Solusi Aplikasi AMP Fitur Penarikan Tidak Bisa, Apakah Sudah SCAM?

18 Juli 2025 13:00
Bagikan :
Aplikasi AMP penghasil uang: situs masih aktif, penarikan dana tak bisa dilakukan.

DOYANDUIT – Fenomena aplikasi penghasil uang kembali memicu kekhawatiran publik. Kali ini, aplikasi bernama AMP yang sempat mencuri perhatian karena menjanjikan imbal hasil tinggi, kini tengah disorot tajam.

Pasalnya, sejumlah pengguna mulai melaporkan bahwa mereka tidak lagi bisa menarik dana dari platform tersebut, meski saldo digital mereka masih menunjukkan angka fantastis.

Dalam sebuah video berdurasi hampir sembilan menit yang beredar luas di kanal YouTube Kumpulan Tutorial, narator menjelaskan bahwa saldo dalam aplikasi AMP sejatinya hanya angka kosong.

“Walaupun di sini ada saldo Rp1 juta, Rp10 juta, itu hanya sebatas angka dan nominal saja. Sedangkan uang kalian asli sudah dibawa kabur oleh aplikasi ini,” jelasnya.

Taktik Lama, Wajah Baru: Bayar Pajak Sebelum Hilang

Yang lebih memprihatinkan, AMP diduga menggunakan modus lama yang kerap muncul pada aplikasi serupa: mewajibkan pengguna membayar pajak untuk bisa mencairkan saldo.

Dalam kenyataannya, dana tersebut tak kunjung masuk ke rekening pengguna. “Kenapa baru disuruh bayar pajak di akhir-akhir ketika mau scam? Itu hanya modus penipuan,” tegas narator.

Taktik seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, aplikasi seperti ONC, MX Trend, dan DBC juga disebut melakukan pola yang sama: menampilkan keuntungan besar, lalu meminta pajak sebagai syarat penarikan, sebelum akhirnya layanan ditutup secara sepihak dan dana lenyap begitu saja.

Narator juga menjelaskan bahwa sebagian besar pembayaran yang diterima pengguna lama biasanya berasal dari setoran member baru, sebuah pola khas dalam skema Ponzi.

“Jadi sama saja kalian itu memakan uang hak milik orang lain,” katanya.

Respons Pengguna: Dari Euforia ke Penyesalan

Reaksi pengguna yang semula antusias kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Dalam kolom komentar, muncul pengakuan dari seseorang yang mengaku telah menyetorkan hingga Rp10 juta.

Sayangnya, ketika ingin menarik dana, aplikasi justru tidak merespons. “Padahal aku sudah kerja setengah tahun kenapa tiba-tiba scam sekarang?” tulis pengguna tersebut.

Uniknya, ada juga komentar dari akun yang mengaku sebagai “karyawan” AMP Global Indonesia. Namun narator membantah klaim itu secara tegas.

“Ketika aplikasinya masih berjaya, kalian masih dianggap sebagai karyawan karena kalian masih menguntungkan bagi aplikasi ini. Ketika sudah tidak menguntungkan lagi, maka kalian akan dibuang begitu saja,” ujarnya.

Sulitnya Menempuh Jalur Hukum

Meski kasus ini mulai mencuat, proses hukum terhadap aplikasi seperti AMP seringkali terhambat. Tanpa bukti kuat dan korban langsung yang melapor, upaya pelaporan ke pihak berwenang sulit dilakukan.

“Karena saya bukan pemain aplikasi ini, bukan juga sebagai korban dan tidak ada bukti, saya tidak bisa lakukan pelaporan,” ucap narator.

Namun, beberapa komunitas pengguna kini mulai berinisiatif mengumpulkan bukti dan membentuk grup diskusi agar dapat menyusun laporan kolektif. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk menekan pihak berwenang agar menindaklanjuti.

Muncul Aplikasi Serupa: FT Group Wajib Diwaspadai

Di tengah kisruh AMP, mulai muncul aplikasi baru bernama FT Group yang disebut-sebut menggunakan pendekatan serupa.

Narator dalam video menegaskan agar publik tidak lagi jatuh ke dalam jebakan yang sama. “Cepat atau lambat, pasti juga akan scam nantinya,” pungkasnya.

Pelajaran dari Kasus AMP

Kisah AMP menjadi pengingat bagi kita semua bahwa janji penghasilan besar dari aplikasi digital harus disikapi dengan skeptisisme dan kehati-hatian. Tidak semua aplikasi penghasil uang memiliki model bisnis yang sehat atau transparan.

Jika Anda pernah menggunakan AMP dan mengalami kendala serupa, segera dokumentasikan bukti-bukti seperti tangkapan layar transaksi dan histori komunikasi dengan pihak aplikasi. Langkah ini penting sebelum aplikasi benar-benar menghilang dari peredaran.

Menghadapi era digital yang semakin kompleks, literasi keuangan digital menjadi kebutuhan mutlak.

Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk lebih bijak sebelum berinvestasi atau mempercayakan dana pada platform yang belum terverifikasi legalitasnya.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050