ETF Bitcoin BlackRock Resmi Meluncur! Bagaimana Cara Kerjanya dan Apa Risikonya?

26 September 2025 15:00
Bagikan :
Cara Kerja iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan Hal yang Perlu Diketahui (IBIT)

DOYANDUIT – Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah berkembang dari sekadar aset digital eksperimental menjadi instrumen keuangan yang dilirik banyak investor global.

Namun, ada satu tantangan utama: berinvestasi langsung di Bitcoin tidak selalu mudah. Investor harus mengerti cara kerja dompet digital, kunci privat, keamanan siber, hingga potensi risiko kehilangan aset jika terjadi kesalahan teknis.

Di sinilah Exchange-Traded Fund (ETF) masuk sebagai solusi. ETF memungkinkan investor membeli produk yang nilainya mengikuti harga Bitcoin, tanpa harus memegang koin itu sendiri.

Semua proses penyimpanan dan manajemen aset dilakukan oleh pengelola profesional, sementara investor cukup membeli unit ETF melalui pasar saham, sama seperti membeli saham perusahaan biasa.

Salah satu produk yang menonjol dalam kategori ini adalah iShares Bitcoin Trust (IBIT) dari BlackRock, manajer aset terbesar di dunia.

Apa Itu iShares Bitcoin Trust (IBIT)?

Menurut situs resmi BlackRock, tujuan utama IBIT adalah “merefleksikan secara umum kinerja harga Bitcoin”. Artinya, harga ETF ini bergerak mengikuti harga Bitcoin di pasar spot.

“IBIT memberikan akses kepada investor untuk mendapatkan eksposur ke Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa, menghilangkan kerumitan operasional, pajak, dan penyimpanan dari kepemilikan langsung,” tulis BlackRock dalam laman resminya.

Dengan kata lain, investor tidak perlu lagi repot mengurus dompet digital, kunci privat, atau keamanan transaksi kripto. Semua hal teknis tersebut ditangani oleh BlackRock dan pihak kustodian yang ditunjuk.

Produk ini diperdagangkan di NASDAQ, bursa saham utama di Amerika Serikat, sehingga transaksi dapat dilakukan dengan cara yang sudah familiar bagi investor pasar modal.

Informasi Penting tentang IBIT

Struktur dan Biaya

  • Biaya Manajemen: 0,25% per tahun
  • Distribusi: Tidak ada dividen atau pembayaran berkala
  • Likuiditas: IBIT dikenal sebagai salah satu produk ETF Bitcoin dengan volume perdagangan tertinggi sejak diluncurkan

Per 25 September 2025, dana kelolaan IBIT tercatat mencapai US$84,27 miliar dengan volume perdagangan rata-rata harian sekitar 39,1 juta saham. Data ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk ini.

BlackRock juga menyebut IBIT memiliki spread (selisih harga jual dan beli) yang sangat rendah, hanya 0,02%, yang artinya biaya transaksi di pasar relatif efisien.

Kelebihan dan Kekurangan IBIT

Seperti produk keuangan lain, IBIT memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dipertimbangkan.

Kelebihan

  1. Akses Mudah
    Investor bisa membeli IBIT melalui broker saham biasa tanpa harus mempelajari teknologi blockchain.
  2. Efisiensi Pajak dan Operasional
    Struktur ETF mengurangi kerumitan administrasi pajak yang sering muncul dalam transaksi kripto langsung.
  3. Likuiditas Tinggi
    Dengan volume perdagangan besar, investor bisa keluar-masuk posisi dengan cepat dan biaya rendah.

Kekurangan

  1. Volatilitas Harga
    Nilai IBIT tetap mengikuti harga Bitcoin, yang terkenal bisa naik-turun drastis dalam waktu singkat.
  2. Tidak Memegang Bitcoin Langsung
    Investor tidak benar-benar memiliki Bitcoin yang bisa dipindahkan atau digunakan di luar sistem ETF.
  3. Biaya Manajemen
    Meski kecil, biaya tahunan 0,25% tetap mengurangi nilai investasi dalam jangka panjang.

Perbedaan IBIT dan Memegang Bitcoin Langsung

Banyak investor pemula bertanya: “Kalau tujuannya ikut harga Bitcoin, kenapa tidak beli Bitcoin langsung saja?”

Jawabannya tergantung pada prioritas investor. Jika Anda ingin kontrol penuh, memegang Bitcoin langsung memberi Anda akses ke seluruh ekosistem kripto. Namun, itu berarti Anda harus bertanggung jawab penuh atas keamanan dan penyimpanan aset.

Sebaliknya, IBIT menawarkan cara yang lebih praktis dan ramah investor tradisional. Semua kerumitan teknis diserahkan kepada pengelola dana, meskipun dengan biaya manajemen tertentu.

Risiko yang Perlu Dipahami

BlackRock secara tegas menyatakan dalam prospektus bahwa:

“Berinvestasi dalam IBIT melibatkan tingkat risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan modal.”

