
DOYANDUIT – Pada tanggal 11 Juli 2025, aplikasi OMC atau yang dikenal sebagai platform investasi digital tersebut resmi tidak bisa lagi diakses oleh pengguna.
Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa OMC telah scam 100%. Banyak pengguna melaporkan bahwa situs resmi OMC telah hilang dari peredaran tanpa pemberitahuan apa pun, meninggalkan jejak kerugian yang cukup besar bagi para membernya.
Kabar ini dikonfirmasi oleh beberapa konten kreator yang mengikuti perkembangan aplikasi tersebut, salah satunya, channel YouTube Kumpulan Tutorial.
“Aplikasinya sudah tidak bisa diakses lagi, teman-teman alias sudah scam 100%,” ujarnya dikutip pada Minggu, 13 Juli 2025.
Dengan hilangnya akses ini, dana yang tersimpan dalam akun masing-masing pengguna secara otomatis dianggap hangus dan tidak dapat dikembalikan.
Skema Aktivasi dan Pajak yang Menjebak
Menjelang hilangnya aplikasi, OMC sempat meminta pengguna untuk melakukan aktivasi ulang akun dan bahkan menginstruksikan pembayaran pajak tertentu.
Langkah ini diduga sebagai upaya terakhir untuk menguras dana para pengguna. Beberapa korban mengaku masih sempat membayar pajak yang diminta karena percaya platform tersebut masih sah dan aktif.
Yang lebih mengejutkan, ternyata OMC menggunakan sistem referal dan pemberian gaji besar kepada para leader.
Beberapa di antaranya bahkan menerima hadiah mewah seperti sepeda motor dan mobil, yang jika ditelusuri berasal dari dana member yang bergabung melalui skema deposit.
Dugaan Penipuan Dilakukan oleh Oknum Lokal
Hal mengejutkan lainnya adalah dugaan bahwa rekening deposit yang digunakan OMC berasal dari kota-kota di Indonesia seperti Makassar dan Padang.
Hal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku di balik OMC adalah oknum dalam negeri yang memanfaatkan platform luar negeri sebagai kedok operasional.
Dalam salah satu percakapan disebutkan bahwa “semua dikendalikan orang Indonesia sendiri. Kantor terima uang dari kota. Kerjanya hitungan uang dapat nipu ya.”
Ungkapan tersebut mengarah pada pola kerja penipuan yang terstruktur dan menyasar pengguna dari berbagai wilayah di Indonesia.

Risiko Tambahan: Pembobolan Rekening dan Akun Mbanking
Selain kerugian finansial dari hilangnya dana di dalam aplikasi, beberapa pengguna juga mulai mengalami masalah keamanan data pribadi.
Diketahui bahwa ada akun mbanking yang dibobol setelah pengguna sebelumnya memberikan data pribadi, termasuk KTP dan informasi login akun ke dalam sistem OMC.
Salah satu korban melaporkan bahwa akun Brimo miliknya diblokir setelah tiga kali percobaan login yang mencurigakan.
Kasus ini menunjukkan bahwa bahaya dari aplikasi semacam OMC tidak hanya berhenti pada kerugian uang, tetapi juga pada pencurian data dan potensi kejahatan siber lanjutan.
Untuk itu, pengguna yang pernah terdaftar di OMC disarankan untuk segera:
- Mengosongkan saldo mbanking mereka.
- Mengganti PIN dan kata sandi akun digital.
- Menjaga kerahasiaan data pribadi yang pernah dikirimkan ke aplikasi serupa.
Penutupan OMC Jadi Pelajaran Bersama
Kejadian ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih platform investasi digital. Aplikasi dengan janji keuntungan tinggi tanpa transparansi operasional harus diwaspadai.
Terlebih jika sistem yang digunakan mengandalkan referensi anggota baru dan bonus-bonus mencurigakan.
Perlu dicatat pula, setelah penutupan OMC, kemungkinan akan muncul kembali platform sejenis dengan modus yang berbeda namun tetap berujung pada kerugian. “Jadikan ini pembelajaran untuk selanjutnya,” ujar salah satu pengguna yang menyadari kesalahannya mengikuti OMC.
Yang juga perlu diwaspadai adalah pihak-pihak yang mengaku bisa membantu menarik kembali dana dari aplikasi yang sudah scam. Hal tersebut hampir dipastikan adalah penipuan lanjutan dengan memanfaatkan kepanikan korban.