
DOYANDUIT – Harga Bitcoin di awal 2026 masih bergerak terbatas di kisaran USD 90.000, seiring sentimen pasar kripto yang belum sepenuhnya pulih.
Data terbaru per 8 Januari menunjukkan Crypto Fear & Greed Index berada di angka 28, mengindikasikan pasar masih berada di zona fear atau ketakutan.
Kondisi ini mencerminkan sikap investor yang cenderung berhati-hati setelah volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Meski tekanan jual ekstrem mulai mereda, kepercayaan pasar belum cukup kuat untuk mendorong reli harga yang konsisten.
Crypto Fear & Greed Index Masih di Zona Fear
Crypto Fear & Greed Index merupakan indikator sentimen yang dikembangkan oleh Alternative. Indeks ini mengukur psikologi pasar kripto melalui kombinasi beberapa faktor utama, antara lain:
- Volume dan momentum perdagangan
- Volatilitas harga Bitcoin
- Dominasi kapitalisasi pasar
- Aktivitas serta sentimen media sosial
- Tren pencarian Google terkait kripto
Skala indeks berada di rentang 0–100. Nilai di bawah 47 menunjukkan rasa takut, sementara angka di atas 53 mencerminkan keserakahan.
Level 28 yang tercatat pada 8 Januari menempatkan pasar kripto dalam fase fear yang cukup kuat, meski tidak lagi berada di wilayah extreme fear.
Perubahan Sentimen Dibandingkan Akhir 2025
Menjelang akhir 2025, indeks sempat turun lebih dalam dan mendekati area extreme fear. Kenaikan ke level 28 menunjukkan adanya perbaikan psikologis di kalangan pelaku pasar. Namun, jarak menuju zona netral masih cukup jauh.
Secara historis, fase fear sering kali beriringan dengan pergerakan harga yang cenderung datar atau fluktuatif tanpa arah jelas. Investor ritel biasanya menahan aksi beli, sementara investor besar mulai selektif mencari area akumulasi.
Harga Bitcoin Masih Sideways di Awal Tahun
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 90.800, turun lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir.
Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi mingguan di kisaran USD 94.400 sebelum kembali terkoreksi.
Pola ini memperkuat pandangan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi. Tidak ada dorongan kuat baik dari sisi sentimen maupun fundamental jangka pendek yang mampu memicu breakout signifikan.
Pandangan Analis: Q1 2026 Berpotensi Datar
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menilai Bitcoin berpeluang bergerak sideways sepanjang kuartal pertama 2026. Ia menyoroti melemahnya arus modal masuk ke Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
“Aliran modal ke Bitcoin mulai mengering,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa minat investor global saat ini lebih tertuju pada saham serta aset lindung nilai seperti emas dan perak yang sedang mencetak kenaikan harga.
Meski demikian, ia juga menilai peluang terjadinya kejatuhan tajam relatif kecil. Menurutnya, skenario yang lebih realistis adalah pergerakan harga yang datar dan cenderung membosankan selama beberapa bulan ke depan.
Bertentangan dengan Pola Historis Bitcoin?
Pergerakan datar di kuartal pertama sebenarnya cukup kontras dengan catatan historis. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa:
- Januari mencatat rata-rata kenaikan 3,81% sejak 2013
- Februari rata-rata naik 13,12%
- Maret mencatat rata-rata penguatan 12,21%
Namun, dinamika pasar global yang berubah serta meningkatnya partisipasi institusi membuat pola lama tidak selalu terulang. Dalam konteks ini, sentimen fear di level 28 memperkuat alasan mengapa pasar belum mengikuti statistik historis tersebut.
Sejumlah analis bahkan membuka kemungkinan koreksi lebih dalam. Trader veteran Peter Brandt dan direktur riset makro Fidelity, Jurrien Timmer, sebelumnya menyebut potensi Bitcoin turun ke kisaran USD 65.000–60.000 jika tekanan makro berlanjut.
ETF Bitcoin Mulai Memberi Sinyal Positif
Di tengah sentimen yang masih negatif, ada satu indikator yang cukup menenangkan: performa ETF Bitcoin spot. Data dari Farside Investors mencatat arus masuk bersih sekitar USD 925,3 juta dalam tiga hari perdagangan pertama 2026.
Arus dana ini menunjukkan bahwa minat institusional belum sepenuhnya surut. Meski belum mampu mengangkat harga secara agresif, kehadiran ETF memberikan bantalan likuiditas yang lebih stabil dibandingkan siklus pasar sebelumnya..
Optimisme Jangka Panjang Masih Ada
Tidak semua pelaku industri bersikap pesimistis. Investor ventura Tim Draper kembali menyuarakan optimismenya bahwa 2026 akan menjadi tahun penting bagi adopsi Bitcoin secara global.
Sementara itu, kepala riset Bitwise, Ryan Rasmussen, menilai Bitcoin berpotensi mematahkan pola siklus empat tahunan. Menurutnya, struktur pasar saat ini sudah jauh berbeda dengan masa lalu karena dominasi investor institusional semakin besar.
Pandangan ini membuka ruang diskusi menarik bagi investor jangka panjang. Untuk konteks lebih luas, membandingkan fase ini dengan siklus sebelumnya dapat membantu membaca potensi arah pasar ke depan.
Per 8 Januari, Crypto Fear & Greed Index di angka 28 menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase fear. Harga Bitcoin yang bergerak sideways di awal 2026 mencerminkan kehati-hatian investor dan minimnya katalis jangka pendek.
Meski demikian, sinyal dari ETF Bitcoin dan optimisme sebagian pelaku industri menunjukkan bahwa fondasi pasar belum runtuh.