
DOYANDUIT – Pasar kripto kembali gonjang-ganjing. Pada Rabu (20/8/2025), harga Ethereum (ETH) jatuh lebih dari 5 persen hingga menyentuh US$ 4.070. Angka ini hanya sedikit di atas level psikologis penting di US$ 4.000.
Bagi sebagian besar trader, level US$ 4.000 adalah garis merah. Jika bertahan, pasar bisa bernapas lega. Tapi kalau jebol, koreksi lebih dalam bisa saja terjadi.
“Penurunan ini memang menegangkan, tapi masih tergolong koreksi wajar setelah lonjakan cepat,” kata Edul Patel, CEO Mudrex, yang menilai fundamental Ethereum tetap kuat.
Hal serupa disampaikan Vikram Subburaj, CEO Giottus.com, yang menekankan bahwa penurunan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari siklus pasar.
Aksi Whale Bikin Pasar Heboh
Salah satu biang kerok turunnya harga ETH adalah aksi jual besar-besaran dari whale—sebutan untuk pemegang aset dalam jumlah jumbo.
Data on-chain mencatat beberapa dompet besar melepas Ethereum dalam jumlah mengkhawatirkan:
- Dompet berawalan 0x737 menjual sekitar 4.000 ETH.
- Dompet lain melepas hingga puluhan ribu ETH, sehingga totalnya mencapai 33.000 ETH hanya dalam sehari.
Tak heran, pasar langsung panik. Investor kecil pun ikut menjual, takut harga jatuh lebih dalam. Fenomena inilah yang dikenal sebagai panic selling.
Staking Jadi Bom Waktu
Selain ulah whale, ada faktor lain yang bikin pasar makin gelisah. Lebih dari 907.000 ETH sedang antre untuk ditarik dari sistem staking, dengan masa tunggu sekitar 15 hari.
Bayangkan jika sebagian besar ETH itu benar-benar masuk pasar dalam kondisi harga sedang rapuh. Tekanan jual bisa semakin besar dan membuat ETH makin sulit bertahan di atas US$ 4.000.
Semua Tunggu Sinyal dari Powell
Kini perhatian pasar beralih ke Jackson Hole Symposium, tempat Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan berbicara. Apa yang ia katakan bisa jadi penentu besar.
- Kalau Powell memberi sinyal pelonggaran suku bunga, pasar bisa bernapas lega. ETH mungkin bertahan, bahkan bangkit kembali.
- Tapi kalau The Fed tetap ketat, investor harus siap menghadapi kemungkinan harga turun lebih dalam, bahkan menuju US$ 3.500.
Analis independen yang dikenal sebagai The Alchemist Trader menyebut level US$ 4.000 sebagai “barikade besar” bagi ETH. Jika barikade ini jebol, arah harga bisa berubah drastis.

Persimpangan Ethereum
Ethereum saat ini seperti berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, teknologi dan adopsi jaringannya terus berkembang. Namun di sisi lain, pasar sedang diuji oleh aksi jual whale, antrean staking, dan kebijakan moneter global.
Bagi investor, situasi ini menjadi pengingat bahwa kripto selalu penuh kejutan. Volatilitas adalah bagian dari perjalanan. Pertanyaannya: apakah ETH mampu bertahan di atas US$ 4.000, atau justru bersiap menghadapi babak koreksi baru?