
DOYANDUIT – Beberapa waktu terakhir, muncul aplikasi yang mengklaim sebagai penghasil uang dengan mengatasnamakan Walmart, perusahaan ritel ternama asal Amerika Serikat.
Namun, setelah ditelusuri, aplikasi tersebut tidak memiliki hubungan resmi dengan Walmart Inc. dan terindikasi sebagai investasi bodong.
Bagi pengguna baru, aplikasi ini menawarkan saldo awal sebesar Rp10.000. Namun, saldo tersebut tidak dapat langsung ditarik.
Pengguna diarahkan untuk melakukan deposit terlebih dahulu agar bisa mencairkan dana. Sistem ini menjadi pintu awal yang memancing korban untuk menanamkan modal.
“Saldo awal hanya pancingan, tujuannya agar pengguna mau deposit,” jelas channel YouTube Mulyono Herlambang.
Modus Operandi yang Digunakan
1. Menyalahgunakan Nama Perusahaan Terkenal
Walmart asli memiliki situs resmi di walmart.com dan beroperasi sebagai marketplace internasional. Aplikasi yang dimaksud hanya mencatut nama dan logo untuk menarik kepercayaan masyarakat, tanpa adanya keterkaitan legal.
2. Sistem Investasi dengan Imbalan Tinggi
Aplikasi ini menjanjikan imbal hasil harian yang tidak wajar. Misalnya, dengan modal Rp50.000, pengguna diklaim akan memperoleh pendapatan Rp10.000 per hari selama 45 hari, sehingga total mencapai Rp450.000.
Bahkan, ada paket modal Rp20 juta yang disebut dapat menghasilkan Rp180 juta dalam periode yang sama.
Model seperti ini masuk dalam skema Ponzi, di mana keuntungan dibayarkan menggunakan uang dari anggota baru.
Pada tahap awal, beberapa pengguna mungkin benar-benar menerima pembayaran, tetapi hanya untuk memancing investasi lebih besar.
Indikasi Penipuan yang Terlihat
Berdasarkan pengamatan, terdapat beberapa tanda mencurigakan, antara lain:
- Biaya layanan tinggi, mencapai 10% dari setiap penarikan.
- Alamat domain tidak relevan dengan situs resmi Walmart.
- Rekening penerima atas nama pihak ketiga, dalam hal ini “Ilustra Nova Inovasi” yang terdaftar di Jakarta Selatan. Nama ini disebut-sebut pernah digunakan dalam aplikasi penipuan serupa.
- Keterbatasan akses fitur yang membuat pengguna sulit melakukan deposit atau penarikan secara normal.
“Cepat atau lambat, aplikasi semacam ini akan berhenti membayar dan menutup akses pengguna,” tegas Mulyono Herlambang.

Potensi Kerugian bagi Korban
Jika aplikasi ini benar-benar scam, kerugian bisa sangat besar, terutama bagi pengguna yang sudah menanamkan modal tinggi. Saat sistem berhenti beroperasi, dana yang sudah disetorkan berpotensi hilang sepenuhnya.
Selain kerugian finansial, korban juga rentan mengalami penyalahgunaan data pribadi, terutama jika mereka telah mengunggah dokumen identitas atau memberikan akses ke dompet digital mereka.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Badan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara rutin mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah.
Sebelum bergabung ke platform investasi, penting untuk:
- Memeriksa legalitas perusahaan melalui situs resmi OJK.
- Menghindari skema yang menjanjikan keuntungan tetap dalam waktu singkat.
- Meneliti alamat domain dan informasi kontak perusahaan.
- Waspada jika diminta transfer ke rekening pribadi atau nama yang tidak sesuai dengan badan usaha resmi.
Kesimpulan
Fenomena aplikasi yang mengatasnamakan perusahaan besar seperti Walmart menunjukkan bahwa modus penipuan digital semakin canggih. Meski kemasannya terlihat meyakinkan, iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat patut dicurigai.
Masyarakat diharapkan lebih waspada, memverifikasi setiap informasi, dan tidak tergiur oleh tawaran yang terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Ingat, keamanan finansial dimulai dari kewaspadaan diri sendiri.