Selain volatilitas harga, ada risiko regulasi, keamanan digital, hingga potensi peretasan. Meski BlackRock memiliki infrastruktur keamanan yang kuat, risiko dalam dunia aset digital tidak pernah sepenuhnya hilang.

Apakah Investor Indonesia Bisa Membeli IBIT?

Investor Indonesia (non-AS) dapat mengakses ETF / ETP seperti IBIT selama mereka menggunakan broker internasional yang menyediakan akses ke bursa AS. Menurut situs Interactive Brokers, klien di lebih dari 200 negara dapat berdagang saham, ETF, dan instrumen AS melalui akun mereka.

Dengan kata lain, yang menjadi kunci adalah apakah broker Anda memungkinkan akses ke pasar AS dan ETF AS. Jika broker lokal Indonesia tidak menyediakan akses tersebut, Anda perlu menggunakan broker luar negeri (global broker) yang menerima klien dari Indonesia.

Namun, meskipun teknisnya bisa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: regulasi, pajak, biaya, identitas, kurs valuta asing, dan batasan broker.

Langkah-langkah Untuk Membeli IBIT dari Indonesia

Berikut langkah umum yang bisa Anda ikuti, tentu tergantung broker dan regulasi negara masing-masing:

Langkah Penjelasan
1. Pilih broker internasional yang menerima investor Indonesia Cari broker global (misalnya Interactive Brokers, Charles Schwab, dll.) yang mengizinkan nasabah dari Indonesia untuk membuka akun dan berdagang di bursa AS.
2. Verifikasi identitas & dokumen Seperti membuka akun saham luar negeri pada umumnya, Anda perlu mengirimkan dokumen KTP, paspor, bukti alamat, dan mungkin dokumen tambahan sesuai kebijakan broker.
3. Setor dana ke akun broker Karena instrumen berada di bursa AS, Anda harus menyetor dalam mata uang asing (umumnya USD). Perhatikan kurs konversi dan biaya transfer antar bank/institusi.
4. Cari ETF dengan ticker “IBIT” Setelah akun aktif dan dana tersedia, cari ETF “IBIT” di platform trading broker Anda.
5. Beli saham IBIT Lakukan pembelian melalui platform, tentukan jumlah unit atau nominal uang. Pastikan melihat harga pasar, spread, dan biaya transaksi.
6. Pemantauan & penarikan Setelah punya posisi, Anda bisa memantau kinerja, dan ketika ingin menjual, lakukan “sell” di platform broker. Setelah hasil dijual, dana bisa ditarik kembali ke rekening lokal (jika broker dan regulasi memungkinkan).

Hambatan & Risiko yang Mungkin Dihadapi

  1. Broker Lokal Terbatas
    Banyak broker lokal Indonesia tidak menyediakan akses langsung ke bursa AS atau instrumen luar negeri seperti ETF AS. Beberapa investor mencoba broker luar negeri karena broker lokal “tidak diizinkan” melakukan perdagangan di pasar luar negeri.

  2. Biaya & Spread
    Karena transaksi melalui pasar asing, Anda akan dikenai biaya transaksi, konversi mata uang, dan spread yang mungkin lebih tinggi jika likuiditas rendah.

  3. Regulasi dan Kepatuhan Pajak
    Sebagai investor asing/non-AS, ada aturan pajak AS yang berlaku terhadap investor non-residen, serta pajak di Indonesia atas keuntungan modal (capital gains). Anda perlu memahami aturan perpajakan di kedua jurisdiksi agar tidak terkena sanksi atau denda.

  4. Persyaratan Broker terhadap Warga Non-AS
    Meski banyak broker internasional menerima klien non-AS, terkadang ada batasan tertentu (misalnya negara asal klien, jenis dokumen yang diterima, batas minimum deposit, atau produk pasar yang bisa diakses). Beberapa broker mungkin menolak klien dari negara tertentu atau memerlukan persyaratan tambahan.

  5. Fluktuasi Nilai Tukar
    Karena Anda membeli dalam USD, perubahan kurs Rupiah terhadap USD akan mempengaruhi nilai investasi Anda secara keseluruhan.

Kesimpulan

iShares Bitcoin Trust (IBIT) membuka jalan bagi investor tradisional untuk mengakses Bitcoin tanpa harus bergelut dengan teknologi blockchain secara langsung. Dengan likuiditas tinggi, biaya transaksi rendah, dan pengelolaan profesional, IBIT menawarkan solusi investasi yang lebih sederhana.

Namun, perlu diingat bahwa IBIT bukan jaminan keuntungan. Harga tetap mengikuti volatilitas Bitcoin, dan biaya tahunan meski kecil tetap memengaruhi kinerja jangka panjang.

Bagi investor Indonesia yang ingin mendapatkan eksposur ke Bitcoin melalui pasar modal global, IBIT bisa menjadi opsi menarik, asalkan risiko dan karakter produknya benar-benar dipahami sebelum berinvestasi.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050