
DOYANDUIT – YouGov, platform survei daring yang dulu cukup populer di kalangan pengguna Indonesia, kini tengah menjadi sorotan.
Sejumlah pengguna menyuarakan kekecewaan mereka di berbagai kanal digital, terutama terkait masalah login dan pencairan saldo.
Di tahun 2025, pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah YouGov masih membayar seperti dulu?
Masalah Login dan Verifikasi yang Bikin Frustrasi
Salah satu keluhan utama datang dari pengguna yang tidak bisa lagi mengakses akunnya, meskipun telah mengumpulkan poin selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Seperti yang diungkapkan Or***va Ramadhan pada 7 Juli 2025, “Udah beberapa tahun isi survey dan nunggu poin untuk bisa ditukarkan dengan uang, malah ga bisa log in. Udah minta kode lewat email beberapa kali tapi ga muncul-muncul.”
Masalah serupa juga dialami oleh Aln***, pengguna lain yang menulis, “Awal-awal pembayaran memang lancar, tapi pas point tinggal sedikit lagi untuk mencapai 5000, tiba-tiba akun tidak bisa masuk. Padahal sudah coba minta kode OTP, tapi tidak ada email masuk.”
Situasi ini cukup membingungkan, mengingat proses login biasanya menjadi hal mendasar dan seharusnya tidak menyulitkan pengguna yang telah aktif mengisi survei.
Pengumpulan Poin Terlalu Lama
Di sisi lain, ada pula keluhan tentang semakin jarangnya undangan survei dan lambatnya perolehan poin. Muha***fi, dalam ulasannya pada 28 Juni 2025, mengatakan, “Sudah 8 hari tidak ada survey yang masuk, sekalinya ada survey, poinnya cuma naik 60. Nunggunya berminggu-minggu.”
Hal senada juga disampaikan Feb***A, “Dulu bentar-bentar dapat tugas survey, jadi bisa cepat kumpulin poin. Sekarang udah satu bulan belum ada survey masuk sama sekali.”
Pengumpulan 5000 poin (batas minimum penukaran) menjadi semakin sulit, dan bagi sebagian orang, butuh waktu hampir setahun untuk mencapai target tersebut.

Sistem Pembayaran yang Tidak Sejelas Dulu
Beberapa tahun lalu, YouGov dikenal lancar dalam melakukan pembayaran melalui PayPal. Namun kini, dengan sistem transfer ke rekening bank lokal, proses tersebut justru menjadi lebih lama.
Seperti disampaikan Ipa***il, “Dulu pembayaran melalui PayPal lancar jaya, tapi sekarang pakai rupiah kok malah berbulan-bulan belum masuk ke rekening. Untuk dapat 5000 poin aja perlu waktu hampir setahun.”
Ini menjadi pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem baru dan transparansi proses pembayaran.
Dari Bintang Lima Menjadi Satu
Akibat akumulasi berbagai masalah teknis dan pelayanan, banyak pengguna akhirnya memberikan rating rendah. Beberapa bahkan menyebut aplikasi sebagai “penipuan” karena merasa dipersulit dalam proses login dan penarikan.
Feb***ora menulis dengan nada kecewa, “Sudah lama kumpulin poin, sudah mau ditukar malah di-logout dan gak bisa login lagi. Login-nya dipersulit, setiap kirim kode ke email tidak pernah masuk.”
Sementara itu, pengguna lain seperti Sha***an menyebut aplikasi ini “nggak jelas banget” karena tiba-tiba muncul notifikasi “ada masalah dengan akun anda” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Perlu Evaluasi dan Perbaikan Layanan
Berdasarkan testimoni di atas, terlihat bahwa YouGov tengah menghadapi tantangan serius dari sisi teknis dan pelayanan kepada pengguna Indonesia. Meskipun dulunya dikenal sebagai aplikasi survei online yang bisa diandalkan, kini kredibilitasnya mulai dipertanyakan.
Bagi Anda yang masih menggunakan YouGov atau baru berniat mencobanya, penting untuk mencermati ulasan-ulasan terbaru dan selalu berhati-hati dalam menyimpan data akun.