Analis JPMorgan Prediksi Bitcoin Capai $165.000 Tahun Ini: Valuasinya Masih Undervalued

3 Oktober 2025 11:00
Bagikan :
Bitcoin Undervalued, Potensi Naik 42% Menurut JPMorgan

DOYANDUIT – Harga Bitcoin berpotensi melonjak hingga $165.000 per koin pada akhir tahun 2025. Prediksi ini datang dari analis JPMorgan yang menilai bahwa Bitcoin saat ini “masih undervalued” jika dibandingkan dengan emas, terutama setelah memperhitungkan volatilitasnya.

Dilansir dari theblock.co, dalam laporan yang dirilis Rabu, tim analis JPMorgan yang dipimpin oleh Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou mencatat bahwa rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas telah turun di bawah angka 2,0.

Artinya, untuk saat ini, Bitcoin hanya membutuhkan sekitar 1,85 kali lebih banyak modal risiko dibandingkan emas.

Berdasarkan perhitungan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar $2,3 triliun masih perlu naik sekitar 42% untuk menyamai sekitar $6 triliun nilai investasi privat dalam bentuk emas (ETF, batangan, dan koin).

“Perhitungan mekanis ini mengindikasikan potensi kenaikan yang signifikan bagi Bitcoin,” katanya.

Menariknya, perbandingan valuasi tersebut mengalami perubahan besar dalam setahun terakhir. Di akhir 2024, Bitcoin dinilai overvalued sekitar $36.000 dibandingkan emas yang telah disesuaikan dengan volatilitas.

Kini, posisi itu berbalik: Bitcoin justru dinilai undervalued sekitar $46.000.

Tren “Debasement Trade” Dorong Minat Investor

Investor Ritel Jadi Penggerak Utama

Lonjakan minat terhadap Bitcoin dan emas terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang fiat dan defisit fiskal berbagai negara.

JPMorgan menyebut fenomena ini sebagai “debasement trade” — strategi investor untuk mengamankan nilai kekayaan mereka di luar sistem keuangan tradisional, dengan memilih aset lindung nilai seperti Bitcoin dan emas.

Analis menilai, sejak akhir 2024, arus investasi kumulatif ke ETF spot Bitcoin dan emas naik tajam. Inflow ke ETF Bitcoin melonjak pesat di awal 2025 sebelum mengalami perlambatan pada Agustus.

Sementara itu, ETF emas justru mencatat peningkatan arus dana dalam beberapa bulan terakhir, mempersempit kesenjangan antara keduanya.

Meski investor institusi mulai terlibat melalui kontrak berjangka di CME, posisi futures tersebut masih tertinggal dibandingkan aliran dana ke ETF. Hal ini menunjukkan bahwa investor ritel memainkan peran lebih besar dalam tren debasement trade saat ini.

Pergerakan Harga Emas Memperkuat Daya Tarik Bitcoin

Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas mencatat kenaikan tajam. Akibatnya, Bitcoin terlihat semakin menarik secara relatif.

JPMorgan sempat memproyeksikan harga Bitcoin akhir tahun berada di kisaran $126.000 pada Agustus. Namun, dengan kenaikan harga emas yang signifikan, target tersebut kini direvisi menjadi $165.000.

Statistik Pasar Bitcoin Saat Ini

Per 3 Oktober 2025 pukul 11.27 GMT+7, harga Bitcoin berada di kisaran $120.189,16 dengan penurunan tipis 0,26% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai $2,39 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $66 miliar.

Berikut beberapa data kunci Bitcoin:

  • Kapitalisasi pasar: $2,39 triliun
  • Volume perdagangan: $66,10 miliar
  • Suplai beredar: 19,93 juta BTC
  • Suplai maksimum: 21 juta BTC
  • Tertinggi sepanjang masa: $123.731,21

Dari sisi kinerja, Bitcoin mencatat pertumbuhan 98,09% dalam setahun terakhir, dan lebih dari 1.600% sejak awal penciptaannya.

Optimisme Pasar dan Proyeksi Global

Pandangan JPMorgan ini sejalan dengan meningkatnya optimisme pasar terhadap Bitcoin menjelang akhir tahun.

Sejumlah lembaga keuangan besar dan analis independen mulai mengeluarkan proyeksi bullish, dengan beberapa bahkan memperkirakan harga bisa mencapai $200.000.

Kombinasi antara penurunan volatilitas, meningkatnya arus dana ke ETF, dan tren debasement trade di tengah kondisi makro global menjadi faktor utama yang menopang ekspektasi tersebut.

Kekhawatiran terhadap inflasi, kredibilitas bank sentral, dan ketegangan geopolitik terus mendorong investor untuk mencari alternatif lindung nilai di luar mata uang fiat tradisional.

“Penurunan volatilitas relatif Bitcoin terhadap emas adalah faktor penting yang menjadikan valuasi Bitcoin saat ini terlihat menarik,” ujar Nikolaos Panigirtzoglou.

Tantangan Tetap Ada

Meski outlook terlihat positif, sejumlah risiko masih membayangi. Ketergantungan terhadap arus masuk ETF, potensi regulasi yang lebih ketat, dan volatilitas pasar kripto global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pergerakan harga emas dan dinamika kebijakan moneter negara maju juga akan berpengaruh terhadap arah harga Bitcoin ke depan.

Para analis menekankan bahwa prediksi harga tidak bersifat pasti dan bisa berubah seiring perkembangan pasar.

Namun, tren struktural yang saat ini terjadi menunjukkan adanya dorongan kuat dari investor ritel dan meningkatnya penerimaan aset kripto dalam ekosistem keuangan global.

Kesimpulan

Prediksi JPMorgan memberi warna baru dalam diskusi mengenai prospek Bitcoin di penghujung 2025.

Dengan rasio volatilitas terhadap emas yang semakin menyempit, arus dana ETF yang terus meningkat, serta kondisi makroekonomi yang mendorong investor ke aset lindung nilai, target harga $165.000 tampak bukan sekadar spekulasi kosong.

Meskipun demikian, pasar kripto tetap memiliki karakteristik yang dinamis. Bagi investor, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan tidak hanya terpaku pada proyeksi harga semata.

Namun satu hal jelas: Bitcoin kini semakin diposisikan sebagai aset strategis dalam lanskap keuangan global yang tengah berubah.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050