
DOYANDUIT – Airdrop adalah strategi pemasaran yang kerap digunakan proyek blockchain untuk memperkenalkan token baru sekaligus memperluas komunitasnya. Airdrop merupakan distribusi token secara gratis kepada pemilik aset kripto tertentu sebagai bentuk promosi maupun apresiasi.
Proyek biasanya menggunakan mekanisme ini untuk membangun loyalitas, menarik pengguna baru, atau memberikan insentif kepada mereka yang sudah lebih dulu mendukung ekosistem.
Dengan kata lain, airdrop tidak hanya sekadar “hadiah gratis,” tetapi juga bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Midnight: Airdrop Multichain untuk Pemilik Koin Utama
Salah satu airdrop terbesar tahun ini datang dari Midnight, sebuah proyek blockchain yang mengedepankan privasi dengan teknologi zero-knowledge smart contracts. Midnight dikembangkan oleh Input Output, perusahaan yang juga menggarap protokol Cardano.
Proyek ini menghadirkan dua jenis token: NIGHT sebagai aset utama, dan DUST untuk membayar biaya transaksi. Snapshot kepemilikan aset dilakukan pada 11 Juni 2025, mencakup pemegang ADA, BTC, ETH, SOL, BNB, XRP, AVAX, hingga BAT.
Fase klaim telah dibuka sejak 5 Agustus dan berlangsung hingga 4 Oktober 2025. Setelah periode tersebut, Midnight menyiapkan dua fase lanjutan:
- Scavenger Mine (30 hari): Token yang tidak diklaim akan dialokasikan kembali kepada pengguna yang menyumbangkan daya komputasi.
- Lost-and-Found (4 tahun): Kesempatan terakhir bagi mereka yang terlewat untuk mengambil token melalui verifikasi mandiri.
Warden Protocol: Blockchain untuk Agen AI
Berbeda dari Midnight, Warden Protocol berfokus pada integrasi AI dengan blockchain. Melalui ekosistemnya, pengguna dapat menemukan dan berinteraksi dengan agen AI secara langsung.
Warden tengah menggelar kampanye Summer of PUMP, di mana pengguna dapat mengumpulkan PUMPs melalui berbagai aktivitas:
- Menyimpan token di jaringan Solana, Ethereum, atau Base.
- Melakukan swap dengan minimal $5.
- Menyelesaikan tugas riset harian di Messari Deep Research.
- Mengundang teman melalui sistem referral.
PUMPs yang terkumpul nantinya bisa ditukar dengan $WARP dan membuka peluang untuk mendapatkan airdrop token $WARD.
Mitosis: Inovasi Likuiditas DeFi
Proyek lain yang menarik perhatian adalah Mitosis, sebuah Layer 1 blockchain yang berfokus pada optimalisasi likuiditas di dunia DeFi.
Konsepnya memungkinkan aset lintas rantai dikelola dalam bentuk token baru, seperti miAssets dan maAssets, yang bisa diperdagangkan maupun dijadikan agunan.
Saat ini, Mitosis sedang menggelar kampanye Expedition, di mana peserta dapat mengumpulkan MITO Points dengan cara menyetor aset dan memegang miAssets.
Poin tersebut akan menjadi dasar pembagian airdrop token tata kelola MITO di masa depan.

ChainGPT: Teknologi Blockchain dan AI
ChainGPT adalah proyek yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan blockchain. Melalui platform ini, pengguna dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti generator dan auditor kontrak pintar, asisten trading berbasis AI, hingga alat pembuatan NFT otomatis.
Proyek ini juga menyediakan SDK dan API yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan fitur AI ke dalam aplikasi mereka.
ChainGPT telah menarik perhatian berkat kolaborasi strategis dengan sejumlah pemain besar di industri, termasuk Google, Nvidia, BNB Chain, dan Chainlink. Saat ini, ChainGPT tengah mengadakan kampanye airdrop bekerja sama dengan Cronos dengan total hadiah senilai $100.000 CRO.
Peserta bisa mengumpulkan poin dengan beragam cara, seperti mencetak NFT, melakukan interaksi di media sosial resmi proyek, serta mengundang teman untuk bergabung.
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin besar peluang untuk memperoleh bagian dari hadiah airdrop. Kampanye ini berakhir pada 23 Juli 2025, sehingga menjadi kesempatan penting bagi komunitas kripto yang ingin mencoba teknologi AI dalam ekosistem blockchain.
