
DOYANDUIT – Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan di awal 2026. Aset kripto terbesar di dunia itu sempat menembus level USD 93.000 pada Minggu malam waktu setempat, didorong oleh reli luas di berbagai kelas aset global.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 93.113 dengan kenaikan lebih dari 2 persen dalam 24 jam. Penguatan ini melanjutkan tren positif mingguan setelah BTC sempat tertekan hingga mendekati USD 87.000 pada akhir Desember lalu.
Pergerakan Bitcoin kali ini tidak berdiri sendiri. Ethereum naik ke area USD 3.194, sementara XRP, BNB, dan Solana juga mencatatkan kenaikan solid.
Kondisi tersebut menandai kembalinya minat risiko investor pada awal tahun, sebuah pola musiman yang kerap terjadi di pasar keuangan global.
Reli “Everything Rally” Dorong Pasar Kripto
Pasar Saham Asia Ikut Menguat
Menurut Min Jung, analis riset dari Presto Research, lonjakan kripto kali ini merupakan bagian dari fenomena everything rally. Pasar saham Asia mencerminkan sentimen serupa, dengan indeks Kospi Korea Selatan dan Nikkei Jepang sama-sama melonjak lebih dari 2 persen.
Hingga siang hari, Kospi tercatat naik 2,83 persen, sementara Nikkei menguat 2,82 persen. Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa investor global mulai melakukan penempatan ulang portofolio di awal tahun.
“Pekan pertama tahun baru sering diiringi reposisi investor, dan Bitcoin terlihat sebagai titik masuk yang menarik pada level harga saat ini,” ujar Min Jung.
Selain faktor musiman, ketegangan geopolitik global juga menjadi perhatian utama pelaku pasar karena berpotensi memicu volatilitas lanjutan.
Institusi Kembali Akumulasi Bitcoin
Nick Ruck, Direktur Riset LVRG Research, menilai penguatan Bitcoin dipicu oleh kombinasi minat investor yang kembali tumbuh dan akumulasi institusi yang berlanjut selama fase konsolidasi pasar.
Ia menekankan bahwa level teknis USD 95.000 menjadi area resistensi penting yang kini diawasi trader global.
“Pelaku pasar mencermati peluang breakout berkelanjutan di sekitar USD 95.000, termasuk pengaruh pergeseran makro dan arus ETF di awal 2026,” jelas Ruck.
Jika level ini berhasil ditembus dan dipertahankan, sentimen bullish diperkirakan akan semakin menguat.
Memecoin Ikut Menghijau, Likuidasi Short Membengkak
Lonjakan Altcoin dan Memecoin
Tak hanya kripto utama, sektor memecoin juga mencatatkan reli tajam. Shiba Inu dan Pepe masing-masing melonjak sekitar 5–9 persen, sementara Bonk naik hampir 10 persen. Pudgy Penguins ikut menguat, meski Dogecoin justru terkoreksi tipis.
Reli cepat ini memicu gelombang likuidasi di pasar derivatif. Dalam kurun empat jam, total likuidasi mencapai sekitar USD 141 juta, mayoritas berasal dari posisi short.
Likuidasi terjadi ketika posisi trader ditutup paksa akibat kerugian besar atau margin yang tidak mencukupi, dan kondisi ini kerap mempercepat pergerakan harga jangka pendek.
Perhatian Pasar Tertuju ke Venezuela dan Geopolitik
Jeff Ko, analis utama CoinEx Research, menyebut perkembangan geopolitik di Venezuela turut memengaruhi pergerakan pasar kripto. Operasi Amerika Serikat di negara tersebut memunculkan spekulasi baru terkait sektor energi global.
Penangkapan Nicolás Maduro dalam operasi militer AS memicu reaksi cepat di pasar minyak. Harga minyak mentah WTI dan Brent tercatat melemah tipis setelah kabar tersebut beredar.
Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik dengan Iran. Beberapa jam setelah operasi di Venezuela, pernyataan keras dari pejabat Israel menambah ketegangan geopolitik global.
“Karena pasar tradisional tutup akhir pekan, kripto menjadi satu-satunya pasar likuid yang menyerap kabar tersebut,” ujar Ko.
Menurutnya, penguatan kripto mengindikasikan investor menilai perkembangan ini cenderung positif bagi aset berisiko.
Data On-Chain Kirim Sinyal Pra-Bullish
Coinbase Premium Gap Pulih
Salah satu indikator penting, Coinbase Premium Gap, menunjukkan pemulihan setelah sempat jatuh ke level -150 pada akhir Desember. Indikator ini mengukur selisih harga Bitcoin di Coinbase dan Binance.
Pemulihan menuju area netral mengindikasikan kembalinya minat beli investor berbasis Amerika Serikat, terutama institusi.
Sentimen Pasar Beranjak dari Ketakutan Ekstrem
Indeks Crypto Fear & Greed juga bergerak naik dari level 29 ke sekitar 40. Meski masih berada di zona “Fear”, tren kenaikan ini menunjukkan tekanan jual mulai mereda.
Perbedaan angka antar platform masih terjadi, namun arah pergerakan sentimen relatif konsisten.
Rasio Long/Short Tetap Positif
Di pasar derivatif, rasio long/short Bitcoin tetap berada di atas 1,0. Artinya, posisi beli masih mendominasi meski terjadi deleveraging ringan.
Kondisi ini menandakan struktur pasar yang lebih sehat dan risiko likuidasi berantai yang lebih rendah.
Alasan Investor Tetap Perlu Waspada
Meski sinyal teknikal dan on-chain membaik, kehati-hatian tetap diperlukan. Notulen rapat Federal Reserve terakhir menunjukkan sikap kebijakan yang cenderung ketat, membuat pasar masih menunggu kepastian arah suku bunga.
Selain itu, sebagian reli awal tahun kemungkinan dipengaruhi faktor teknikal seperti berakhirnya tekanan tax-loss selling. Konfirmasi tren naik yang kuat masih membutuhkan Coinbase Premium yang konsisten positif.
Prospek Bitcoin di Awal 2026
Kombinasi pulihnya minat institusi, membaiknya sentimen, dan dominasi posisi long memberikan fondasi optimistis bagi Bitcoin di awal 2026. Namun, pasar masih bergerak dengan pendekatan hati-hati, mencerminkan ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda.
Strategi akumulasi bertahap tampaknya menjadi pilihan mayoritas pelaku pasar, alih-alih pembelian agresif. Pendekatan ini dinilai lebih rasional mengingat volatilitas yang masih tinggi.
Bagi investor ritel, memahami konteks makro dan data on-chain akan membantu membaca arah pasar dengan lebih jernih. Dengan pemahaman tersebut, keputusan investasi dapat diambil secara lebih cerdas dan terukur.