
DOYANDUIT – Pasar aset kripto kembali mencatat dinamika menarik pada Selasa (2/9). Berdasarkan data SoSoValue, exchange-traded funds (ETF) berbasis Bitcoin mencatat arus masuk bersih sebesar $332,7 juta, sementara ETF berbasis Ethereum justru mengalami arus keluar hingga $135,3 juta.
Fenomena ini menandai berakhirnya dominasi Ethereum ETF yang sebelumnya unggul sepanjang Agustus 2025.
Kala itu, Ethereum mampu menarik minat investor dengan total arus masuk bulanan mencapai $3,87 miliar, berbanding terbalik dengan Bitcoin yang mencatat arus keluar bulanan hingga $751 juta.
Pendorong Utama Perubahan Tren
Arus Masuk Bitcoin ETF
Lonjakan arus masuk Bitcoin ETF dipimpin oleh beberapa produk utama, antara lain:
- Fidelity’s FBTC dengan catatan arus masuk $132,7 juta.
- BlackRock’s IBIT yang menerima $72,8 juta.
- Beberapa manajer aset lain seperti Grayscale, Ark & 21Shares, Bitwise, VanEck, dan Invesco juga melaporkan peningkatan arus masuk.
Sementara itu, pada sisi Ethereum, produk Fidelity’s FETH mengalami arus keluar terbesar sebesar $99,2 juta, diikuti oleh Bitwise’s ETHW yang kehilangan $24,2 juta.
Rebalancing Investor Institusi
Menurut Nick Ruck, direktur di LVRG Research:
“Peralihan arus ETF dari ETH ke BTC menunjukkan bahwa investor institusional tengah melakukan rebalancing portofolio untuk memanfaatkan persepsi stabilitas Bitcoin di tengah ketidakpastian makroekonomi.”
Hal ini menandakan bahwa meskipun Ethereum tetap dipandang memiliki prospek jangka panjang, sebagian besar investor memilih mengembalikan eksposur pada Bitcoin sebagai aset lindung nilai.
Faktor Fundamental Ethereum
Meski mengalami tekanan jangka pendek, Ethereum tidak sepenuhnya kehilangan daya tariknya. Beberapa faktor fundamental yang masih mendukung performa ETH antara lain:
- Kemampuan menghasilkan yield, terutama melalui mekanisme staking.
- Kejelasan regulasi yang semakin membaik di sejumlah yurisdiksi utama.
- Adopsi oleh korporasi melalui konsep Digital Asset Treasuries.
Hal ini yang sebelumnya membuat analis menyebut terjadi “rotational shift” menuju Ethereum pada Agustus lalu.

Implikasi Harga dan Prospek Ke Depan
Data harga terbaru dari The Block menunjukkan bahwa pada pukul 23.45 waktu New York, harga Bitcoin naik 0,55% ke level $110.943, sementara Ethereum turun 1% ke $4.327.
Nick Ruck menambahkan:
“Dalam jangka pendek, hal ini bisa memperkuat level support Bitcoin di kisaran $108 ribu dan mengurangi tekanan jual. Namun, prospek yield Ethereum serta pertumbuhan Digital Asset Treasuries bisa membuatnya tetap unggul hingga akhir tahun.”
Penutup
Perkembangan terbaru ini kembali menegaskan bagaimana pasar kripto bergerak dinamis mengikuti sentimen investor institusional. Bitcoin masih memegang status sebagai aset lindung nilai utama, sementara Ethereum menawarkan nilai tambah melalui inovasi dan potensi imbal hasil.
Pergeseran aliran dana antara keduanya mencerminkan strategi diversifikasi portofolio yang adaptif terhadap kondisi makroekonomi global.