Oro: Pemanfaatan Data Pribadi
Berbeda dengan ChainGPT, Oro berfokus pada pengelolaan data pribadi yang aman untuk keperluan pengembangan AI. Melalui aplikasi konsumen yang ramah pengguna, Oro memungkinkan partisipan membagikan data pribadi mereka secara sukarela melalui misi interaktif yang disebut quests.
Data tersebut kemudian diolah dalam sistem privasi tinggi menggunakan teknologi seperti zkTLS dan secure computing environment.
Sebagai imbalannya, pengguna memperoleh token ORO berdasarkan poin yang dikumpulkan. Mekanisme perolehan poin cukup beragam, mulai dari menautkan akun media sosial, aplikasi kesehatan, hingga berpartisipasi dalam kegiatan komunitas. Transparansi dijaga dengan mencatat setiap kontribusi dan imbalan di blockchain publik.
Oro tidak hanya memberikan insentif finansial, tetapi juga menawarkan model baru dalam kepemilikan data.
Alih-alih dijual kepada pihak ketiga tanpa izin, data pengguna tetap berada dalam kendali penuh pemiliknya, sekaligus memberi manfaat bagi perkembangan teknologi AI.
Ethereal: Bursa DEX Ekosistem Ethena
Ethereal adalah bursa terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi dalam ekosistem Ethena. Platform ini mendukung perdagangan spot maupun kontrak berjangka, dan menggabungkan elemen on-chain serta off-chain untuk mencapai keseimbangan antara performa cepat layaknya bursa terpusat dan keamanan khas DEX.
Hal yang membedakan Ethereal adalah penggunaan stablecoin USDe sebagai jaminan utama (collateral). Dengan cara ini, pengguna bisa tetap menikmati imbal hasil dari stablecoin tersebut meski sedang menggunakannya untuk aktivitas perdagangan.
Pada saat artikel ini ditulis, Total Value Locked (TVL) di platform ini sudah mencapai lebih dari $816 juta, angka yang menunjukkan minat tinggi dari komunitas.
Ethereal tengah mengadakan program Season Zero, di mana peserta yang menyimpan USDe ke dalam kontrak deposit akan mendapatkan poin loyalitas.
Poin ini tidak hanya membuka akses ke peluncuran produk baru, tetapi kemungkinan besar juga akan dikonversi menjadi token di masa depan—meski hal ini belum diumumkan secara resmi oleh pihak proyek.
Rings Protocol: Jembatan Ethereum – Sonic
Terakhir, ada Rings Protocol, sebuah jembatan likuiditas yang menghubungkan blockchain Ethereum dengan Sonic.
Melalui Rings, pengguna bisa memindahkan stablecoin dan token lain berbasis Ethereum ke jaringan Sonic, lalu memperoleh token turunan dengan awalan “sc” (misalnya scETH). Token turunan ini tidak hanya dapat digunakan di ekosistem Sonic, tetapi juga secara otomatis menghasilkan imbal hasil (yield).
Aset yang dijaminkan disimpan dalam vault di jaringan Ethereum yang dikelola oleh Veda, dan kemudian diinvestasikan melalui protokol DeFi mapan seperti Aave. Hal ini membuat Rings berperan ganda: sebagai solusi jembatan lintas rantai sekaligus sarana pendapatan pasif.
Saat ini, Rings menjalankan program poin dengan sistem multiplier. Pengguna yang hanya memegang token turunan mendapatkan multiplier 1x, sedangkan mereka yang menambah likuiditas mendapat 1.5x.
Staking token memberi multiplier 2x, sementara locking token dalam jangka waktu tertentu memberikan multiplier tertinggi yaitu 3x. Sistem ini mendorong keterlibatan lebih aktif dari pengguna, sekaligus memperkuat likuiditas dalam ekosistem Sonic
Penutup
Fenomena airdrop kripto di tahun 2025 menunjukkan bagaimana strategi distribusi token terus berevolusi, dari sekadar bagi-bagi gratis menjadi ekosistem dengan gamifikasi, riset, hingga integrasi AI.
Setiap proyek membawa pendekatan berbeda, baik untuk meningkatkan partisipasi pengguna maupun memperkuat fondasi teknologinya.
Namun, perlu diingat bahwa setiap airdrop memiliki syarat, mekanisme, dan batas waktu yang berbeda. Bagi Anda yang tertarik, pastikan selalu memeriksa sumber resmi dari masing-masing proyek agar tidak ketinggalan kesempatan maupun informasi penting.