
DOYANDUIT – Belakangan, aplikasi Boat Away ramai diperbincangkan sebagai salah satu game penghasil uang tercepat di tahun 2025. Promosinya sederhana: pengguna hanya perlu menunggu layar aktif, menonton iklan, atau mengundang teman untuk mendapatkan poin. Poin tersebut nantinya bisa dikonversi menjadi saldo e-wallet seperti Dana atau OVO.
Sejumlah konten kreator di YouTube turut mengulas aplikasi ini. Salah satunya memperlihatkan bukti transaksi dengan pernyataan:
“Bisa kalian lihat di notifikasi, aku dibayar sebanyak dua kali hari ini pada tanggal 2 September, yaitu sebanyak Rp551.000 dan Rp265.000. Saldo aku jadi 3,7 juta,” jelas seorang YouTuber dalam video ulasannya.
Tentu, pernyataan seperti itu menarik minat banyak pengguna. Namun, apakah benar aplikasi ini konsisten membayar?
Mekanisme dan Cara Klaim
Sistem Poin dan Penarikan
Boat Away memberikan poin otomatis setiap 30–60 detik saat aplikasi dijalankan. Poin yang terkumpul dapat ditukar ke dolar dan dikonversi ke rupiah melalui e-wallet. Menurut video ulasan, pengguna bisa menarik saldo mulai dari $0,35 dengan potongan pajak 2%.
Program Referal
Selain menunggu poin otomatis, pengguna juga bisa memperoleh bonus dengan mengundang teman. Sistemnya memberikan komisi instan sekitar Rp1.600 ditambah 20% dari penghasilan teman yang berhasil melakukan penarikan.
Respons dan Kontroversi
Meski ada bukti pembayaran dari sebagian pengguna, ulasan lain justru menunjukkan pengalaman yang berlawanan.
- Keterlambatan penarikan:
“Sudah melakukan penarikan, nunggu 3 hari statusnya terkirim ke Dana, tapi tidak ada masuk di akun saya. Ini pembodohan,” tulis Mi***dra (27 Juli 2025). - Perbedaan saldo yang signifikan:
Fl***et (2 Agustus 2025) menulis, “Beneran dibayar tapi tidak sesuai. Dari Rp450.000 yang ditarik, masuknya cuma Rp5.000 saja.” - Gangguan iklan dan keamanan:
Mu***m fals (9 November 2024) mengeluhkan, “Setelah instal apk ini, banyak apk baru terinstal sendiri. HP sering keluar iklan meski tidak digunakan.”
Beberapa ulasan lain bahkan menyebut Boat Away sebagai “game sampah” karena terlalu banyak iklan, minim hasil, dan sulit mencapai batas minimal penarikan.

Perspektif Hukum dan Perlindungan Konsumen
Di Indonesia, aktivitas aplikasi penghasil uang seperti Boat Away perlu dicermati dari sisi hukum. Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, setiap pelaku usaha dilarang memberikan informasi yang menyesatkan terkait manfaat suatu produk.
Selain itu, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi menekankan bahwa layanan keuangan digital wajib diawasi dan memiliki izin resmi.
Jika sebuah aplikasi tidak tercatat di OJK maupun Kominfo, maka keamanannya patut dipertanyakan.
Kesimpulan
Boat Away memang menawarkan iming-iming penghasilan instan melalui poin otomatis dan sistem referal. Namun, berdasarkan ulasan pengguna, ada banyak kendala yang membuat aplikasi ini diragukan kredibilitasnya.
Sebagian pengguna mengaku berhasil menarik saldo, tetapi banyak juga yang melaporkan saldo tidak masuk, nominal berbeda jauh dari penarikan, hingga risiko keamanan perangkat akibat munculnya aplikasi asing tanpa izin.
Sebelum mencoba aplikasi serupa, penting bagi masyarakat untuk selalu:
- Memeriksa legalitas aplikasi di laman resmi Kominfo atau OJK.
- Membaca ulasan pengguna secara menyeluruh, tidak hanya dari konten promosi.
- Memahami bahwa tidak ada cara instan untuk mendapatkan penghasilan besar tanpa risiko.
Dengan demikian, Boat Away lebih tepat disebut sebagai aplikasi hiburan dengan potensi risiko, alih-alih sumber penghasilan utama.