
DOYANDUIT – Akhir-akhir ini, banyak aplikasi yang mengklaim bisa menghasilkan uang dengan cara mudah dan cepat, salah satunya adalah aplikasi bernama Vanguard.
Sekilas, nama tersebut mungkin terdengar familiar karena identik dengan perusahaan investasi global asal Amerika Serikat yang sudah terpercaya. Namun, kenyataannya aplikasi ini bukan bagian dari Vanguard Group yang asli, melainkan diduga kuat mencatut nama besar tersebut untuk menarik minat pengguna.
Melalui berbagai iming-iming seperti penghasilan dari mendengarkan musik hingga skema investasi berimbal hasil tinggi, aplikasi ini menimbulkan pertanyaan serius: benarkah Vanguard ini penghasil uang atau justru modus penipuan berkedok investasi?
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan faktual agar Anda terhindar dari jebakan digital yang merugikan.
Apa Itu Aplikasi Vanguard?
Aplikasi Vanguard yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah Vanguard Group yang asli, yaitu perusahaan investasi ternama asal Amerika Serikat yang telah berdiri sejak 1975 dan mengelola aset triliunan dolar.
Sebaliknya, aplikasi ini adalah versi palsu yang mencatut nama besar Vanguard untuk menarik perhatian dan kepercayaan pengguna.
Aplikasi ini menawarkan skema investasi dengan imbal hasil tinggi, seperti mendengarkan musik selama 30 detik untuk mendapatkan uang, serta investasi dengan keuntungan hingga 3,3% per hari. Namun, untuk bisa menarik uang tersebut, pengguna diwajibkan melakukan deposit terlebih dahulu.
Modus Operandi Aplikasi Vanguard Palsu
1. Menawarkan Keuntungan Tidak Masuk Akal
Aplikasi ini menjanjikan pengembalian investasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat, seperti 3,3% per hari. Dalam dunia investasi yang sah, janji seperti ini sangat tidak realistis dan merupakan indikator kuat dari penipuan.
2. Menggunakan Nama Perusahaan Ternama
Dengan mencatut nama “Vanguard”, aplikasi ini mencoba meyakinkan pengguna bahwa mereka berafiliasi dengan perusahaan investasi ternama. Padahal, Vanguard Group tidak pernah mengeluarkan aplikasi semacam itu.
Hal ini ditegaskan oleh BrokerChooser yang menyatakan bahwa Vanguard bukanlah penipuan, namun ada situs penipuan yang sangat mirip dengan halaman web broker yang sah.
3. Skema Ponzi dan Pancingan
Pengguna awal mungkin bisa menarik sejumlah kecil uang, namun ini hanyalah pancingan untuk mendorong mereka melakukan deposit lebih besar. Setelah itu, proses penarikan menjadi sulit atau bahkan tidak mungkin.

Kasus Serupa di Indonesia
Penipuan berkedok investasi bukanlah hal baru di Indonesia. Pada akhir 2024, Kompas melaporkan kasus penipuan yang mencatut nama TD Ameritrade.
Di mana saat itu, 70 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 20 miliar. Modusnya mirip: menggunakan nama perusahaan ternama untuk menarik korban.
Cara Menghindari Penipuan Investasi
1. Periksa Legalitas Perusahaan
Pastikan perusahaan atau aplikasi investasi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga resmi lainnya.
2. Waspadai Janji Keuntungan Tinggi
Jika suatu investasi menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko, besar kemungkinan itu adalah penipuan.
3. Hindari Transfer ke Rekening Pribadi
Investasi yang sah biasanya menggunakan rekening atas nama perusahaan, bukan pribadi.
4. Cari Informasi dari Sumber Terpercaya
Sebelum berinvestasi, lakukan riset mendalam dan cari ulasan dari sumber yang kredibel.
Aplikasi Vanguard yang menawarkan penghasilan dengan mendengarkan musik atau investasi dengan imbal hasil tinggi adalah penipuan yang mencatut nama perusahaan investasi ternama.
Waspadalah terhadap aplikasi semacam ini dan selalu lakukan verifikasi sebelum berinvestasi. Ingat, jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.