
DOYANDUIT – Bitcoin longsor ke USD 64.794 pada pembukaan pasar Bitstamp, turun 4,16% dalam sehari dan menghapus kenaikan akhir pekan.
Penurunan tajam ini terjadi di tengah guncangan makro global yang memicu gelombang likuidasi ratusan juta dolar dan mendorong sentimen pasar ke zona “extreme fear”.
Data terbaru pukul 10:31 GMT+7 menunjukkan BTCUSD berada di level 64.796 dolar AS. Dalam sepekan, Bitcoin terkoreksi 5,88%, sementara dalam satu bulan ambles 27,65%. Secara year to date, penurunan mencapai 26%, dan dalam setahun terakhir turun 32,95%.
Koreksi ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Tekanan datang bersamaan dari faktor geopolitik, ekonomi AS, hingga pergeseran kebijakan moneter global.
Gelombang Likuidasi Besar-Besaran di Pasar Kripto
Penurunan harga Bitcoin memicu efek domino di pasar kripto.
Dalam waktu kurang dari dua jam pada Minggu malam waktu AS, Bitcoin jatuh dari USD 67.600 ke kisaran USD 64.700. Bersamaan dengan itu, ratusan juta dolar posisi long terlikuidasi.
Berdasarkan data CoinGlass:
- Lebih dari 136.000 trader terlikuidasi dalam 24 jam
- Total likuidasi mencapai USD 458 juta
- 92% berasal dari posisi leveraged long
- Sekitar USD 360 juta terjadi hanya dalam satu jam
Altcoin utama ikut terseret:
- Ether (ETH) turun 5,77% ke USD 1.861
- XRP melemah 6,42% ke USD 1,33
- Solana merosot 8,3% ke USD 77,6
Situasi ini menunjukkan struktur pasar yang rapuh. Volume spot Bitcoin tercatat turun 59% secara mingguan, sementara arus keluar ETF terjadi selama lima pekan berturut-turut.
Dikutip dari The Block, Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets, menjelaskan:
“Ini adalah kombinasi guncangan makro yang menghantam pasar yang memang sudah rapuh. Ini bukan cerita khusus Bitcoin, tetapi fenomena risk-off yang pertama kali diserap oleh Bitcoin.”
Faktor Makro: Dari Geopolitik hingga Data Ekonomi AS
Tekanan pasar tidak muncul dari satu sumber saja. Beberapa peristiwa global terjadi hampir bersamaan.
1. Gejolak Keamanan di Meksiko
Pasukan keamanan Meksiko menewaskan Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin kartel besar. Peristiwa ini memicu kekerasan massal dan membuat sejumlah maskapai internasional menangguhkan penerbangan ke negara tersebut.
2. Data Properti AS Terburuk Sepanjang Sejarah
Penjualan rumah tertunda di AS turun 0,8% pada Januari menjadi 70,9 — level terendah sejak pencatatan dimulai pada 2001. Angka ini mempertegas kekhawatiran perlambatan ekonomi.
3. Kenaikan Tarif Impor AS
Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor menyeluruh dari 10% menjadi 15%, menambah ketidakpastian kebijakan perdagangan.
4. Penguatan Yen Jepang
Spekulasi bahwa Bank of Japan akan memperketat kebijakan moneter membuat yen melonjak tajam. Kondisi ini memaksa sejumlah dana global melakukan deleveraging dan menjual aset berisiko.
Vincent Liu, CIO Kronos Research, menyebut pasar kini sangat sensitif terhadap arus likuiditas global.
Fear and Greed Index Jatuh ke Level Historis
Sentimen pasar tercermin jelas pada Crypto Fear and Greed Index milik Alternative.me.
Indeks tersebut turun ke angka 5 dari 100 — kategori “extreme fear”. Sejak diluncurkan pada 2018, level ini hanya terjadi tiga kali: Agustus 2019, Juni 2022, dan awal bulan ini.
Glassnode juga melaporkan rata-rata kerugian terealisasi investor baru mencapai hampir USD 500 juta per hari dalam tujuh hari terakhir. Artinya, fase kapitulasi masih berlangsung.
Menurut pengamatan analis on-chain, pasar kini berada dalam fase pembentukan dasar (base formation). Tekanan memang mereda, tetapi belum sepenuhnya pulih.
Bitcoin 48% di Bawah ATH, Apakah Ini Zona Akumulasi?
Saat ini Bitcoin diperdagangkan:
- 48% di bawah all-time high Oktober di USD 126.000
- 5,5% di bawah puncak bull market 2021 di USD 69.000
Analis Michaël van de Poppe menyoroti rasio Sharpe Bitcoin yang menyentuh -38,4. Secara historis, level ini muncul saat zona akumulasi risiko rendah pada 2015, 2019, dan 2022 sebelum pemulihan besar terjadi.
Lucas dari BTC Markets menambahkan bahwa dalam sebulan terakhir, whale telah menambah 200.000 BTC ke kepemilikan mereka.
Ia juga menyebut RUU CLARITY Act yang sedang bergerak di Senat AS berpotensi memberi kepastian regulasi dan menarik kembali modal institusi.
Level Kunci yang Perlu Dipantau
Vincent Liu menekankan beberapa area teknikal penting:
- Support kuat: USD 60.000
- Reclaim USD 65.000–66.000 untuk stabilisasi
- USD 70.000 sebagai sinyal rebound
Pemulihan jangka pendek bisa datang dari:
- Arus masuk ETF baru
- Kejelasan regulasi
- Data klaim pengangguran awal AS
Namun semuanya tetap sangat bergantung pada stabilitas makro global.
Bitcoin Longsor, Tapi Struktur Jangka Panjang Belum Runtuh
Bitcoin longsor ke USD 64.794 bukan peristiwa terisolasi. Ini adalah respons pasar terhadap kombinasi ketidakpastian geopolitik, ekonomi, dan kebijakan moneter.
Sentimen memang berada di titik ekstrem. Namun sejarah menunjukkan bahwa fase “extreme fear” sering kali menjadi area akumulasi jangka panjang.
Bagi investor, pendekatan disiplin dan manajemen risiko tetap menjadi kunci. Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus, dan fase tekanan seperti ini sering menjadi momen pembentuk tren berikutnya.