
DOYANDUIT – Aplikasi Super Habit mencuri perhatian banyak pengguna Android setelah berhasil diunduh lebih dari lima juta kali di Play Store. Dengan rating 4,6 bintang, sekilas aplikasi ini tampak menjanjikan.
Begitu membuka aplikasi, pengguna baru langsung disambut dengan hadiah selamat datang yang bisa diklaim hanya dengan satu ketukan. Selain itu, tersedia fitur check-in harian yang memungkinkan pengguna mengumpulkan poin dengan cara menonton video iklan.
Dari segi tampilan, Super Habit menyerupai aplikasi game kasual dengan berbagai misi sederhana. Pengguna dapat menyelesaikan “tugas harian” untuk mendapatkan koin, mulai dari menonton video, memutar roda keberuntungan, hingga mengikuti lucky draw.
Ada pula fitur unduh wallpaper yang menjadi pelengkap, meski tidak berpengaruh pada sistem penghasilan.
Namun, di balik berbagai aktivitas yang ditawarkan, sebagian besar tugas mengharuskan pengguna menonton iklan dalam jumlah besar.
Aktivitas ini menjadi pintu utama bagi pengguna untuk mengumpulkan saldo dalam aplikasi, yang nantinya bisa diklaim dalam bentuk uang tunai.
Mekanisme Penarikan yang Menimbulkan Tanda Tanya
Nominal Penarikan yang Tak Realistis
Super Habit menyediakan beberapa opsi penarikan saldo, mulai dari Rp1 hingga Rp12 juta. Secara teoritis, penarikan paling kecil bisa dilakukan dengan cepat. Namun, nominal penarikan di atas Rp1, seperti Rp7.500 atau lebih besar, disebut-sebut sulit untuk dicairkan.
Dalam video ulasan channel YouTube Kumpulan Tutorial, disebutkan bahwa pengguna hanya benar-benar bisa menarik nominal Rp1, sedangkan nominal lainnya tidak akan pernah dibayarkan.
“Untuk penarikan yang Rp7.500 ini tidak akan membayar. Ketika saldo kalian sudah mendekati Rp7.500 nanti kalian akan dipersulit, akan banyak video yang harus kalian tonton. Intinya dia tidak akan membayar kalian,” ujar pengulas dalam video tersebut.
Proses Penarikan yang Membingungkan
Metode penarikan dalam aplikasi hanya tersedia melalui akun DANA. Setelah pengguna mengisi nomor akun dan mengirim permintaan, proses penarikan kembali mewajibkan mereka untuk menonton iklan tambahan.
Situasi ini membuat prosesnya terasa berputar-putar dan tidak pernah benar-benar selesai.
Pengulas juga mengaku batal melakukan penarikan karena merasa prosesnya terlalu rumit dan memakan waktu.
Mekanisme seperti ini menjadi salah satu ciri khas aplikasi penghasil uang palsu yang memanfaatkan perhatian pengguna untuk mendulang pendapatan iklan, tanpa benar-benar memberikan imbalan nyata.
Testimoni Pengguna yang Menguatkan Dugaan Scam
Komentar Negatif Bermunculan
Seiring meningkatnya jumlah unduhan, ulasan pengguna di Play Store juga bermunculan, sayangnya, sebagian besar berisi keluhan dan pengalaman buruk. Seorang pengguna dengan nama Juni Nooobb menulis pada 4 Oktober 2025:
“Cuman buang-buang waktu, ketika mau diambil disuruh masukan email, sedangkan menu mengikat akun dengan email tidak ada, dan saldo sudah banyak tapi tertera saldo tidak mencukupi 🤣🤣, parah lu min.”
Pengguna lain, Hadi Soelistyo Taniati, menyebut aplikasi ini sebagai penipuan:
“Super Habit adalah game penipu. Sudah menyelesaikan uang dolar sebanyak $500 tetapi tidak bisa dicairkan. Harus menyelesaikan 30 kali lucky wheel, itu sudah pertanda penipuan sama pengguna. Jadi lebih baik diuninstal saja game sampah busuk ini, gak ada gunanya cuma menipu penggunanya.”
Komentar-komentar seperti ini terus berulang. Rain Flytoland bahkan menyebut iklan dalam aplikasi “maksa dan sangat lama”, sementara sistem pembayaran menggunakan “Pagbank” yang tidak tersedia di Indonesia.
Beberapa pengguna lain, seperti DPT Channel dan Nyoto Karyono, menegaskan bahwa tombol pencairan dana “disembunyikan” dan aplikasi ini hanya mengandalkan penayangan iklan untuk keuntungan pengembang.

Pola Aplikasi yang Tidak Sustainable
Fokus pada Iklan, Bukan Pembayaran
Dari mekanisme dan testimoni pengguna, Super Habit menunjukkan pola umum aplikasi penghasil uang palsu.
Pengembang memanfaatkan keinginan pengguna untuk mendapatkan penghasilan cepat dengan sistem sederhana, lalu mengunci proses pencairan melalui syarat yang semakin rumit.
Sementara itu, pengguna terus menonton iklan yang menjadi sumber pendapatan utama bagi pihak pengembang.
Dengan model seperti ini, pengguna hanya menjadi “penonton iklan gratis” tanpa mendapatkan kompensasi nyata.
Skema seperti ini telah berulang kali muncul pada berbagai aplikasi serupa yang akhirnya ditinggalkan pengguna setelah mengetahui tidak ada pembayaran yang benar-benar masuk.
Perlu Kewaspadaan Pengguna
Penting bagi pengguna untuk berhati-hati terhadap aplikasi yang menjanjikan penghasilan besar hanya dengan tugas ringan seperti menonton iklan.
Umumnya, aplikasi yang benar-benar membayar akan memiliki sistem verifikasi akun yang jelas, metode pembayaran yang legal di Indonesia, serta riwayat pembayaran yang dapat diverifikasi.
Ketika syarat pencairan semakin kabur dan jumlah iklan terus bertambah, itu menjadi tanda bahwa aplikasi tersebut kemungkinan besar tidak dapat diandalkan.