BTC Sentuh Drawdown 33%, Harga Jebol Pola Rising Wedge dan Masuk Fase Tekanan Baru

23 November 2025 10:00
Bagikan :
Bitcoin Jebol Rising Wedge, Pasar Masuk Zona Penentuan (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah pergerakan harganya menyentuh titik kritis yang disebut para analis sebagai “moment of truth”.

Dengan harga berada di area USD 86.664 pada 11:22 WIB, pasar menyaksikan bagaimana BTC mengalami tekanan setelah breakdown dari pola rising wedge, sebuah pola teknikal yang sering dihubungkan dengan potensi pembalikan arah ke bawah.

Analis kripto The Boss menyoroti bahwa pola rising wedge yang terbentuk di grafik harian Bitcoin akhirnya terkonfirmasi dengan penurunan tajam menuju zona support besar.

Area ini telah berulang kali menjadi titik balik signifikan pada siklus-siklus sebelumnya, sehingga pengujiannya saat ini dianggap krusial.

Menurut analis tersebut, sentimen pasar berada dalam posisi yang hati-hati. Jika ada reaksi beli dari area support, peluang pantulan jangka pendek tetap terbuka.

Namun, kondisi ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren naik akan pulih secara berkelanjutan. Struktur harga harus terlebih dahulu menunjukkan tanda-tanda kekuatan, seperti kenaikan volume dan perbaikan momentum.

Hingga kini, indikator-indikator teknikal memperlihatkan kondisi yang kurang meyakinkan:

  • Momentum masih lemah, menandakan tekanan bullish belum kembali.
  • Volume perdagangan rendah, mengindikasikan kurangnya partisipasi pembeli.
  • Sentimen jangka pendek rapuh, membuat potensi pantulan menjadi penuh risiko.

Jika support utama gagal menahan tekanan, pasar berpotensi melihat penurunan lanjutan menuju level support yang lebih dalam.

Inilah alasan mengapa banyak analis mengingatkan trader agar berhati-hati sebelum mengambil posisi agresif.

BTC Mencapai Drawdown 33%: Sinyal Historis yang Tak Bisa Diabaikan

Selain tekanan teknikal, kondisi makro harga Bitcoin juga semakin menarik perhatian setelah Crypto Patel mengonfirmasi bahwa BTC telah menyentuh drawdown 33% dari all-time high (ATH)-nya.

Dalam siklus Bitcoin, angka ini bukan hanya statistik—melainkan sebuah penanda historis yang sebelumnya sering memicu periode volatilitas berkepanjangan.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 33% pasca mencapai puncak harga, pasar cenderung memasuki fase:

  • Pelemahan yang lebih lama
  • Lonjakan volatilitas ekstrem
  • Penurunan lanjutan menuju area konsolidasi

Drawdown 33% ini menjadi menarik karena sering kali bertindak sebagai “zona reset momentum”.

Pada fase-fase sebelumnya, kondisi seperti ini menjadi pintu masuk menuju tren baru, entah itu pemulihan signifikan atau pelemahan lebih dalam sebelum pasar menemukan keseimbangan.

Kini, seluruh mata tertuju pada apakah Bitcoin akan mengulangi pola historisnya, masuk ke fase koreksi panjang sebelum pulih, atau justru mematahkan siklus dan kembali menguat lebih cepat dari perkiraan.

Apa Artinya untuk Trader dan Investor?

Dalam konteks pasar kripto yang selalu dinamis, situasi seperti ini punya arti penting bagi berbagai jenis pelaku pasar:

1. Trader Jangka Pendek

Mereka perlu meningkatkan kewaspadaan karena volatilitas dapat meningkat di kedua arah. Level support dan resistance harus dipantau ketat, terutama area yang kini menjadi titik uji struktural harga.

2. Investor Jangka Panjang

Drawdown 33% sering dilihat sebagai peluang akumulasi bagi sebagian investor. Namun, tetap diperlukan manajemen risiko karena tekanan teknikal masih kuat.

3. Pengamat Pasar

Fase saat ini menampilkan pertemuan yang jarang terjadi antara tekanan teknikal dan sinyal historis.

Kombinasi keduanya menjadikan periode ini menarik untuk dipelajari, terutama untuk memahami dinamika siklus Bitcoin.

BTC Masuk Fase Krusial, Gerakan Berikutnya Menentukan Arah Siklus

Bitcoin kini berada di area yang dianggap paling menentukan dalam beberapa bulan terakhir.

Breakdown dari rising wedge mengirimkan BTC ke support besar, sementara drawdown 33% menghidupkan kembali diskusi mengenai pola historis koreksi mendalam.

Pada titik ini, pasar berada di persimpangan:

  • Jika support bertahan, peluang pantulan jangka pendek terbuka.
  • Jika support gagal ditembus, pasar mungkin memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Apapun hasilnya, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat penting dalam menentukan arah perjalanan siklus Bitcoin.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050