Game BusGOGOGO Benarkah Aplikasi Penghasil Uang Legit? Begini Cara Main dan Ulasan Pengguna

20 September 2025 17:00
Bagikan :
Fakta BusGOGOGO: Aplikasi Penghasil Uang 2025 (Play Store)

DOYANDUIT – Dalam beberapa bulan terakhir, aplikasi BusGOGOGO buatan Moonlabs menjadi perbincangan hangat. Di Play Store, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 1 juta kali dengan rating 4,4 bintang dari 90 ribu ulasan.

Klaimnya sederhana: main game mobil-mobilan, kumpulkan koin, lalu tukarkan menjadi uang tunai melalui e-wallet seperti DANA, OVO, atau GoPay.

Sejumlah kanal YouTube bahkan menayangkan video yang menyebut aplikasi ini legit terbukti dibayar tiap hari. Dalam salah satu video, kreator konten memperlihatkan proses penarikan Rp240.000 dan Rp40.000 yang langsung masuk ke saldo DANA.

Ini bukan editan ya, ini langsung masuk,” ujarnya penuh semangat.

Namun, di balik klaim manis tersebut, pengalaman pengguna justru menggambarkan cerita yang berbeda.

Cara Kerja dan Mekanisme Permainan

Bermain Mobil-Mobilan untuk Dapat Koin

Konsep permainan BusGOGOGO sangat sederhana. Pengguna hanya perlu memainkan game mengendarai mobil hingga mencapai level tertentu. Setiap kemenangan memberi koin yang dapat dikonversi menjadi saldo rupiah.

Syarat Penarikan yang Rumit

Meskipun tampak mudah, penarikan dana tidak serta-merta bisa dilakukan. Dalam video promosi, disebutkan bahwa pengguna harus mencapai minimal level 10 untuk bisa melakukan penarikan pertama.

Bahkan ada klaim yang menyarankan pemain naik hingga level 300 agar benar-benar bisa mencairkan uang. Seorang YouTuber yang mengulas aplikasi ini mengatakan:

“Saya sarankan sekali lagi jangan hanya level 10, tetapi kalian bermain dari 1 sampai 300 level. Di situlah banyak bonusnya, dan admin jamin kalian pasti WD (withdrawal).”

Sayangnya, pengalaman di lapangan berbeda. Banyak pengguna justru mengeluh penarikan dalam jumlah besar sulit dilakukan.

Review Pengguna di Play Store

Jika melihat ulasan di Play Store, nuansanya jauh lebih kritis dibanding promosi YouTube. Banyak yang menyebut aplikasi ini justru memakan kuota lebih banyak dibanding hasil yang didapatkan.

  • Dede Dermawan (25 Agustus 2025):
    “Aplikasi wajib di-uninstal, hanya menghabiskan kuota aja hasilnya zonk. Pembodohan dan suka error.”
  • Adipati Mbelings (19 Mei 2025):
    “Semakin mendekati 160k, poin yang didapat makin kecil. Developer sepertinya sengaja biar tidak membayar. Game jadi melelahkan sekaligus memiskinkan.”
  • Danni Alan (15 Juni 2025):
    “Minimal harus nonton 50 iklan per hari. Hasilnya hanya Rp250 perak sehari, sementara kuota habis 1 GB per hari. Satu bulan habis Rp45 ribu buat kuota, hasilnya Rp7.500.”
  • Taufik Barhen (5 April 2025):
    “Sudah lewat level 10 ternyata tidak bisa tarik uang. Harus 300 ribu saldo dulu. Buang kuota internet, saya uninstall.”
  • Midah Nurmayanti (20 April 2025):
    “Kuota habis, waktu habis, empunya aplikasi kaya, kita kere. Semua aplikasi penghasil uang tipu-tipu. Saya kasih bintang 1.”

Dari beragam komentar tersebut, pola yang muncul jelas: penarikan kecil mungkin berhasil, tetapi penarikan besar hampir mustahil.

Skema yang Sering Terjadi di Aplikasi Sejenis

Fenomena BusGOGOGO bukanlah hal baru. Banyak aplikasi penghasil uang memakai skema yang mirip:

  1. Pembayaran kecil cair dengan mudah
    Tujuannya untuk membuat pengguna percaya dan semakin rajin bermain.
  2. Penarikan besar dipersulit
    Biasanya muncul syarat tambahan, seperti harus mencapai level tinggi, mengundang teman, atau menonton iklan dalam jumlah besar.
  3. Eksploitasi iklan
    Pengembang mendapatkan keuntungan dari iklan yang ditonton pemain, sementara imbalan untuk pengguna semakin kecil.

Lembaga riset digital bahkan pernah menyinggung praktik ini sebagai bentuk “click exploitation”, di mana aplikasi lebih mementingkan trafik iklan daripada kesejahteraan pengguna.

Merugikan Pengguna

Beberapa alasan mengapa aplikasi seperti BusGOGOGO dianggap merugikan pengguna antara lain:

  • Skema penarikan yang tidak transparan: Batas minimal pencairan tinggi dan terus bertambah seiring penggunaan.
  • Konsumsi data internet berlebihan: Pengguna dipaksa menonton iklan puluhan kali per hari.
  • Nilai imbalan yang tidak sepadan: Bayaran hanya beberapa ratus rupiah, sementara biaya kuota jauh lebih besar.
  • Potensi manipulasi review: Rating tinggi di awal bisa jadi hasil promosi atau review palsu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pernah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dengan aplikasi yang menjanjikan imbalan uang tanpa mekanisme bisnis yang jelas.

Kesimpulan

BusGOGOGO mungkin terlihat menjanjikan di permukaan, terutama dengan adanya bukti penarikan kecil di beberapa video YouTube.

Namun, ulasan pengguna di Play Store menunjukkan pola yang berulang: penarikan besar hampir mustahil, sementara pengguna dirugikan oleh kuota dan waktu yang terbuang.

Jika Anda ingin mencoba, sebaiknya lakukan dengan sikap kritis dan jangan berharap terlalu besar. Alih-alih menjadi jalan pintas menghasilkan uang, aplikasi seperti ini sering kali lebih mirip permainan yang hanya menguntungkan pengembang melalui iklan.

Dengan kata lain, BusGOGOGO bisa jadi “membayar kecil untuk membuat betah, tapi mempersulit saat nominal besar.”

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050