
DOYANDUIT – Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini, menembus level $3.900 per ons untuk pertama kalinya.
Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan permintaan aset aman setelah pelemahan tajam mata uang yen Jepang dan ketidakpastian fiskal akibat penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat.
Pada perdagangan Senin pagi waktu Asia, harga emas spot naik 0,9% menjadi $3.922,28 per ons pada pukul 02.08 GMT, setelah sempat menyentuh rekor $3.924,39 per ons.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 1% ke level $3.947,30.
Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, menyebut kombinasi faktor politik dan ekonomi global membuat investor mencari perlindungan.
“Pelemahan yen akibat hasil pemilihan LDP Jepang membuat investor kehilangan satu instrumen aset aman, sehingga emas mengambil alih peran tersebut,” ujarnya dikutip dari Reuters.
“Shutdown pemerintahan AS yang masih berlangsung menciptakan awan ketidakpastian terhadap ekonomi AS dan potensi dampaknya terhadap PDB,” tambahnya.
Faktor Pendorong Lonjakan Harga Emas
Pelemahan Yen Jepang
Yen mengalami penurunan terbesar dalam lima bulan terhadap dolar AS setelah Sanae Takaichi, tokoh berhaluan fiskal longgar, terpilih sebagai pemimpin partai berkuasa dan calon perdana menteri berikutnya.
Penurunan yen mengurangi daya tariknya sebagai aset safe haven, sehingga investor beralih ke emas.
Ketidakpastian Fiskal Amerika Serikat
Pemerintahan Trump memperingatkan akan memulai pemutusan hubungan kerja massal terhadap pegawai federal jika negosiasi dengan Demokrat untuk mengakhiri shutdown pemerintahan tidak menunjukkan kemajuan.
Situasi ini semakin memperkuat posisi emas sebagai pelindung nilai.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Gubernur The Fed Stephen Miran kembali mendesak pemangkasan suku bunga yang agresif, merespons dampak kebijakan ekonomi pemerintahan Trump.
Lingkungan suku bunga rendah mendukung kenaikan harga emas karena menurunkan biaya peluang kepemilikan logam mulia.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada Oktober dan Desember, dengan probabilitas masing-masing 95% dan 83%.
Kinerja Emas Global: Naik Hampir 50% Sepanjang Tahun
Reli emas sepanjang 2025 berlangsung luar biasa. Harga emas telah naik 49% sejak awal tahun, melanjutkan kenaikan 27% pada 2024.
Beberapa faktor utama yang mendukung reli ini antara lain:
- Pembelian masif oleh bank sentral, memperkuat permintaan jangka panjang.
- Peningkatan investasi ETF berbasis emas, menandakan minat institusional yang tinggi.
- Pelemahan dolar AS, membuat emas lebih menarik bagi investor internasional.
- Minat investor ritel yang mencari lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ketegangan perdagangan.
Setelah menembus $3.000 per ons pada Maret dan $3.700 per ons pada pertengahan September, harga emas kini bergerak di wilayah rekor, memperlihatkan momentum bullish yang kuat.

Harga Emas Domestik Ikut Menguat
Kenaikan harga emas global juga tercermin pada pasar emas batangan domestik.
Per 6 Oktober 2025 pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam di Logam Mulia (LM) mengalami kenaikan signifikan di berbagai denominasi.
Harga Emas Logam Mulia (Per 6 Oktober 2025)
| Berat | Harga Dasar | Harga + Pajak PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.175.000 | Rp 1.177.938 |
| 1 gr | Rp 2.250.000 | Rp 2.255.625 |
| 2 gr | Rp 4.440.000 | Rp 4.451.100 |
| 3 gr | Rp 6.635.000 | Rp 6.651.588 |
| 5 gr | Rp 11.025.000 | Rp 11.052.563 |
| 10 gr | Rp 21.995.000 | Rp 22.049.988 |
| 25 gr | Rp 54.862.000 | Rp 54.999.155 |
| 50 gr | Rp 109.645.000 | Rp 109.919.113 |
| 100 gr | Rp 219.212.000 | Rp 219.760.030 |
| 250 gr | Rp 547.765.000 | Rp 549.134.413 |
| 500 gr | Rp 1.095.320.000 | Rp 1.098.058.300 |
| 1000 gr | Rp 2.190.600.000 | Rp 2.196.076.500 |
Selain harga dasar, Pegadaian juga memperbarui daftar harga emas batangan dari tiga merek utama: Galeri24, Antam, dan UBS.
Harga Emas Pegadaian (6 Oktober 2025)
| Denominasi | Galeri24 | Antam | UBS |
|---|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.180.000 | Rp 1.231.000 | Rp 1.237.000 |
| 1 gr | Rp 2.249.000 | Rp 2.356.000 | Rp 2.286.000 |
| 2 gr | Rp 4.431.000 | Rp 4.649.000 | Rp 4.537.000 |
| 3 gr | – | Rp 6.947.000 | – |
| 5 gr | Rp 10.994.000 | Rp 11.544.000 | Rp 11.212.000 |
| 10 gr | Rp 21.929.000 | Rp 23.029.000 | Rp 22.304.000 |
| 25 gr | Rp 54.687.000 | Rp 57.441.000 | Rp 55.652.000 |
| 50 gr | Rp 109.287.000 | Rp 114.799.000 | Rp 111.074.000 |
| 100 gr | Rp 218.465.000 | Rp 229.515.000 | Rp 222.059.000 |
| 250 gr | Rp 545.893.000 | Rp 573.510.000 | Rp 554.983.000 |
| 500 gr | Rp 1.091.246.000 | Rp 1.146.801.000 | Rp 1.108.657.000 |
| 1000 gr | Rp 2.182.492.000 | Rp 2.293.559.000 | – |
Perbedaan harga antar merek mencerminkan variasi biaya produksi, branding, dan likuiditas pasar masing-masing produk.
Prospek ke Depan: Emas Tetap Jadi Aset Andalan
Rekor harga emas dunia dan kenaikan harga emas batangan domestik menegaskan bahwa emas masih menjadi pilihan utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Kombinasi pelemahan yen, kebijakan fiskal AS yang belum pasti, serta potensi pelonggaran moneter The Fed menciptakan kondisi ideal bagi emas untuk mempertahankan tren bullish-nya.
Meskipun volatilitas jangka pendek tetap mungkin terjadi, prospek jangka menengah hingga panjang masih mengarah positif.