
DOYANDUIT – Beberapa tahun terakhir, kehadiran Exchange-Traded Fund (ETF) telah menjadi katalis penting dalam mempercepat adopsi aset kripto oleh investor institusional.
ETF memungkinkan investor mendapatkan eksposur ke aset tertentu tanpa harus memilikinya secara langsung. Dalam dunia kripto, dua nama besar yang lebih dulu mencatat sejarah adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Pada Januari 2024, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot pertama. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Mei 2024, giliran ETF Ethereum spot yang mendapat lampu hijau.
Sejak saat itu, minat investor terhadap kedua produk ini melonjak. Berdasarkan data Farside Investors, ETF Bitcoin spot telah menarik lebih dari $57 miliar arus masuk bersih, sementara data dari CoinGlass menyebutkan total dana kelolaan ETF Bitcoin dan Ethereum kini mendekati $180 miliar secara global.
Langkah ini secara tidak langsung membuka jalan bagi aset kripto lainnya, termasuk XRP, untuk ikut merambah ke pasar ETF.
XRPR: ETF XRP Pertama dari REX Shares dan Osprey Funds
Pada Kamis, 18 September 2025, pasar kripto diperkirakan akan mencatat momen bersejarah: peluncuran REX-Osprey XRP ETF dengan kode XRPR.
Produk ini akan menjadi ETF pertama yang terikat langsung (spot) pada XRP di Amerika Serikat, menandai ekspansi eksposur Wall Street di luar Bitcoin dan Ethereum.
Menurut analis Bloomberg, XRPR berpotensi mendapatkan persetujuan resmi dari SEC karena memiliki struktur yang berbeda dibandingkan ETF kripto spot lainnya.
Alih-alih diajukan sebagai Exchange-Traded Product (ETP) di bawah Securities Act 1933 yang bisa memakan waktu hingga 240 hari proses peninjauan, XRPR diajukan sebagai regulated investment company di bawah Investment Act 1940.
Model ini membuat proses persetujuan bisa dipangkas menjadi sekitar 75 hari. Namun, struktur unik ini juga membawa sejumlah konsekuensi yang perlu dipahami investor.
“XRPR bukan sekadar ETF kripto biasa. Ia merupakan dana hibrida yang dikelola melalui anak perusahaan di Kepulauan Cayman,” tulis dokumen pengajuan produk tersebut.
Apa yang Membedakan XRPR dari ETF Kripto Lain?
Struktur dana XRPR dirancang agar tidak hanya memegang XRP secara langsung, tetapi juga menempatkan sebagian asetnya ke dalam produk terkait XRP lain, termasuk ETF XRP dari negara lain atau bahkan ETF non-spot.
Berdasarkan dokumen pengajuannya, 20% dana XRPR akan dipegang dalam bentuk kas atau setara kas, sementara 40% lainnya diinvestasikan pada ETF XRP lain. Sisanya akan diinvestasikan langsung dalam XRP.
Dari sisi biaya, XRPR akan membebankan manajemen fee sebesar 0,75% per tahun. Sebagai perbandingan, iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang populer di kalangan investor hanya membebankan 0,25%. Biaya yang lebih tinggi ini perlu menjadi pertimbangan karena dapat memengaruhi imbal hasil jangka panjang.
Selain biaya, struktur hybrid ini juga bisa berdampak pada perlakuan pajak dan jenis investasi yang diizinkan di dalam portofolio. Investor disarankan memahami implikasinya sebelum membeli.
Ada Tujuh ETF XRP Lain Menyusul
XRPR bukan satu-satunya produk ETF XRP yang tengah menanti restu dari SEC. Menurut laporan The Block, terdapat tujuh proposal ETF XRP lainnya yang sedang dalam antrean dan diperkirakan akan mendapat keputusan pada Oktober atau November 2025.
Hal ini berarti XRPR mungkin hanya menjadi yang pertama, bukan satu-satunya. Menunggu beberapa bulan bisa menjadi strategi bijak bagi sebagian investor, agar mereka dapat membandingkan biaya, strategi investasi, dan komposisi aset masing-masing ETF sebelum menentukan pilihan terbaik untuk portofolionya.
“Investor sebaiknya tidak terburu-buru masuk ke XRPR hanya karena menjadi yang pertama. Menunggu opsi lain bisa memberikan perspektif yang lebih baik,” tulis The Block.

Sekilas tentang REX Shares dan Osprey Funds
Peluncuran XRPR dilakukan oleh dua perusahaan yang cukup dikenal di industri ETF, yakni REX Shares dan Osprey Funds.
REX Shares sendiri telah berdiri sejak 2010 dan dikenal sebagai sponsor ETF berbasis di Amerika Serikat yang berfokus pada produk-produk tematik dan niche. Beberapa produk mereka antara lain:
- T-REX Leveraged ETFs – ETF dengan paparan leverage (pengganda) atau inverse pada aset tertentu.
- SSK | SOL + Staking ETF – ETF berfokus pada Solana dengan strategi staking untuk menghasilkan imbal tambahan.
- REX Covered Call ETFs – Dana yang menghasilkan pendapatan dari strategi covered call pada aset dasar.
- REX Growth & Income ETFs – Strategi campuran untuk pertumbuhan modal sekaligus pendapatan rutin.
- REX Bitcoin Corporate Treasury Convertible Bond ETF – ETF yang melacak perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin dalam bentuk obligasi konversi.
- MicroSectors – Produk leverage dan inverse bertema sektor ekonomi tertentu.
- REX UCITS Funds – Lini ETF berbasis regulasi UCITS untuk investor internasional.
Sementara itu, Osprey Funds dikenal sebagai manajer aset kripto yang fokus pada produk investasi alternatif, termasuk trust untuk berbagai aset digital.
Awal Baru bagi XRP di Pasar Tradisional
Kehadiran XRPR sebagai ETF XRP spot pertama di AS menandai tonggak penting bagi ekosistem XRP. Bagi sebagian investor, ini bisa menjadi cara baru dan lebih terstruktur untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP tanpa harus membeli dan menyimpannya langsung di dompet kripto.
Namun, seperti semua produk investasi, keputusan untuk membeli ETF ini perlu didasari riset yang matang. Pertimbangkan biaya, struktur dana, implikasi pajak, dan bandingkan dengan produk serupa yang mungkin akan segera hadir.
Dunia ETF kripto terus berkembang, dan langkah bijak adalah tetap memantau perkembangannya secara objektif.