
DOYANDUIT – Ethereum resmi merebut kembali posisinya sebagai jaringan utama untuk stablecoin Tether (USDT), dengan total pasokan mencapai $80 miliar. Capaian ini menandai momen penting setelah sebelumnya Tron sempat mendominasi sejak awal 2025.
Menurut laporan The Block’s Data and Insights, persaingan ketat antara Ethereum dan Tron sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam preferensi pengguna bisa berdampak besar pada perpindahan likuiditas.
Kedua jaringan relatif stabil di angka $75–$80 miliar, namun langkah Ethereum yang kembali unggul mencerminkan pergeseran preferensi infrastruktur blockchain.
Faktor seperti ekosistem DeFi yang mapan, kejelasan regulasi, hingga adopsi institusional membuat Ethereum lebih dipercaya sebagai jaringan pembayaran berbasis stablecoin.
Mengapa Ethereum Kembali Unggul?
Ekosistem DeFi yang Lebih Kuat
Ethereum dikenal sebagai pusat ekosistem DeFi (decentralized finance). Aplikasi seperti Uniswap, Aave, hingga Curve telah lama beroperasi di jaringan ini dan menjadi pilihan utama bagi investor maupun institusi.
Infrastruktur yang matang memudahkan integrasi stablecoin seperti USDT dalam berbagai aktivitas keuangan, mulai dari perdagangan hingga settlement lintas negara.
Adopsi Institusional yang Semakin Luas
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak lembaga keuangan tradisional yang mulai mengintegrasikan stablecoin ke sistem pembayaran mereka. Salah satunya adalah PayPal dengan produk PayPal USD (PYUSD) yang berbasis Ethereum.
Kehadiran pemain besar dari sektor finansial tradisional menambah kepercayaan bahwa Ethereum memiliki posisi strategis sebagai jaringan pembayaran yang lebih aman dan regulatif.
Seperti dikutip dari laporan The Block (24 September 2025):
“Ethereum’s resurgence suggests that users are prioritizing the network’s established DeFi ecosystem and institutional-grade infrastructure over Tron’s lower transaction costs.”
Artinya, meski Tron unggul dalam biaya transaksi murah, pengguna cenderung lebih memilih stabilitas dan kredibilitas yang ditawarkan Ethereum.
Dinamika Persaingan Ethereum dan Tron
Tron: Biaya Murah, Pengguna Ritel
Tron memang populer karena biaya transaksinya yang rendah. Faktor ini membuat jaringan tersebut diminati pengguna ritel atau individu yang sering melakukan transfer kecil antar dompet.
Namun, keunggulan biaya murah tampaknya belum cukup kuat untuk menggeser dominasi Ethereum dalam hal adopsi institusional.
Ethereum: Jaringan dengan Efek Jangka Panjang
Ethereum kini mencatat hampir 1 juta transaksi stablecoin per hari. Angka ini bukan hanya mencerminkan kepemilikan USDT yang statis, tetapi juga menunjukkan bahwa stablecoin digunakan secara aktif untuk transaksi, pembayaran, dan settlement lintas platform.
Dominasi ini memperkuat Ethereum sebagai lapisan penyelesaian (settlement layer) bagi aplikasi finansial yang lebih kompleks.
Implikasi untuk Ekosistem Blockchain
Konsentrasi Likuiditas DeFi
Kehadiran stablecoin dalam jumlah besar di Ethereum berarti likuiditas DeFi akan semakin terkonsentrasi di jaringan ini.
Likuiditas tinggi sangat penting bagi pengembangan produk baru, termasuk instrumen keuangan terdesentralisasi maupun solusi pembayaran lintas batas.
Aktivitas Cross-Chain dan Jembatan Blockchain
Perpindahan USDT antar jaringan juga memicu aktivitas cross-chain bridge. Pertumbuhan Ethereum sebagai pusat stablecoin berpotensi mengubah strategi bursa kripto dan penyedia likuiditas dalam memilih jaringan utama.
Hal ini menciptakan efek domino terhadap interoperabilitas blockchain secara global.
Dorongan Regulasi dan Adopsi Korporasi
Dengan semakin banyak perusahaan tradisional yang memanfaatkan stablecoin, kejelasan regulasi menjadi kunci.
Ethereum, dengan sejarah panjangnya dalam menghadapi regulator, lebih siap untuk memenuhi standar kepatuhan yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan.
Hal ini berpotensi memperkuat perannya dalam ekosistem global keuangan digital.

Tren Masa Depan: Stabilitas dan Jaringan Efektif
Pergeseran dominasi stablecoin tidak hanya soal angka, tetapi juga soal arah industri ke depan. Adopsi stablecoin oleh institusi besar memberi sinyal bahwa masa depan pembayaran global akan semakin bergantung pada jaringan blockchain yang stabil, aman, dan terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.
Seperti yang dicatat The Block:
“The growing institutional adoption of stablecoins suggests that network effects and regulatory clarity will continue to be the main drivers of innovation and adoption.”
Dengan kata lain, faktor seperti efek jaringan dan kepastian regulasi akan menjadi penentu utama dalam persaingan blockchain. Ethereum, dengan posisinya yang lebih matang, tampaknya memiliki keunggulan untuk memimpin arah inovasi ini.