
DOYANDUIT – Admediajob merupakan aplikasi yang mengklaim bisa memberikan penghasilan tambahan kepada penggunanya dengan cara menyelesaikan tugas menonton video.
Bagi pengguna baru, tersedia akun gratis bertajuk “karyawan magang” yang menawarkan lima tugas dengan imbalan Rp4.000 per tugas. Jika semua tugas diselesaikan, pengguna bisa mendapatkan Rp20.000 tanpa modal awal.
Mekanisme kerja aplikasi ini cukup sederhana. Setelah menonton video hingga selesai, pengguna akan diminta menjawab pertanyaan sederhana sebagai bentuk verifikasi.
Setelah jawaban benar dimasukkan, saldo pengguna langsung bertambah. Meski terlihat mudah dan menjanjikan, sistem seperti ini sering digunakan sebagai strategi awal untuk menarik minat dan membangun kepercayaan.
Namun, untuk mencairkan saldo tersebut, pengguna diwajibkan membeli kontrak tertentu yang memerlukan deposit. Inilah titik awal yang harus diwaspadai.
Indikasi Skema Ponzi dan Risiko Penipuan
Sistem Tingkatan dan Bonus Undangan
Admediajob menyediakan sistem keanggotaan berjenjang, dari staf biasa hingga manajer, dengan iming-iming gaji bulanan mulai dari Rp300.000 hingga Rp20 juta.
Namun untuk mencapai posisi ini, pengguna harus merekrut sejumlah orang agar bergabung dan melakukan deposit. Misalnya, untuk menjadi staf, diperlukan minimal 10 orang bawahan.
Menurut ulasan di berbagai media sosial dan komunitas, pola ini sangat mirip dengan skema Ponzi, di mana uang yang dibayarkan kepada anggota lama berasal dari deposit anggota baru.
Selama jumlah pendaftar terus meningkat, sistem mungkin tampak berjalan. Tetapi ketika arus deposit melambat, risiko kegagalan sistem atau scam meningkat tajam.
Bukti Penarikan dan Kenyataan di Balik Sistem Pembayaran
Dalam beberapa kasus, aplikasi memang membayar penggunanya, tetapi hanya di awal. Hal ini bertujuan menciptakan kesan aplikasi terpercaya agar lebih banyak orang tergoda untuk melakukan deposit dalam jumlah besar.
“Jangan mau dibodohi oleh sistem seperti ini. Mereka hanya menggunakan uang kalian untuk membayar leader-leader sebelumnya,” ujar narator di channel YouTube Kumpulan Tutorial.
Lebih jauh lagi, metode pembayaran atau pengisian saldo dalam aplikasi ini tidak menggunakan rekening resmi perusahaan.
Saat dicoba deposit Rp1 juta, nama penerima dana yang muncul bukan atas nama perusahaan melainkan individu. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa dana yang dihimpun tidak dikelola secara legal dan profesional.

Tidak Memiliki Izin dari OJK
Meski mungkin memiliki izin usaha untuk mendirikan perusahaan, Admediajob tidak memiliki izin menghimpun dana dari masyarakat.
Hal ini sangat penting karena semua layanan yang melibatkan investasi atau penyimpanan dana publik harus diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tanpa pengawasan tersebut, risiko pengguna menjadi korban penipuan semakin besar.
Berbagai aplikasi serupa seperti AMP, OMC, dan ETP pernah viral sebelumnya dan sempat membayar penggunanya, namun kini semuanya sudah tutup dan menyisakan banyak korban.
Berdasarkan pola tersebut, banyak yang menduga Admediajob juga akan mengalami nasib serupa.
Kenali Ciri Aplikasi Berisiko Tinggi
Beberapa ciri umum dari aplikasi dengan potensi penipuan antara lain:
- Menjanjikan penghasilan besar dalam waktu singkat
- Mewajibkan deposit untuk mencairkan saldo
- Menawarkan bonus besar dari sistem referal
- Menggunakan akun penerima dana atas nama pribadi
- Tidak memiliki izin resmi dari OJK
Bagi pengguna yang sudah sempat bergabung, sebaiknya segera berhenti sebelum mengalami kerugian lebih lanjut. Aplikasi seperti ini biasanya hanya bertahan selama masih banyak anggota baru yang terus bergabung.
Kesimpulan
Admediajob mungkin terlihat menjanjikan bagi pengguna baru, tetapi sistem kerjanya menyimpan risiko besar. Dengan model bisnis yang mengandalkan deposit pengguna dan tidak diawasi lembaga resmi, potensi kerugian sangat besar.
Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan cepat. Selalu teliti legalitas dan cara kerja aplikasi sebelum memutuskan bergabung atau menginvestasikan uang.