
DOYANDUIT – Bitcoin (BTC) masih bergerak terbatas di sekitar USD 90.000 pada perdagangan akhir pekan ini. Data pasar menunjukkan BTCUSD di bursa Bitstamp berada di kisaran USD 90.349, naik tipis 0,08 persen secara harian. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar setelah keputusan suku bunga terbaru bank sentral Amerika Serikat.
Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan moderat sekitar 1,13 persen, meski secara bulanan masih terkoreksi lebih dari 11 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan yang muncul sejak Oktober, namun juga belum menunjukkan tanda pelemahan lanjutan yang agresif.
Secara teknikal, harga Bitcoin kini mendekati garis tren menurun (descending trendline) yang berpotensi menjadi penentu arah berikutnya, apakah melanjutkan pemulihan atau kembali tertekan.
Nada Hati-hati The Fed Menekan Aset Berisiko
Dampak Keputusan FOMC Terhadap Bitcoin
Awal pekan sempat dibuka positif, dengan Bitcoin bertahan di atas USD 92.600 hingga Selasa. Namun, momentum tersebut melemah setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) diumumkan.
The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sesuai ekspektasi pasar. Namun, pernyataan lanjutan para pembuat kebijakan justru mengirim sinyal kehati-hatian.
Beberapa poin penting yang memengaruhi sentimen pasar:
- Potensi jeda penurunan suku bunga pada Januari
- Proyeksi hanya satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026
- Ekspektasi pasar terhadap dua kali pemangkasan menjadi terkoreksi
Kombinasi kebijakan ini membuat aset berisiko, termasuk kripto, kehilangan dorongan jangka pendek. Bitcoin sempat turun ke area USD 89.260 sebelum kembali rebound dan ditutup di atas USD 92.500 pada Kamis.
Menurut pengamat pasar, kondisi seperti ini kerap memicu fase konsolidasi yang bisa berlangsung hingga muncul katalis baru.
Ketegangan Geopolitik Ikut Membatasi Minat Risk-On
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik turut menekan selera risiko global. Pernyataan dari Gedung Putih yang menyebut Presiden AS “sangat frustrasi” terhadap konflik Rusia–Ukraina menambah ketegangan.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut adanya tekanan agar Ukraina menyerahkan wilayah tertentu demi kesepakatan damai.
Ketidakjelasan arah negosiasi ini membuat investor cenderung defensif, sehingga aliran dana ke aset berisiko, termasuk Bitcoin, menjadi terbatas.
Situasi ini menjelaskan mengapa reli Bitcoin belum mendapat dorongan kuat meski tekanan jual mulai mereda.
Minat Institusi Mulai Pulih, Tapi Belum Kuat
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot
Permintaan institusional menunjukkan tanda-tanda perbaikan ringan. Data SoSoValue mencatat arus masuk ETF Bitcoin spot di AS mencapai USD 237,44 juta hingga Kamis, berbalik dari arus keluar pekan sebelumnya.
Namun, angka tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan lonjakan besar yang terjadi pada pertengahan September. Banyak analis menilai, pemulihan harga Bitcoin akan lebih meyakinkan jika arus masuk ETF meningkat signifikan.
Aksi Korporasi: Strategy Tambah Cadangan Bitcoin
Di sisi korporasi, Strategy Inc. (MSTR) kembali menambah eksposur Bitcoin. Perusahaan ini membeli 10.624 BTC senilai sekitar USD 962,7 juta pada awal Desember, dengan harga rata-rata USD 90.615.
Saat ini, total kepemilikan Strategy mencapai 660.624 BTC, dengan valuasi lebih dari USD 49 miliar. Analis menilai kapasitas pendanaan Strategy masih terbuka, sehingga potensi akumulasi lanjutan tetap ada.
Langkah ini sering dipandang sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin, meski tidak selalu berdampak langsung pada harga harian.
Data On-Chain Mengindikasikan Tekanan Jual Mereda
Laporan mingguan CryptoQuant memberikan gambaran yang cukup konstruktif. Aktivitas setoran Bitcoin ke bursa mengalami penurunan, terutama dari pelaku besar.
Beberapa temuan penting:
- Kontribusi setoran dari whale turun dari 47% menjadi 21%
- Rata-rata jumlah setoran turun sekitar 36%
- Transfer besar ke bursa semakin jarang
Menurut CryptoQuant, jika tekanan jual tetap rendah, reli pemulihan dapat mendorong Bitcoin ke area USD 99.000, yang selama fase bearish sering menjadi zona resistensi penting.
Setelah level tersebut, area yang perlu diperhatikan berada di:
- USD 102.000 (rata-rata pergerakan satu tahun)
- USD 112.000 (harga realisasi on-chain trader)
Siklus Baru Bitcoin Pasca ETF
Laporan dari Copper Research menyoroti perubahan pola pergerakan Bitcoin sejak ETF spot diluncurkan. Siklus empat tahunan klasik dinilai tidak sepenuhnya hilang, melainkan bertransformasi menjadi siklus mini berbasis cost basis.
Fadi Aboualfa, Head of Research Copper, menyebut:
“Sejak ETF spot diluncurkan, Bitcoin cenderung turun ke area cost basis lalu memantul sekitar 70 persen.”
Dengan cost basis saat ini di sekitar USD 84.000, pola historis tersebut membuka peluang pergerakan menuju USD 138.000–148.000 dalam enam bulan, jika siklus berulang seperti sebelumnya.
