Aplikasi VDM Apakah Penghasil Uang? Intip Dugaan Investasi Bodong Skema Ponzi

10 Agustus 2025 11:00
Bagikan :
Ulasan aplikasi VDM menghasilkan uang atau skema ponzi? (Mulyono Herlambang)

DOYANDUIT – Aplikasi VDM tengah menjadi perbincangan di sejumlah komunitas daring. Disebut-sebut sebagai “aplikasi penghasil uang”, platform ini menawarkan bonus awal Rp12.000 bagi pengguna baru.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh Mulyono Herlambang dalam kanal YouTube miliknya, bonus tersebut bukanlah saldo yang bisa langsung ditarik.

“Ini hanya sebatas pancingan saja untuk kita deposit ke dalam aplikasi ini,” jelas Mulyono.

Ia juga menyebutkan bahwa VDM diduga merupakan reinkarnasi dari aplikasi Next15 yang sebelumnya sudah terbukti scam.

Modus Operandi dan Tawaran Menggiurkan

Skema Investasi dengan Janji Keuntungan Tinggi

Dalam operasionalnya, VDM mengharuskan pengguna untuk melakukan deposit dengan nominal tertentu. Paket investasi terendah disebutkan sebesar Rp80.000 dengan durasi yang diklaim berlaku hingga 10 tahun.

Pengguna dijanjikan penghasilan harian sebesar Rp3.200 yang setelah satu tahun diklaim akan berkembang menjadi Rp1.168.000.

Dari pola ini, Mulyono mengingatkan bahwa janji keuntungan besar dalam waktu lama sering kali menjadi ciri klasik investasi bodong.

“Semakin besar nilai deposit kita, semakin besar nanti pendapatan yang akan kita dapatkan,” katanya, menegaskan bahwa pola ini patut dicurigai.

Indikasi Skema Ponzi

Sistem Referal Berlapis

VDM tidak hanya mengandalkan deposit, tetapi juga menerapkan sistem referal hingga tiga level. Level pertama menawarkan komisi 15%, level kedua 3%, dan level ketiga 2%.

Pola seperti ini cenderung menguntungkan orang yang bergabung lebih awal, sementara anggota baru menjadi sumber dana untuk membayar keuntungan peserta lama.

“Jangan heran ketika nantinya banyak orang yang mengundang kalian untuk bergabung,” ujar Mulyono, “karena mereka mendapatkan komisi dari mengundang kalian tersebut.”

Strategi Menarik Korban

Selain promosi daring, skema seperti ini kerap membangun citra positif di lapangan. Beberapa indikasi yang perlu diwaspadai adalah keberadaan “kantor resmi” atau penyelenggaraan kegiatan sosial di daerah tertentu.

Mulyono menegaskan bahwa langkah-langkah ini sudah pernah dilakukan oleh aplikasi Ponzi sebelumnya untuk menarik kepercayaan masyarakat.

Risiko dan Dampak

Skema investasi seperti yang diduga dijalankan VDM memiliki risiko tinggi. Cepat atau lambat, sistem ini akan runtuh ketika jumlah anggota baru tidak lagi mencukupi untuk membayar keuntungan anggota lama.

Ketika hal itu terjadi, dana yang telah diinvestasikan berpotensi hilang tanpa jejak.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi (SWI) secara rutin merilis daftar entitas investasi ilegal. Masyarakat diimbau untuk memeriksa legalitas sebuah aplikasi atau perusahaan sebelum menanamkan modal.

Kesimpulan

Aplikasi VDM mungkin terlihat menarik bagi sebagian orang karena bonus awal dan janji keuntungan jangka panjang. Namun, indikasi kuat skema Ponzi dan praktik mirip investasi bodong menjadi peringatan keras untuk berpikir dua kali sebelum bergabung.

Seperti yang diungkapkan Mulyono, “Cepat atau lambat pasti nanti akan scam.” Waspada dan selalu lakukan verifikasi informasi agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050