
DOYANDUIT – Setelah empat hari tertahan di bawah $110.000, Bitcoin akhirnya kembali menembus $110.500 pada Senin pagi (20/10/2025).
Kejadian ini langsung disambut optimisme oleh pelaku pasar, apalagi hampir semua aset crypto besar juga ikut menghijau.
Kenaikan ini bukan hanya sekadar pantulan sementara dari penurunan sebelumnya. Ada alasan kuat mengapa investor mulai kembali percaya diri.
Menurut data The Block, dalam 24 jam terakhir:
- Bitcoin naik 3,16% ke $110.544
- Ethereum ikut menguat 3,6% ke $4.036
- BNB, XRP, dan Solana juga ikut naik lebih dari 2%
Artinya, bukan hanya satu koin yang bergerak—tetapi seluruh pasar seperti mulai pulih bersama.
Kenapa Bitcoin Bisa Naik Lagi?
1. Investor Percaya Suku Bunga Akan Turun
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 98,9% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga 0,25% pada pertemuan berikutnya. Suku bunga yang lebih rendah berarti uang lebih murah, dan investor cenderung masuk ke aset berisiko tinggi seperti crypto.
Seorang analis dari BTC Markets, Rachael Lucas, mengatakan:
“Rebound Bitcoin didorong aliran dana institusional dan harapan bahwa ekonomi akan memasuki fase pelonggaran moneter.”
2. ETF Bitcoin Kembali Diminati
Setelah sempat terjadi aksi jual, dana institusional melalui ETF Bitcoin tiba-tiba kembali masuk.
Banyak investor melihat penurunan minggu lalu sebagai ‘diskon’ untuk membeli.
Level Harga Penting yang Wajib Diperhatikan
Para analis menyebut ada dua angka yang menentukan arah Bitcoin selanjutnya.
| Level | Artinya |
|---|---|
| $107.000 | Titik support penting. Jika tembus ke bawah, pasar bisa panik dan terjadi aksi jual besar. |
| $111.000 | Resistance besar. Jika berhasil ditembus, ada peluang terjadi short squeeze dan BTC bisa naik lebih tinggi. |
Menurut Vincent Liu, CIO Kronos Research:
“Jika Bitcoin jatuh di bawah $107K, risiko likuidasi bisa meningkat. Tapi kalau berhasil melewati $111K, momentum bullish bisa semakin kuat.”
Masih Ada Risiko yang Harus Diwaspadai
Walaupun pasar terlihat membaik, ini bukan berarti semuanya aman.
Beberapa hal yang masih bisa mengguncang harga Bitcoin:
- Hubungan AS–China yang memanas menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping
- Data ekonomi AS seperti inflasi dan manufaktur yang akan keluar dalam waktu dekat
- Situasi perbankan AS, terutama bank regional yang tertekan kredit macet
Lucas mengingatkan bahwa meski momentum positif, “pasar tetap sensitif terhadap kabar geopolitik dan ekonomi.”
Apa Artinya bagi Investor?
Jika Bitcoin berhasil bertahan dan menembus $111.000, maka:
✔ Momentum kenaikan bisa berlanjut
✔ Minat investor institusional lewat ETF bisa makin besar
✔ Harga berpotensi bergerak menuju $115.000 atau lebih
Namun jika gagal dan turun lagi ke bawah $107.000:
❌ Sentimen bisa berubah cepat
❌ Tekanan jual meningkat
❌ Investor jangka pendek bisa memilih keluar dari pasar
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin ke $110.500 memberi sinyal bahwa pasar crypto mulai pulih dari tekanan beberapa minggu terakhir. Harapan penurunan suku bunga, aliran dana ETF, dan komentar bank sentral membuat investor lebih yakin.
Namun, pasar masih belum benar-benar aman. Isu geopolitik, data ekonomi, dan tekanan global bisa mengubah arah pasar kapan saja.
Memahami momentum, level teknikal, dan risikonya membantu kamu membuat keputusan lebih bijak, apakah akan ikut naik atau tetap menunggu kepastian.
