
DOYANDUIT – Beberapa waktu terakhir, aplikasi Biu Man cukup ramai dibicarakan sebagai salah satu game penghasil uang. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Play Store dan menawarkan sistem permainan sederhana mirip dengan game Fruit Bomb.
Melalui permainan, misi harian, hingga aktivitas menonton video, pengguna dapat memperoleh koin serta apa yang disebut sebagai “uang hijau”.
Hadiah yang terkumpul kemudian bisa ditukarkan melalui berbagai metode pembayaran digital populer di Indonesia seperti DANA, OVO, GoPay, maupun PayPal. Sekilas, mekanisme ini terdengar menarik, apalagi bagi pengguna yang mencari hiburan sekaligus imbalan.
Mekanisme Penarikan dalam Aplikasi
Dalam berbagai ulasan, penarikan dari aplikasi Biu Man dijelaskan cukup mudah dilakukan. Pengguna hanya perlu memilih jumlah saldo yang ingin dicairkan lalu menentukan metode pembayaran, misalnya OVO. Proses ini sering digambarkan berhasil dengan notifikasi “penarikan sukses”.
Namun, seperti diatur dalam norma perlindungan konsumen, setiap penyedia layanan digital yang menjanjikan imbalan uang harus mampu memberikan transparansi atas sistem dan keberlanjutan pembayarannya.
Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, ditegaskan bahwa pelaku usaha wajib memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi serta jaminan barang dan/atau jasa yang ditawarkan.
Tugas dan Sistem Reward
Selain bermain, pengguna juga dapat menyelesaikan berbagai misi untuk memperoleh hadiah tambahan. Misalnya:
- Misi harian seperti login dan bermain dengan durasi tertentu.
- Menonton iklan video yang menjadi sumber pendapatan utama bagi aplikasi.
- Membuka peta dengan kupon, yang juga bisa menghasilkan poin dan uang hijau.
Koin atau poin dari misi tersebut dapat ditukar, namun jumlah yang terkumpul sering kali terasa kecil jika dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan.
Suara Pengguna: Dari Antusias ke Kecewa
Meski ada yang menyatakan berhasil melakukan penarikan, banyak ulasan terbaru menunjukkan ketidakpuasan. Beberapa pengguna menilai hadiah yang awalnya besar justru makin lama semakin kecil.
“Pas awal-awal download perolehannya 3 ribu setiap level, kok lama-kelamaan jadi 810 rupiah, malah makin dikit terus. Aku mau main lagi malah nggak ada uangnya sama sekali, adanya malah poin.” – Al***ni, 11 Agustus 2025
“Hari pertama main uangnya besar, tapi kok hari ke-3 uangnya dikit ya. Susah dapatnya, gila sih ini apk. Awas aja kalau nggak dibayarin.” – Maw***ak, 13 Agustus 2025
Bahkan ada yang menyebut saldo mereka berhenti di jumlah tertentu tanpa bisa bertambah lagi.
“Pendapatan mentok di 135 ribu, dimainkan tiap hari uang tidak bertambah. Fix ini apk sampah, nggak usah di-download, boro-boro membayar.” – Ya***na, 13 Agustus 2025

Potensi Masalah dan Regulasi
Fenomena aplikasi seperti Biu Man sebenarnya bukan hal baru. Banyak game serupa muncul dengan iming-iming hadiah uang, namun sering kali diwarnai keluhan yang sama: hadiah berkurang seiring waktu, syarat penarikan tinggi, bahkan ada yang tidak membayar.
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, setiap layanan yang mengklaim memberikan manfaat finansial wajib berada dalam pengawasan yang jelas.
Jika sebuah aplikasi tidak memiliki izin atau pengawasan resmi, risiko kerugian sepenuhnya ditanggung pengguna.
Kesimpulan
Game Biu Man memang memberikan daya tarik dengan sistem hadiah uang yang bisa ditukar melalui e-wallet populer. Namun, berdasarkan pengalaman banyak pengguna, realita yang ditemui tidak selalu seindah janji awal.
Hadiah yang menurun drastis, saldo yang berhenti di angka tertentu, hingga dugaan aplikasi tidak membayar, membuat kredibilitasnya patut dipertanyakan.
Bagi Anda yang tertarik mencoba, penting untuk selalu berhati-hati dan memahami risiko. Sebagai pengguna, Anda berhak atas informasi yang jujur dan transparan sesuai aturan perlindungan konsumen di Indonesia.