
DOYANDUIT – Aplikasi 68EA belakangan mencuri perhatian publik sebagai salah satu aplikasi penghasil uang berbasis investasi. Tersedia di Play Store dan telah diunduh lebih dari seribu kali, 68EA menarik minat pengguna dengan iming-iming keuntungan finansial.
Namun, untuk bisa mendaftar ke aplikasi ini, pengguna wajib memiliki kode undangan. Tanpa kode tersebut, proses registrasi tidak bisa dilanjutkan.
Ini merupakan pola yang umum ditemukan dalam aplikasi berpotensi scam, karena sistem undangan digunakan untuk membentuk jaringan tertutup dan mengontrol penyebaran informasi.
“Ketika saya coba mencari kode undangan, ternyata cukup sulit. Banyak yang menyarankan menghubungi mereka lewat WhatsApp. Bahkan ada peringatan bahwa akun bisa dibekukan jika menyebarkan kode sembarangan,” ujar konten kreator dari channel Kumpulan Tutorial dalam videonya.
Aplikasi ini tidak hanya eksis di Indonesia. Dari kolom komentar pengguna, ditemukan banyak respon dari luar negeri, terutama India, yang menguatkan dugaan bahwa 68EA merupakan bagian dari operasi global yang memakai pendekatan serupa: sistem referral, komentar positif palsu, dan promosi door-to-door.
Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Ditemukan di 68EA
Komentar Buzzer dan Promosi Door-to-Door
Salah satu indikator mencurigakan dari aplikasi ini adalah banyaknya komentar positif yang tampak tidak alami.
Banyak komentar di media sosial atau YouTube yang menggunakan bahasa campur aduk, terjemahan kaku, atau terlihat seperti hasil dari program otomatis. Komentar semacam itu biasanya digunakan untuk membangun citra positif palsu.
“Komentar-komentar ini kemungkinan besar berasal dari buzzer atau anggota yang dibayar oleh aplikasi untuk meyakinkan calon korban bahwa platform ini aman,” ujar narator.
Selain itu, promosi dilakukan secara tertutup dan tidak melalui kanal publik resmi. Banyak pengguna yang menyarankan untuk menghubungi langsung via WhatsApp hanya demi mendapatkan akses.
Aktivitas Sosial sebagai Strategi Penyamaran
Menariknya, aplikasi 68EA juga mulai menunjukkan aktivitas offline, seperti donor darah, pertemuan komunitas, hingga bakti sosial. Ini sering kali digunakan oleh aplikasi semacam ini untuk menciptakan kesan positif dan memperluas jaringan.
Namun perlu diingat, strategi ini bukan hal baru. Banyak aplikasi berbasis skema Ponzi menggunakan pendekatan serupa. Tujuannya jelas: membangun kepercayaan publik dan merekrut anggota baru agar aliran dana tetap berjalan.

Sumber Dana dan Risiko Kehilangan Uang
Salah satu poin penting dalam video review tersebut adalah bagaimana 68EA bisa membayar penggunanya. Sang reviewer menegaskan, “Aplikasi seperti ini memang terbukti membayar, tapi uang yang dibayarkan itu berasal dari deposit pengguna lain, bukan dari hasil investasi nyata.”
Ini adalah pola umum dalam skema ponzi, di mana keuntungan diberikan dari dana yang disetorkan oleh anggota baru. Saat jumlah pendaftar melambat atau menurun, maka aliran dana terputus dan aplikasi akan berhenti membayar—alias scam.
Menurut data Play Store, aplikasi ini terakhir diperbarui pada 24 Mei 2025, sementara informasi pendaftaran pertama muncul pada 25 April 2025. Dengan usia yang masih sangat baru, dan belum ada kejelasan legalitas atau izin usaha, risiko kerugian sangat tinggi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran dan analisis dari berbagai indikator, aplikasi 68EA menunjukkan banyak ciri khas investasi bodong. Mulai dari sistem undangan tertutup, promosi yang tidak transparan, komentar spam, hingga pola pembayaran dari deposit member baru—semua ini mengarah pada modus skema ponzi.
Meski aplikasi ini mungkin masih membayar penggunanya saat ini, penting untuk diingat bahwa bukan berarti aplikasi tersebut aman atau legal. Justru, pembayaran awal sering digunakan untuk menjaring lebih banyak korban.
Jika Anda mempertimbangkan untuk bergabung ke dalam aplikasi semacam ini, pikirkan ulang dan lakukan riset mendalam. Jangan mudah tergiur dengan janji manis keuntungan cepat, karena bisa jadi itu hanya jalan menuju kerugian besar.