
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan daya tahan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Hingga sesi pertama berakhir, indeks menguat 36,77 poin atau 0,61 persen ke level 6.074,62, sekaligus mempertahankan posisi di atas area psikologis 6.000.
Penguatan ini terjadi setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
Bagi pelaku pasar, keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi nasional masih dinilai kuat di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.
Total transaksi selama sesi pertama mencapai Rp10,22 triliun dengan volume perdagangan 21,83 miliar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 1,8 juta kali.
Sebanyak 421 saham menguat, 182 saham melemah, dan 187 saham bergerak stagnan.
S&P Jadi Sentimen Positif bagi Pasar
Pelaku pasar menaruh perhatian besar terhadap keputusan terbaru S&P Global Ratings yang kembali mengafirmasi peringkat kredit Indonesia pada level investment grade.
Dalam laporannya, S&P menilai Indonesia masih memiliki sejumlah fondasi ekonomi yang relatif kuat, antara lain:
- Pertumbuhan ekonomi yang konsisten di kisaran 5 persen
- Disiplin fiskal dengan defisit APBN di bawah 3 persen PDB
- Rasio utang pemerintah yang relatif rendah dibanding negara setara
- Stabilitas sistem keuangan dan sektor perbankan yang terjaga
- Reformasi tata kelola sektor sumber daya alam
S&P bahkan memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen hingga 2029.
Di mata investor, kepastian bahwa tidak ada penurunan rating maupun revisi outlook menjadi kabar yang cukup melegakan.
Sebelumnya, sebagian pelaku pasar sempat mengantisipasi risiko penurunan prospek akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Investor Asing Masih Pilih Berhati-Hati
Meski IHSG menguat, aliran dana asing belum sepenuhnya kembali masuk ke pasar domestik.
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp501 miliar selama sesi pertama.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah manajer investasi global masih cenderung selektif karena faktor eksternal yang belum sepenuhnya stabil.
Beberapa sentimen yang masih menjadi perhatian antara lain:
- Ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran
- Risiko gangguan distribusi energi global melalui Selat Hormuz
- Kenaikan harga minyak dunia
- Pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak di kisaran Rp18.100 per dolar AS
Kondisi tersebut membuat sebagian investor asing memilih menunggu kepastian lebih lanjut sebelum meningkatkan eksposur ke aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sektor Kesehatan dan Konsumsi Pimpin Penguatan
Menariknya, penguatan IHSG kali ini tidak ditopang oleh saham perbankan besar yang justru mengalami tekanan. Sektor kesehatan menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan lebih dari 2 persen.
Disusul oleh:
| Sektor | Kenaikan |
|---|---|
| Kesehatan | 2,14% |
| Konsumsi Non Primer | 2,10% |
| Infrastruktur | 2,03% |
| Energi | 1,92% |
| Barang Baku | 1,10% |
Sementara itu sektor keuangan justru terkoreksi sekitar 1,42 persen sehingga membatasi laju penguatan indeks.
Saham yang Banyak Diborong dan Dijual Asing
Top Net Foreign Buy
| Kode | Nilai |
|---|---|
| TPIA | Rp71,43 miliar |
| BREN | Rp56,79 miliar |
| TLKM | Rp37,49 miliar |
| TINS | Rp23,49 miliar |
| ENRG | Rp22,46 miliar |
Top Net Foreign Sell
| Kode | Nilai |
|---|---|
| BBRI | Rp202,81 miliar |
| BMRI | Rp178,34 miliar |
| BBCA | Rp90,18 miliar |
| BRPT | Rp66,56 miliar |
| AMMN | Rp46,50 miliar |
Terlihat aksi jual masih terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Top Gainers dan Top Losers Hari Ini
Perburuan saham lapis dua dan lapis tiga masih cukup terasa pada perdagangan sesi pertama.
Top Gainers
| Kode | Kenaikan |
|---|---|
| AGAR | 25,00% |
| PRDL | 25,00% |
| ISEA | 20,00% |
Dua saham bahkan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), menandakan tingginya minat beli dari pelaku pasar.
Top Losers
| Kode | Penurunan |
|---|---|
| JELI | -11,37% |
| KONI | -9,09% |
| COCO | -9,03% |
Bursa Asia Ikut Menguat
Sentimen positif tidak hanya terjadi di Indonesia.
Mayoritas indeks saham Asia juga bergerak di zona hijau pada perdagangan Selasa siang.
- Nikkei Jepang naik 0,24 persen
- Straits Times Singapura naik 0,24 persen
- Shanghai Composite menguat 0,09 persen
- Hang Seng Hong Kong bertambah 0,01 persen
Kondisi ini menunjukkan investor regional relatif menyambut baik perkembangan ekonomi dan kebijakan global terbaru.
Penguatan IHSG ke level 6.074 menunjukkan pasar masih merespons positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
Meski demikian, data transaksi memperlihatkan investor asing belum sepenuhnya kembali agresif. Arus dana keluar dari saham-saham perbankan besar menjadi pengingat bahwa sentimen global masih memengaruhi arah pasar.
Untuk jangka pendek, kombinasi antara fundamental domestik yang kuat dan perkembangan geopolitik global kemungkinan tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah IHSG berikutnya.