
DOYANDUIT – Pergerakan harga Bitcoin hari ini kembali mencatat pelemahan signifikan setelah gagal menembus area USD 94.000.
Dalam 24 jam terakhir, BTC turun hingga 2,34%, diperdagangkan di sekitar USD 89.883 per 10:58 GMT+7, menunjukkan struktur pasar jangka pendek yang semakin melemah.
Kondisi serupa juga terjadi pada Ethereum, yang terkoreksi hampir 4% dan bergerak di sekitar USD 3.192.
Penurunan ini memicu kekhawatiran lanjutan bahwa pasar crypto 2025 mungkin memasuki fase konsolidasi lebih panjang.
Berdasarkan data pasar terkini, banyak trader melihat tekanan jual berasal dari kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro yang belum stabil.
Analisis Harga Bitcoin: Berada di Area Support Kunci
Harga Bitcoin kehilangan momentumnya setelah gagal mempertahankan level USD 92.000, area yang sebelumnya menjadi penopang tren naik jangka pendek.
Secara teknikal, BTC menembus garis tren bullish di USD 91.600, yang menandakan perubahan arah menuju dominasi seller.
Data pergerakan Bitcoin (ringkas):
- 1 hari: −2.34%
- 1 minggu: −3.83%
- 1 bulan: −15.19%
- 6 bulan: −15.30%
- Year-to-date: −3.72%
Koreksi ini juga dipertegas oleh penurunan di bawah 50% Fibonacci retracement dari swing low USD 87.777 ke high USD 94.583. Banyak analis memandang area USD 89.500 sebagai support penting yang menentukan apakah tekanan turun akan berlanjut.
“Bitcoin menunjukkan penurunan volatilitas dalam beberapa tahun terakhir, dan pergerakannya kini semakin dipengaruhi oleh investor institusi,” ujar Cathie Wood, CEO Ark Invest.
Menurut Wood, peran ETF dan akumulasi korporasi membuat Bitcoin tidak lagi sepenuhnya mengikuti pola historis siklus empat tahun. Ia menilai pergerakan kali ini lebih dipengaruhi faktor likuiditas global dan preferensi risiko pasar.
Potensi Penurunan BTC Jika Support Jebol
Jika Bitcoin gagal bertahan di zona USD 89.500, tekanan jual dapat membawa harga menuju:
- USD 88.800
- USD 87.750
- USD 86.500
- Support utama: USD 85.000
Sebaliknya, untuk memulihkan struktur bullish, BTC perlu kembali ke atas:
- USD 91.200
- USD 92.000
- Target lanjutan: USD 92.850 – 94.500
Ethereum Melemah Meski Sempat Rebound Kuat

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum sempat menunjukkan performa lebih solid setelah berhasil menembus area USD 3.350, sebelum akhirnya dijual kembali mendekati USD 3.200.
Penurunan ini terjadi setelah ETH gagal bertahan di atas trendline bullish yang berada pada USD 3.240.
Pergerakan harga Ethereum (ringkas):
- 1 hari: −3.99%
- 1 minggu: +0.09%
- 1 bulan: −10.48%
- 6 bulan: +23.74%
- Year-to-date: −4.16%
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ETH sedang bersiap untuk breakout lebih besar atau justru menuju koreksi lanjutan?
Strategi Whale dan Dampaknya pada Pasar ETH
Menurut laporan terbaru Lookonchain, seorang whale terkenal dengan nama BitcoinOG menambah posisinya hingga 85.001 ETH, setara sekitar USD 280 juta, dengan profit belum direalisasikan mencapai lebih dari USD 16 juta.
Langkah agresif ini menarik perhatian karena dilakukan di tengah sentimen pasar yang masih ragu. Biasanya, akumulasi seperti ini menjadi sinyal bahwa smart money mengantisipasi pergerakan besar.
Namun, momen ini bertepatan dengan agenda penting: rapat FOMC, yang sering memicu volatilitas tinggi.
- Dovish (rate cut) → ETH berpeluang menguat
- Hawkish → Tekanan jual bisa kembali dominan
Level Penting Ethereum Menjelang Breakout
Jika Ethereum berhasil mempertahankan area support:
- Support awal: USD 3.200
- Support berikutnya: USD 3.180 → 3.150 → 3.050
Sementara itu, resistensi utama yang harus ditembus berada di:
- USD 3.250
- USD 3.300 – 3.320
- Target bullish: USD 3.400 – 3.450 – 3.500
Secara teknikal, ETH kini berada di atas 50 EMA dan 100 EMA, namun price action menunjukkan pasar masih menunggu katalis besar sebelum melanjutkan tren naik.
Apa yang Bisa Diharapkan Trader Crypto?
Harga Bitcoin dan Ethereum saat ini berada pada fase krusial. Dari sisi teknikal, keduanya mengalami pelemahan struktural, namun dari sisi fundamental, minat institusi dan strategi whale memberi warna berbeda pada arah pasar.
Tekanan makro, termasuk kebijakan suku bunga AS, masih menjadi faktor terbesar. Namun, seperti disampaikan Cathie Wood, pasar crypto kini bereaksi lebih dewasa dan volatilitas cenderung menurun dibanding tahun-tahun awal.