
DOYANDUIT – Di tengah maraknya aplikasi yang mengklaim bisa memberikan penghasilan tambahan, satu nama kembali mencuat: Mitra Shopee. Namun, sayangnya, ini bukan tentang aplikasi resmi dari Shopee, melainkan aplikasi yang kerap menipu pengguna dengan modus investasi berkedok tugas-tugas online.
Sebuah video ulasan yang diunggah oleh kanal YouTube Kumpulan Tutorial membongkar praktik dari aplikasi ini. Dalam penjelasannya, pemilik kanal menyampaikan bahwa aplikasi yang ia uji memberikan iming-iming saldo awal sebesar Rp30.000 untuk pengguna baru.
Pengguna kemudian diarahkan untuk menyelesaikan “pesanan fiktif” dan dijanjikan komisi harian. Namun, semua itu hanyalah umpan belaka.
“Saya baru VIP 1 dengan modal Rp30.000, sudah menyelesaikan beberapa pesanan, dan saldo saya bertambah. Tapi ini semua adalah bagian dari trik mereka agar kita mau terus deposit,” ungkap sang kreator.
Aplikasi palsu ini menampilkan antarmuka yang mirip dengan layanan e-commerce ternama dan mengaku sebagai mitra resmi Shopee. Namun, jika dicermati, situs web dan aplikasinya tidak ada kaitannya dengan domain resmi Shopee.
Sebelumnya menggunakan domain seperti shopimitra.com, kini berganti menjadi Beauty Online Shop (beautyonlineshopz.xyz), diduga karena domain sebelumnya telah diblokir.
Modus Penipuan yang Menggunakan Psikologi Pengguna
Modus yang digunakan terbilang rapi dan memanfaatkan psikologi korban. Awalnya, pengguna akan diminta menyelesaikan tugas dengan modal kecil dan benar-benar dibayar. Ini dilakukan agar korban percaya.
Setelah itu, mereka akan dibujuk untuk menyetor uang dalam jumlah yang lebih besar.
“Ketika kita mulai percaya, mereka akan meminta kita deposit lebih besar dengan janji imbal balik yang lebih tinggi. Di titik inilah penipuan terjadi, uang tidak bisa dicairkan dan kita terus diminta deposit lagi,” jelas si pembuat konten.
Testimoni korban pun mulai membanjiri kolom komentar. Salah satunya menulis, “Saya kena tipu sudah habis 46,5 juta kak.” Komentar lain bahkan menyebut kehilangan ratusan juta rupiah.
Modus penipuan ini tidak hanya menipu secara finansial, tapi juga mencoba mengintimidasi. Beberapa korban menyebut bahwa mereka diteror melalui pesan ancaman atau bahkan dikirimi paket ke rumah.
Namun, si pembuat konten menenangkan para korban, “Kalau kalian diancam akan dikirim barang, jangan takut. Kalau COD, tinggal ditolak saja.”
Penting juga untuk tidak memberikan data pribadi, seperti KTP atau foto kartu ATM, karena informasi tersebut bisa disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

Aplikasi Mitra Shopee Resmi dan Aman
Perlu diketahui, Mitra Shopee yang asli memang ada, dan itu adalah platform resmi dari Shopee yang bisa diunduh melalui Google Play Store atau App Store alamat webnya ada di mitra.shopee.co.id.
Aplikasi resmi ini digunakan untuk kebutuhan seperti pembelian pulsa, paket data, dan pembayaran tagihan. Tidak ada sistem tugas pesanan atau sistem deposit seperti yang ditawarkan aplikasi palsu.
Shopee Indonesia melalui kanal resminya di media sosial juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan pihak ketiga yang menawarkan tugas berbayar atau sistem investasi dalam bentuk apapun.
Mereka menyarankan pengguna untuk selalu berhati-hati dan hanya mengakses layanan Shopee dari platform resmi.
Tetap Waspada dan Edukasi Diri
Fenomena aplikasi penipuan berkedok e-commerce bukan hal baru. Namun, masih banyak yang tertipu karena minim informasi dan tergoda oleh janji imbal hasil cepat. Dari pengalaman para korban, kita belajar bahwa tidak ada jalan instan untuk mendapatkan uang yang sah dan aman.
Selalu periksa kredibilitas aplikasi, pastikan tautan dan domain berasal dari sumber resmi, dan jangan pernah memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak terpercaya.
Jika sudah terlanjur menjadi korban, jangan panik. Laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang dan bagikan pengalaman Anda agar orang lain tidak mengalami hal serupa.
Sebagaimana disampaikan oleh salah satu korban, “Saya juga sudah tertipu ratusan juta kak, lalu ini bagaimana?” Ini adalah pengingat penting bagi kita semua untuk selalu berpikir kritis sebelum memutuskan bergabung dalam platform penghasil uang yang tidak jelas asal-usulnya.