
DOYANDUIT – Ethereum (ETH) mencatat lonjakan harga signifikan, menembus level $4.300 pada pekan ini. Pemicunya adalah arus masuk dana ke produk ETF Ethereum yang mencapai $461 juta dalam satu hari, angka terbesar yang pernah tercatat, sekaligus melampaui inflow Bitcoin sebesar $404 juta.
Raksasa manajer aset global menjadi motor pendorong utama. BlackRock memimpin dengan pembelian senilai $250 juta, disusul Fidelity sebesar $130 juta, dan Grayscale yang menambah $60 juta. Lonjakan ini menjadi salah satu gelombang pembelian institusional terbesar untuk Ethereum sepanjang tahun 2025.
Performa ETH juga jauh mengungguli Bitcoin. Dalam sepekan terakhir, Ethereum mencatat kenaikan 25%, sementara Bitcoin hanya tumbuh 5,4% meski sempat mencapai $119.000.
Gelombang Investor Baru dan Keyakinan Pasar
Data on-chain dari Glassnode menunjukkan, selain institusi besar, pasar Ethereum juga kedatangan banyak pembeli baru. Bukan hanya trader yang mencari momentum, tapi juga investor berkomitmen atau conviction buyers, mereka yang justru menambah kepemilikan saat harga sedang tinggi.
Fenomena ini menjadi sinyal bahwa keyakinan terhadap prospek jangka panjang ETH semakin kuat. Gabungan antara dana segar dari investor baru dan kepercayaan investor lama menciptakan tekanan beli yang berpotensi membawa ETH mendekati rekor tertingginya di $4.891.
“Membeli Ethereum adalah perdagangan paling penting dalam 10 tahun ke depan,” kata analis pasar Tom Lee seperti diberitakan coincentral.com.
Pasar Derivatif Semakin Bergairah
Minat yang tinggi terhadap Ethereum juga terlihat di pasar derivatif. Data CoinGlass menunjukkan open interest kontrak berjangka ETH kini mencapai $51,61 miliar, mendekati level tertinggi tahun ini.
Indikator teknikal mendukung tren positif ini. ETH masih bergerak di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 9 hari dan 21 hari, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di 69,8, tepat di bawah batas jenuh beli. Momentum harga juga diperkuat oleh indikator MACD yang masih positif.

Sentimen Pasar Didorong Faktor Eksternal
Kenaikan harga ETH juga dipicu faktor eksternal. Wakil Ketua Federal Reserve, Michelle Bowman, menyampaikan bahwa “tiga kali pemotongan suku bunga diperlukan” untuk mendukung ekonomi.
Pernyataan ini memberi dorongan bagi aset berisiko, termasuk kripto, sehingga ETH sempat menembus $4.300 di akhir pekan.
Meski sempat ada penarikan dana sebesar $375 juta dari ETF Ethereum milik BlackRock, setara penurunan 3% dalam sehari, arus keluar tersebut hanya berlangsung singkat. Pasar kembali menguat berkat aksi beli strategis oleh perusahaan publik di AS.
Salah satu pemain besar adalah Bitmine, yang kini memegang lebih dari 830.000 ETH, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Ethereum terbesar di dunia.
Menuju Rekor Tertinggi
Saat ini, Ethereum diperdagangkan di kisaran $4.190, hanya terpaut sekitar $700 dari rekor tertinggi sepanjang masa.
Dengan arus dana institusional yang terus mengalir, minat investor baru yang meningkat, serta dukungan dari faktor makroekonomi, peluang ETH untuk mencetak rekor baru kian terbuka lebar.
Jika tren ini berlanjut, tahun 2025 bisa menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan Ethereum sebagai aset digital utama di dunia.