
DOYANDUIT – Beberapa waktu terakhir, nama Online Earn kembali mencuat sebagai salah satu aplikasi atau website yang menjanjikan penghasilan instan.
Banyak pengguna tergiur karena tampilan saldo yang besar dan iming-iming mudahnya penarikan. Namun, benarkah platform ini bisa dipercaya?
Dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Anton Official, pembahasan dilakukan secara rinci terkait proses penarikan, syarat penggunaan, dan potensi risiko dari aplikasi ini.
Syarat Penarikan yang Cenderung Tidak Wajar
Dilansir dari video berjudul “Apakah Online Earn Terbukti Membayar! Online Earn Spam! Aplikasi Penghasil Uang Terbaru 2025” di kanal Anton Official, syarat penarikan di Online Earn cukup berat dan janggal.
Salah satunya adalah kewajiban mengundang 30 orang teman agar saldo bisa ditarik. Selain itu, pengguna juga diharuskan membayar “pajak” sebesar 67 USDT sebelum bisa mencairkan saldo.
“Seharusnya pajak itu dipotong dari penarikan, bukan malah dibayar terlebih dahulu,” ungkap Anton dalam videonya. Ia menekankan bahwa model seperti ini patut dicurigai karena menunjukkan indikasi kuat penipuan.
Komentar Pengguna: Banyak yang Sudah Tertipu
Kolom komentar video tersebut juga diwarnai keluhan dari sejumlah pengguna. Salah satunya dari akun @ErpaniSayudi yang mengatakan, “Saya sudah WD bulan 2 lalu, tapi sampai bulan 5 ini belum masuk juga.”
Keluhan serupa juga datang dari akun @sukirmankmi4876 yang menyebut sudah memenuhi semua syarat namun terhalang kewajiban membayar pajak terlebih dahulu.
Akun lainnya, @RivenTaopan, turut menyampaikan, “Saya juga sudah memenuhi persyaratan, tapi kalau bayar pajak terlebih dahulu saya tidak setuju. Tidak mengapa, intinya sudah berani mencoba. Terima kasih atas informasinya.”
Sementara itu, @SintaNgee dan @slimztv23 dengan tegas menyebut aplikasi ini penipu dan bagian dari jaringan scam internasional.

Potensi Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai
Salah satu pola yang sering digunakan aplikasi scam adalah menampilkan nominal saldo yang besar, padahal hanya angka kosong tanpa nilai riil. Ketika pengguna berniat menarik dana, berbagai syarat tambahan akan muncul, termasuk pungutan biaya tertentu.
“Ini hanya bisa dibilang tulisan nominal. Jadi ini enggak real,” ujar Anton lagi dalam penutup videonya.
Bahkan dalam beberapa kasus, aplikasi seperti ini meminta pengguna untuk mengirimkan uang terlebih dahulu, namun tak pernah memberikan hasil.
Modus “bayar dulu pajaknya” seperti yang digunakan Online Earn, menurut pengamatan beberapa pakar keamanan siber, adalah ciri umum penipuan berkedok investasi atau reward-based platform.
Bijak Sebelum Mengikuti Aplikasi Penghasil Uang
Melihat berbagai ulasan, pengalaman pengguna, dan mekanisme yang digunakan, sangat disarankan untuk tidak melanjutkan penggunaan aplikasi Online Earn. Terlebih lagi jika ada permintaan pembayaran terlebih dahulu sebelum penarikan.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pengelola situs Online Earn mengenai keluhan para pengguna. Tidak ada pula informasi legalitas atau izin usaha yang dapat diverifikasi.
Jika Anda mencari aplikasi penghasil uang yang terpercaya, pastikan aplikasinya terdaftar resmi di OJK (untuk layanan keuangan), tersedia di toko aplikasi resmi, dan memiliki sistem yang transparan.
Hindari platform yang mengharuskan Anda membayar untuk menarik dana sendiri.