
DOYANDUIT – Aplikasi Oke Pinjaman, yang dikembangkan oleh Verite Media, belakangan menjadi bahan pembicaraan di kalangan pengguna ponsel, terutama mereka yang mencari solusi pendanaan cepat.
Berdasarkan deskripsi resminya, aplikasi ini diklaim sebagai kalkulator pinjaman untuk membantu merencanakan keuangan.
Namun, seperti yang disampaikan oleh YouTuber Muhamad Ardin dalam ulasan videonya, banyak ulasan pengguna yang mengindikasikan bahwa Oke Pinjaman beroperasi layaknya platform pinjaman online.
Saat pertama kali dibuka, aplikasi ini meminta login menggunakan nomor ponsel aktif. Prosesnya terbilang mudah karena tidak memerlukan kode OTP, yang justru dinilai berisiko oleh pengulas.
Setelah login, pengguna langsung diarahkan untuk mengisi data pribadi sebelum dapat mengajukan pinjaman.
Proses Pengajuan Pinjaman
Data yang Diminta
Untuk mengajukan pinjaman, pengguna harus melewati beberapa tahap pengisian data, yaitu:
- Informasi dasar: status perkawinan, pendidikan terakhir, dan data umum lainnya.
- Data pekerjaan: jenis industri, periode gaji, dan tanggal penerimaan gaji.
- Kontak darurat: dua nomor kontak yang bisa dihubungi.
- Dokumen identitas: foto KTP bagian depan dan belakang.
- Data rekening bank: nama bank dan nomor rekening penerima.
“Jangan langsung mengunggah dokumen KTP atau mengisi informasi pribadi jika aplikasi ini mencurigakan,” ujar Muhamad Ardin.
Penawaran Pinjaman
Setelah data terisi, aplikasi memberi keterangan bahwa pengguna memenuhi syarat. Limit pinjaman berkisar antara Rp15 juta hingga Rp25 juta, dengan contoh simulasi:
- Pinjaman Rp15 juta, tenor 12 bulan.
- Suku bunga bulanan 0,42% dengan total bunga Rp750.000.
- Angsuran bulanan sekitar Rp1.312.500.
Sekilas, tawaran ini terlihat menarik. Namun, pengulas menekankan bahwa Oke Pinjaman tidak terdaftar di OJK, sehingga berstatus ilegal.

Risiko yang Perlu Diwaspadai
Status Legalitas
Salah satu poin krusial adalah absennya Oke Pinjaman dalam daftar pinjol legal OJK. Kondisi ini membuat pengguna tidak memiliki perlindungan hukum jika terjadi masalah, seperti penyalahgunaan data atau penagihan yang tidak sesuai prosedur.
Biaya Administrasi
Pengguna diminta membayar biaya administrasi Rp150.000 sebelum pencairan. Pihak aplikasi mengklaim biaya ini akan dikembalikan dalam 7 hari kerja jika pinjaman dibatalkan.
Namun, Muhamad Ardin mengingatkan bahwa “Biasanya, pinjaman seperti ini akan meminta biaya tambahan di tahap berikutnya.”
Potensi Penipuan
Dalam banyak kasus serupa, skemanya dimulai dari biaya awal yang kecil, lalu berlanjut dengan permintaan dana tambahan. Ujungnya, pencairan pinjaman tak pernah terealisasi, sementara data pribadi sudah terlanjur masuk ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kesimpulan
Secara tampilan dan proses, Oke Pinjaman dari Verite Media mungkin terlihat sebagai aplikasi pinjaman cepat dengan bunga rendah. Namun, minimnya verifikasi login, permintaan data sensitif, kewajiban biaya di awal, serta status ilegal membuatnya patut diwaspadai.
Bagi yang membutuhkan pinjaman, sebaiknya memilih layanan yang terdaftar di OJK dan transparan dalam hal biaya serta syarat. Ingat, kemudahan pencairan tidak selalu berarti keamanan.
“Saya harapkan kalian bisa menghindari pinjaman seperti ini, teman-teman,” tutup Muhamad Ardin dalam videonya.