
DOYANDUIT – Pasar kripto kembali diguncang kabar besar dari instrumen investasi berbasis Ethereum. Pada 5 September 2025, produk spot ETF Ethereum mencatat penarikan dana bersih (net outflow) senilai $446,71 juta, menjadi salah satu yang terbesar sejak produk ini diluncurkan.
Laporan dari COINOTAG menyebutkan, penarikan terbesar datang dari BlackRock ETHA yang tercatat di NASDAQ dengan jumlah $309,88 juta.
Disusul Grayscale ETHE sebesar $51,77 juta, serta Fidelity FETH yang diperdagangkan di CBOE dengan outflow $37,77 juta. Beberapa produk lain seperti 21Shares TETH juga ikut mencatat penarikan, meskipun dalam skala lebih kecil.
“Ini adalah aksi ambil untung institusional yang cukup signifikan, dipicu oleh koreksi harga ETH dari level hampir $4.900 menjadi sekitar $4.300,” tulis COINOTAG dalam analisanya.
Dampak Terhadap Aset dan Arus Dana
Penurunan AUM dan Inflow Kumulatif
Outflow besar ini berdampak langsung pada total aset yang dikelola (AUM) oleh seluruh Ethereum spot ETF. Nilai AUM turun dari $28,58 miliar menjadi $27,64 miliar hanya dalam sepekan.
Selain itu, inflow kumulatif juga ikut tertekan. Dari sebelumnya $13,51 miliar pada akhir Agustus, kini nilainya menyusut menjadi $12,73 miliar, level terendah dalam dua minggu terakhir.
Outflow Mingguan Capai $787 Juta
Jika dihitung secara mingguan, total outflow Ethereum spot ETF mencapai $787,74 juta hingga 5 September. Angka ini membalikkan tren inflow positif pekan sebelumnya yang sempat menyentuh $1,08 miliar.
Data harian mencatat, pada 4 September saja terjadi penarikan $167,41 juta, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi besar di tanggal 5 September.
Apa yang Memicu Penarikan Dana?
Beberapa faktor utama yang memicu terjadinya arus keluar dana besar ini antara lain:
- Koreksi Harga Ethereum: ETH yang sebelumnya mendekati $4.900 terkoreksi ke sekitar $4.300.
- Aksi Ambil Untung: Investor institusional memilih merealisasikan keuntungan setelah reli panjang.
- Rebalancing Portofolio: Manajer aset besar melakukan penyesuaian alokasi dana untuk menjaga keseimbangan portofolio.
Menurut analisis pasar, meskipun koreksi ini cukup tajam, fenomena semacam ini bukanlah hal baru. ETF berbasis aset kripto sangat rentan terhadap volatilitas harga aset dasarnya.

Gambaran Besar: Apa Artinya bagi Pasar?
Meskipun angka penarikan terlihat besar, secara jangka panjang keberadaan ETF berbasis Ethereum tetap dianggap sebagai langkah penting menuju adopsi institusional kripto. Kehadiran nama besar seperti BlackRock, Fidelity, dan Grayscale menunjukkan adanya legitimasi terhadap Ethereum sebagai aset investasi.
Namun, penurunan AUM ke bawah $28 miliar bisa menjadi sinyal bahwa pasar masih berhati-hati dalam menilai valuasi saat ini. Dengan volatilitas harga ETH yang tinggi, investor institusional cenderung lebih dinamis dalam keluar-masuk pasar.
Ke depan, banyak analis memperkirakan aliran dana akan kembali stabil seiring perkembangan regulasi dan minat investor yang lebih luas terhadap produk kripto terstruktur.
Kesimpulan
Ethereum spot ETF mencatat outflow besar $446,71 juta pada 5 September 2025, dengan BlackRock ETHA sebagai penyumbang terbesar. AUM total turun ke $27,64 miliar dan inflow kumulatif menyusut ke $12,73 miliar.
Meskipun situasi ini menandakan adanya aksi ambil untung, produk ETF tetap menjadi jembatan penting bagi masuknya investor institusional ke dalam ekosistem Ethereum.