
DOYANDUIT – Di tengah maraknya aplikasi penghasil uang berbasis kuis, ISUL kembali muncul sebagai salah satu aplikasi yang banyak diperbincangkan pada 2025.
Dikembangkan oleh DM IT Solution, aplikasi ini tersedia di Google Play Store dengan rating 4,8 bintang dari lebih dari 54 ribu ulasan dan telah diunduh lebih dari 1 juta kali.
Sekilas, ISUL menghadirkan konsep permainan edukasi berupa kuis pengetahuan umum. Pengguna bisa mengumpulkan skor dari setiap permainan, yang kemudian akan dikonversi menjadi poin pada tengah malam.
Poin inilah yang bisa ditukar dengan saldo e-wallet seperti Dana atau GoPay, bahkan opsi lain seperti top-up game.
Namun, pertanyaan pentingnya: apakah aplikasi ini benar-benar menguntungkan atau justru membuat pengguna rugi karena menghabiskan banyak waktu dan biaya internet?
Bukti Penarikan: Ada, Tapi Kecil
Dalam salah satu video ulasan di YouTube terbaru, seorang pengguna menunjukkan bukti penarikan dari ISUL sebesar Rp25.000 ke akun Dana.
“Nah, jadi ini dia bukti penarikan mimin dan saat ini sudah berhasil masuk sebesar Rp25.000. Memang penarikannya enggak besar ya, tapi lumayan nih, Bosku. Buat sekadar jajan semangkok mie ayam masih bisa nih,” ujar pengguna tersebut.
Namun demikian, patut kita pertanyakan apakah ulasan di YouTube tersebut merupakan review jujur ataukah video promosi atau endorsment dari pengembang. Karena itulah, penting untuk mencari ulasan pembanding agar mendapatkan informasi yang utuh.
Cara Bermain di ISUL
Sistem Skor dan Poin
Permainan dalam aplikasi ini berupa kuis dengan durasi 60 detik per sesi. Pengguna diberi kesempatan menjawab hingga lima kali salah. Skor yang diperoleh akan dikonversi menjadi poin setiap malam. Konversi standar yang ditampilkan adalah 2 poin = Rp1.
Contohnya, jika pengguna memiliki 50.000 poin, maka bisa melakukan penarikan senilai Rp25.000.
Menonton Iklan untuk Tambahan Skor
Selain bermain kuis, aplikasi memberikan opsi menonton iklan untuk menambah skor. Misalnya, setelah menyelesaikan kuis, pengguna akan ditawari untuk menonton iklan agar mendapat tambahan skor.
Sistem ini jelas menjadi sumber utama pendapatan aplikasi, tetapi juga menjadi salah satu keluhan terbesar pengguna.
Keluhan Pengguna: Antara Iklan dan Manipulasi
Meskipun terlihat menjanjikan di awal, banyak pengguna mengaku kecewa dengan sistem ISUL. Berikut beberapa komentar yang muncul di Play Store:
- Saepudin (15 September 2025):
“Konversi score tidak sesuai dengan informasi. Sangat mengecewakan, 6193 skor = 885 poin, yang seharusnya dapat 1238 poin. Sudah berulang kali tidak sesuai.” - Manisa WhajaSahron (8 Mei 2025):
“Awalnya dipaksa kasih bintang 5 untuk dapat koin, tapi hitungan koinnya tidak jelas. Iklannya banyak, poinnya kecil. Butuh 3 hari untuk dapat Rp1.000.” - Muhmmad Ammir (4 April 2025):
“Aplikasi ini jelas jelek. Kadang poin masuk, kadang tidak. Giliran mau nonton iklan, tidak muncul. Giliran tidak mau nonton iklan, malah muncul sendiri. Main sehari enggak dapat Rp5.000.” - Sayyida Syakira Kamiliyya (20 Juli 2025):
“Aplikasi ini sangat mengecewakan. Penarikan butuh poin dan gold, tapi gold-nya harus top-up dulu. Tujuannya kan buat dapat uang, kenapa malah harus keluar uang dulu?”
Dari ulasan ini terlihat bahwa sebagian besar pengguna menganggap ISUL tidak sebanding dengan waktu, kuota internet, dan tenaga yang dikeluarkan. Apalagi mengharuskan pengguna untuk melakukan top up melalui aplikasi.

Antara Edukasi dan Eksploitasi
Salah satu daya tarik ISUL adalah format kuis edukatif yang memberi kesan positif karena melatih pengetahuan. Namun, di balik itu, sistem monetisasi berbasis iklan membuat pengalaman pengguna terasa seperti “terjebak” dalam tontonan iklan yang berulang.
Fenomena ini bukan hal baru. Banyak aplikasi penghasil uang serupa menggunakan strategi serupa: memberikan iming-iming saldo kecil, tetapi mewajibkan pengguna menonton iklan dalam jumlah masif.
Menurut laporan dari Google Play Data Safety, aplikasi yang terlalu banyak menayangkan iklan tanpa transparansi pada pengguna berpotensi melanggar pedoman kebijakan.
Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa beberapa aplikasi serupa sebelumnya diturunkan dari toko aplikasi.
Apakah ISUL Layak Dicoba?
Jika tujuan Anda adalah mencari penghasilan tambahan yang signifikan, aplikasi ini jelas bukan jawabannya. Waktu yang terbuang, kuota internet yang terkuras, dan nilai imbalan yang kecil membuat ISUL lebih cocok dianggap sebagai hiburan sesaat, bukan sebagai sumber pendapatan.
Aplikasi ini juga menimbulkan kontroversi karena beberapa ulasan menyebut adanya manipulasi konversi poin, sistem iklan yang memaksa, hingga permintaan rating bintang 5 yang dipaksakan.
Bagi sebagian orang, mungkin menyenangkan mencoba kuis sambil berharap dapat uang jajan. Tetapi, untuk jangka panjang, penting diingat bahwa aplikasi seperti ISUL sering kali lebih menguntungkan pengembang ketimbang penggunanya.