
DOYANDUIT – Belakangan ini, nama Finance Wise semakin sering muncul di media sosial seperti TikTok, Facebook, hingga grup Telegram.
Banyak yang mempromosikannya sebagai aplikasi investasi penghasil uang dengan iming-iming profit harian hanya dengan melakukan deposit. Namun, apakah aplikasi ini benar-benar bisa dipercaya? Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber dan analisis para pengamat digital, Finance Wise merupakan investasi bodong dengan skema ponzi. Artinya, uang yang dibayarkan ke pengguna lama berasal dari deposit pengguna baru.
Ini bukan model bisnis yang sehat atau berkelanjutan, melainkan pola klasik penipuan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu di puncak rantai—seperti buzzer, promotor, dan leader aplikasi.
Dalam video YouTube Kepon Kupi, disebutkan bahwa “Aplikasi ini belum terbukti melakukan pembayaran secara halal… karena perputaran uang hanya berasal dari member ke member.”
Artinya, tidak ada aktivitas bisnis riil yang bisa menjamin keberlanjutan pembayaran.
Tidak Terdaftar di OJK dan Potensi Merugikan Pengguna
Finance Wise mengklaim telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun fakta menunjukkan sebaliknya. Nama aplikasi ini tidak tercantum dalam daftar platform resmi yang terdaftar atau diawasi OJK. Hal ini bisa dicek langsung melalui situs ojk.go.id, yang secara rutin memperbarui daftar entitas legal.
Ketiadaan izin dari regulator seperti OJK menjadi indikator kuat bahwa platform ini tidak aman digunakan untuk investasi. Lebih dari itu, aplikasi ini juga menggunakan berbagai taktik manipulatif untuk menarik pengguna, mulai dari sistem referal, promosi palsu, hingga testimoni dari influencer yang sebenarnya tidak merasakan dampak langsung.
Yang lebih mengkhawatirkan, menurut narasi dalam video yang sama, ada korban yang bahkan sampai berhutang demi bisa melakukan deposit.
Ketika aplikasi ini berhenti beroperasi (scam), seluruh dana pengguna bisa lenyap begitu saja. Sementara itu, pelaku utama justru mendapatkan keuntungan dari dana para korban.

Mengapa Skema Ponzi Berbahaya dan Harus Dihindari
Skema ponzi seperti yang dilakukan Finance Wise bukan hanya ilegal, tetapi juga berbahaya secara sosial dan finansial. Banyak pengguna awam yang tergiur karena minimnya literasi keuangan. Mereka percaya dengan janji penghasilan pasif tinggi tanpa kerja keras.
“Gunakan akal sehat. Mana ada mendapatkan uang dengan mudah dan halal di zaman sekarang ini tanpa bekerja keras,” ungkap narator dalam video tersebut.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa tidak ada investasi yang sah yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko.
Beberapa indikator umum skema ponzi yang perlu Anda waspadai antara lain:
- Iming-iming keuntungan tetap setiap hari atau minggu.
- Sistem referal atau komisi dari merekrut orang baru.
- Tidak ada produk atau layanan nyata yang dijual.
- Tidak memiliki izin dari otoritas keuangan resmi.
Jaga Diri dan Orang Terdekat dari Investasi Ilegal
Meski saat ini belum muncul korban yang secara terang-terangan melapor, pola seperti ini sudah berulang kali terjadi pada aplikasi serupa seperti Grad Fund dan RRC. Kedua aplikasi tersebut juga pernah viral sebelum akhirnya hilang dan merugikan banyak pengguna.
Sebagai pengguna internet yang cerdas, Anda perlu skeptis terhadap setiap tawaran investasi, terutama yang muncul dari media sosial. Hindari aplikasi yang tidak memiliki izin resmi, tidak transparan, dan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Kesimpulan
Finance Wise bukanlah aplikasi investasi yang aman. Dengan skema ponzi, klaim legalitas palsu, dan praktik tidak etis, aplikasi ini sangat berpotensi merugikan banyak orang.
Lindungi diri Anda dan orang-orang terdekat dari jebakan semacam ini. Jika sudah terlanjur bergabung, segera hentikan aktivitas deposit dan waspadai segala bentuk ajakan dari buzzer atau promotor yang hanya mengejar komisi.