Review Aplikasi ITV Benarkah Bisa Menghasilkan Uang atau Hanya Modus Penipuan? Ini Penjelasannya

29 Juli 2025 11:00
Bagikan :
Aplikasi ITV: Penghasil Uang Instan atau Investasi Bodong?

DOYANDUIT – Aplikasi ITV belakangan ini menarik perhatian banyak pengguna internet karena mengklaim dapat memberikan penghasilan tambahan hanya dengan menyelesaikan tugas ringan seperti menonton video.

Dalam praktiknya, pengguna yang baru mendaftar disebut akan mendapatkan status “magang” dengan akses ke lima tugas awal. Setiap tugas akan memberikan imbalan sekitar Rp2.000, sehingga total pengguna bisa mengumpulkan Rp10.000 secara cuma-cuma di tahap awal.

Namun, setelah menyelesaikan tugas awal, sistem akan mulai mendorong pengguna untuk melakukan deposit agar bisa mengakses lebih banyak misi dan meningkatkan pendapatan.

Terdapat beberapa paket berbayar yang disebut dengan istilah “PI” dalam aplikasi ini. Sayangnya, perhitungan keuntungan yang ditawarkan dari setiap paket dinilai tidak masuk akal, bahkan cenderung menyesatkan.

Skema Referral dan Modus Operasi yang Meragukan

Salah satu hal yang paling mencolok dari aplikasi ITV adalah sistem referalnya. Pengguna yang berhasil mengajak orang lain untuk bergabung akan mendapatkan komisi hingga tiga level: 10% untuk level pertama, 3% untuk level kedua, dan 1% untuk level ketiga.

Skema ini menjadikan pengguna sebagai “alat” perekrut untuk memperluas jangkauan aplikasi.

“Perputaran uang di aplikasi ini hanya berasal dari member ke member saja, bukan dari hasil usaha nyata,” ujar Channel YouTube Kumpulan Tutorial.

Sistem seperti ini sangat khas dalam skema Ponzi atau skema piramida, di mana hanya pengguna awal yang bisa merasakan keuntungan. Sementara pengguna baru berisiko besar kehilangan uang jika sistem sewaktu-waktu berhenti beroperasi.

Apakah ITV Aman Digunakan?

Dari pengalaman pengguna dan hasil pengamatan di lapangan, aplikasi ITV memang pada awalnya terlihat membayar. Namun, hal ini biasanya hanya terjadi pada fase promosi untuk menarik banyak pengguna.

Seiring waktu, banyak aplikasi serupa yang menutup layanan secara mendadak, meninggalkan kerugian bagi banyak anggota yang sudah melakukan deposit.

Selain itu, kegiatan utama di aplikasi ini, yaitu menonton video selama 10 detik lalu menjawab pertanyaan, terlihat seperti kedok untuk memberikan kesan “beraktivitas”.

Padahal, aktivitas ini tidak memiliki nilai ekonomi nyata yang bisa dijadikan sumber keuntungan berkelanjutan bagi aplikasi tersebut.

Dari segi regulasi, aplikasi seperti ITV juga tidak terdaftar atau memiliki izin resmi dari lembaga pengawas keuangan yang diakui di Indonesia.

Hal ini tentu menjadi peringatan serius bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk menyetor dana ke dalam aplikasi.

Waspadai Skema Serupa

Melihat pola dan sistem yang digunakan, aplikasi ITV lebih tepat disebut sebagai skema investasi bodong yang memanfaatkan iming-iming penghasilan instan. Praktik semacam ini sudah banyak memakan korban di masa lalu dan umumnya berakhir merugikan banyak pihak.

Pesan penting yang bisa disampaikan adalah berhati-hatilah dalam menggunakan aplikasi yang menjanjikan uang mudah. Selalu pastikan aplikasi atau platform digital memiliki legalitas yang jelas dan model bisnis yang transparan. Iming-iming penghasilan pasif dari aktivitas sederhana sering kali hanyalah pancingan agar pengguna bersedia melakukan deposit.

Penting juga untuk tidak tergoda dengan ajakan dari teman atau kenalan yang membagikan kode referral.

“Saran saya, jangan bergabung walaupun kalian bisa mendapatkan uang. Uang yang didapatkan itu juga tidak berkah,” ujar YT Kumpulan Tutorial.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050