Apakah Santa Rally Bitcoin Masih Berpeluang?
Secara historis, Desember dikenal sebagai bulan positif bagi Bitcoin dengan rata-rata imbal hasil 4,55 persen. Namun, realitas 2025 sejauh ini belum sejalan dengan statistik tersebut.
Kinerja kuartal IV yang biasanya kuat juga belum terlihat maksimal, dengan koreksi sekitar 19 persen dalam tiga bulan terakhir. Meski begitu, sejarah menunjukkan bahwa fase konsolidasi panjang kerap menjadi fondasi pergerakan besar berikutnya.
Analisis Teknikal:
Pasar Menunggu Konfirmasi Arah
Pergerakan harga Bitcoin saat ini mencerminkan fase transisi teknikal, di mana pelaku pasar belum sepenuhnya berani mengambil posisi besar. Pola harga cenderung menyempit, menandakan akumulasi energi sebelum pergerakan lanjutan terbentuk.
Alih-alih fokus pada indikator klasik semata, pendekatan ini melihat interaksi harga, volume, dan struktur pasar sebagai sinyal utama.
Struktur Harga Masih Sehat di Atas Area Keseimbangan
Bitcoin saat ini bertahan di atas zona keseimbangan jangka menengah yang terbentuk sejak pertengahan tahun. Area ini berfungsi sebagai fair value zone, di mana pembeli dan penjual relatif seimbang.
Ciri penting yang terlihat:
-
Higher low mulai terbentuk di area USD 88.000–90.000
-
Penurunan harga tidak lagi diikuti lonjakan volume jual
-
Setiap koreksi cepat mendapat respons beli
Struktur seperti ini umumnya menunjukkan bahwa tekanan distribusi besar telah mereda, meski belum cukup kuat untuk memicu tren naik agresif.
Volume Mengonfirmasi Sikap Wait and See
Dari sisi volume perdagangan, tidak terlihat lonjakan ekstrem baik di sisi beli maupun jual. Ini mengindikasikan bahwa:
-
Trader jangka pendek cenderung mengamankan posisi
-
Investor menunggu konfirmasi arah sebelum masuk lebih besar
-
Tidak ada tanda panic selling
Dalam konteks teknikal, harga yang stabil dengan volume moderat sering kali menjadi fase persiapan sebelum pergerakan signifikan terjadi.
Zona Penting yang Menentukan Arah Selanjutnya
Daripada sekadar support–resistance klasik, pasar saat ini lebih responsif terhadap zona reaksi harga berikut:
Zona bawah (area pertahanan):
-
USD 88.500 – 90.000
Jika area ini bertahan, struktur pasar tetap netral-positif.
Zona tengah (area keputusan):
-
USD 92.500 – 94.000
Penutupan harian konsisten di atas zona ini akan meningkatkan kepercayaan bullish.
Zona atas (area validasi tren):
-
USD 97.000 – 100.000
Break dan bertahan di atas area ini menandai perubahan fase dari konsolidasi ke tren naik.
Selama harga masih bergerak di zona tengah, pasar secara teknikal masih menganggap Bitcoin berada dalam fase range-bound.
Momentum Belum Hilang, Tapi Belum Dominan
Indikator momentum menunjukkan kondisi netral cenderung membaik:
-
Tidak ada divergensi bearish ekstrem
-
Tekanan jual makin pendek durasinya
-
Dorongan naik masih membutuhkan katalis eksternal
Artinya, pasar belum kehabisan tenaga, tetapi juga belum memiliki alasan kuat untuk bergerak agresif tanpa pemicu tambahan, seperti lonjakan ETF inflow atau perubahan sentimen makro.
Skenario Teknis Jangka Pendek
Dalam beberapa hari ke depan, ada dua skenario yang secara teknikal paling masuk akal:
-
Skenario Konsolidasi Lanjutan
Harga bergerak di rentang USD 89.000–94.000 sambil menunggu katalis baru. -
Skenario Breakout Bertahap
Penutupan harian di atas USD 94.000 membuka ruang kenaikan menuju area psikologis USD 100.000.
Sebaliknya, pelemahan di bawah USD 88.000 akan mengubah struktur pasar menjadi defensif dan membuka peluang uji ulang area bawah.
Bitcoin dan Saham: Perpisahan yang Tak Biasa
Menariknya, 2025 menandai tahun pertama dalam satu dekade di mana Bitcoin benar-benar bergerak berlawanan arah dengan saham. Data Bloomberg menunjukkan indeks S&P 500 naik lebih dari 16 persen, sementara Bitcoin justru terkoreksi sekitar 3 persen.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang peran Bitcoin dalam portofolio global. Namun, jika dilihat dalam horizon multi-tahun, Bitcoin masih mencatatkan kinerja yang jauh melampaui aset tradisional.
Konsolidasi Bukan Akhir Cerita
Bitcoin saat ini berada di fase krusial. Tekanan jual mereda, minat institusi mulai kembali, dan data on-chain menunjukkan stabilisasi. Namun, pasar masih menunggu pemicu kuat untuk keluar dari zona konsolidasi.
Dengan memahami konteks kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, serta sinyal teknikal dan on-chain, kamu bisa membaca pergerakan Bitcoin dengan lebih jernih dan mengambil keputusan yang lebih cerdas.