar pengalaman, itu modus cari duit. Saya pernah, sudah bayar, tidak ada panggilan lagi.”
- “Ujung-ujungnya dimintai uang Rp800.000 untuk seragam. Pelamar banyak dari luar daerah.”
- “Saya disuruh beli materai Rp100.000 untuk tanda tangan kontrak. Setelah bayar, diminta lagi uang seragam Rp1,5 juta.”
- “Interview tanggal 10 November, diminta Rp850.000.”
- “Orang lagi cari kerja malah disuruh bayar.”
- “Teksnya sama, cuma nama pengirim beda.”
Dari rangkuman tersebut, terlihat pola berulang:
- Undangan via WhatsApp dengan format mirip.
- Lokasi wawancara di ruko atau kantor tidak jelas.
- Saat proses, peserta diminta membayar biaya (materai, seragam, administrasi, atau pelatihan).
- Setelah pembayaran, komunikasi terputus atau tidak ada kelanjutan kerja.
Modus yang Paling Sering Digunakan
Berdasarkan pengalaman korban, setidaknya ada empat modus utama:
1) Biaya Materai dan Administrasi
Pelamar diminta membeli atau mengganti biaya materai dengan dalih penandatanganan kontrak. Nominalnya bervariasi, dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
2) Uang Seragam dan Perlengkapan
Alasan paling umum adalah “pembelian seragam” atau “ID karyawan”, dengan nominal ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
3) Janji Kerja Cepat
Calon korban diiming-imingi bisa langsung bekerja setelah membayar, sehingga tergoda karena kebutuhan kerja mendesak.
4) Kontak Berbeda, Teks Sama
Nama perekrut berganti-ganti (misalnya “Bu Tiara” dan lain-lain), tetapi isi pesan nyaris identik—indikasi kuat penggunaan skrip massal.
Bagaimana Rekrutmen Resmi?
Perusahaan yang melakukan rekrutmen resmi tidak boleh memungut biaya apa pun dari pelamar. Praktik meminta uang untuk seragam, administrasi, atau percepatan kerja termasuk kategori yang patut dicurigai.
Proses rekrutmen profesional umumnya:
- Menggunakan email perusahaan (bukan nomor pribadi semata).
- Memiliki alamat kantor yang jelas dan dapat diverifikasi.
- Tidak mewajibkan pembayaran di tahap seleksi.
Ciri-Ciri Panggilan Interview yang Patut Diwaspadai
Gunakan daftar berikut sebagai filter awal:
- Alamat tidak jelas atau hanya ruko tanpa identitas perusahaan.
- Undangan via WhatsApp tanpa email resmi atau website karier.
- Ada permintaan uang dengan alasan apa pun.
- Pesan template dengan nama pengirim berbeda.
- Janji kerja instan tanpa tahapan seleksi wajar.
Jika dua atau lebih ciri di atas muncul bersamaan, risiko penipuan meningkat signifikan.
Langkah Aman Sebelum Datang Interview
Agar tidak menjadi korban, lakukan langkah berikut:
- Cek Legalitas Perusahaan
Cari profil resmi di situs pemerintah atau platform bisnis tepercaya. - Verifikasi Alamat
Lihat di peta apakah benar kantor operasional, bukan sekadar ruko kosong. - Tanya HRD Resmi
Hubungi nomor atau email yang tertera di website perusahaan (jika ada). - Tolak Permintaan Biaya
Rekrutmen sah tidak memungut biaya dari pelamar. - Bagikan Informasi ke Komunitas
Pengalaman Anda bisa menyelamatkan pencari kerja lain.
Waspada, Bukan Paranoid
Berdasarkan rangkaian testimoni, pola modus, serta prinsip rekrutmen yang berlaku, panggilan interview yang mengatasnamakan PT Surya Indah Logistik dengan skema permintaan uang dan lokasi ruko patut dicurigai sebagai penipuan.
Sikap kritis bukan berarti menutup peluang, melainkan melindungi diri dari kerugian finansial dan emosional. Di tengah persaingan kerja yang ketat, penipu memanfaatkan harapan pelamar.
Lebih baik kehilangan satu “kesempatan” yang meragukan, daripada kehilangan uang dan waktu untuk janji yang tak pernah nyata.