
DOYANDUIT – Harga Bitcoin hari ini, Sabtu 17 Januari 2026, tercatat berada di sekitar USD 95.224 berdasarkan data Bitstamp. Dalam 24 jam terakhir, BTC terkoreksi tipis sekitar 0,31%, namun secara mingguan masih menguat lebih dari 5%.
Secara bulanan, performa Bitcoin bahkan mencatat kenaikan dua digit, menandakan bahwa minat risiko (risk appetite) pelaku pasar mulai kembali terbentuk setelah periode konsolidasi panjang.
Kondisi likuiditas akhir pekan yang cenderung tipis membuat pergerakan harga kripto sering kali lebih tajam.
Dengan order book yang tidak terlalu tebal, dorongan beli atau jual dalam volume sedang saja bisa memicu lonjakan atau penurunan cepat. Inilah alasan mengapa Bitcoin, Ethereum, dan Solana menjadi fokus utama trader pada akhir pekan ini.
Mengapa BTC, ETH, dan SOL Menjadi Barometer Pasar
Dikutip dari Coinpedia, tiga aset ini memiliki likuiditas terdalam dan kapitalisasi pasar terbesar di industri kripto. Pergerakan harga mereka sering menjadi acuan arah bagi altcoin.
Beberapa karakter penting dari trio ini:
- Bitcoin (BTC): Penentu arah sentimen makro kripto.
- Ethereum (ETH): Indikator aktivitas ekosistem DeFi dan derivatif.
- Solana (SOL): Representasi minat spekulatif pada ekosistem berkecepatan tinggi.
Ketika ketiganya bergerak searah, biasanya pasar altcoin cenderung mengikuti, bukan memimpin.
Sinyal Pertama: Posisi Long dari Akun Besar
Data on-chain yang dilacak oleh Lookonchain menunjukkan adanya satu akun besar dengan bias 100% long, dengan eksposur terbesar di ETH, disusul BTC, lalu SOL.
Data ini bukan berarti pasar harus “menyembah whale”, tetapi informasi ini memberi gambaran bahwa pemain bermodal besar tidak sedang membangun posisi defensif.
Dalam konteks psikologi pasar:
- Posisi long besar menandakan kepercayaan terhadap potensi kenaikan.
- Tidak adanya akumulasi short besar menunjukkan tekanan jual belum dominan.
Namun, perlu diingat bahwa akun besar juga bisa melakukan lindung nilai di tempat lain atau keluar dengan cepat jika kondisi berubah.
Sinyal Kedua: Open Interest Naik, Leverage Kembali Masuk
Data dari Santiment memperlihatkan kenaikan open interest derivatif:
- Bitcoin: sekitar USD 36,5 miliar
- Ethereum: sekitar USD 17,2 miliar
- Solana: sekitar USD 3,7 miliar
Open interest yang meningkat berarti semakin banyak posisi futures yang dibuka. Artinya, leverage mulai kembali masuk ke pasar.
Efeknya bisa dua arah:
- Skenario Positif:
Jika harga spot bergerak naik, leverage akan mempercepat kenaikan karena posisi long terdorong oleh likuidasi short. - Skenario Negatif:
Jika harga melemah saat open interest tinggi, potensi likuidasi massal bisa memicu penurunan tajam dalam waktu singkat.
Menurut banyak analis, kondisi seperti ini sering melahirkan volatilitas tinggi, terutama pada akhir pekan.
Bitcoin Mendekati USD 100.000, Tapi Ada Tantangan On-Chain
Bitcoin sempat menembus area USD 97.000 pada pekan ini, level tertinggi sejak November 2025. Namun, fokus kini tertuju pada satu metrik penting: Short-Term Holder (STH) Realized Price.
NewsBTC melaporkan, analis on-chain dengan nama samaran Darkfost mengungkap bahwa rata-rata harga beli investor jangka pendek (1–3 bulan) berada di sekitar USD 102.000. Artinya, mayoritas investor baru saat ini masih berada dalam posisi rugi.
Darkfost menjelaskan bahwa ketika harga mendekati level ini, ada dua kemungkinan reaksi:
- Investor bertahan dan berharap harga menembus lebih tinggi.
- Investor menjual saat impas, menciptakan tekanan jual tambahan.
“Secara historis, harga di bawah cost basis STH sering menjadi area akumulasi yang menarik, kecuali pada fase pasar bearish yang berkepanjangan,” ungkapnya dalam analisis terbarunya.
Pandangan Glassnode: Level Kritis untuk Memulihkan Momentum
Analis Glassnode, Chris Beamish, juga menekankan pentingnya level STH realized price sebagai titik balik momentum.
Menurutnya:
- Di atas STH realized price:
Menandakan pembeli baru kembali untung, biasanya memperkuat tren naik. - Di bawah STH realized price:
Pasar masih dalam fase pemulihan dan rawan tekanan jual jangka pendek.
Beamish menilai bahwa keberhasilan Bitcoin merebut kembali area ini akan menjadi sinyal kuat bahwa tren bullish siap berlanjut menuju uji ulang level psikologis USD 100.000.
Apa yang Bisa Diharapkan Trader Akhir Pekan Ini?
Dengan kombinasi:
- Posisi long dari pemain besar
- Kenaikan open interest
- Harga mendekati cost basis investor jangka pendek
Pasar kripto saat ini berada dalam fase risk-on yang rapuh. Artinya, potensi kenaikan tetap terbuka, tetapi kesalahan posisi bisa dihukum dengan volatilitas tajam.
Beberapa skenario yang patut diperhatikan:
- Harga stabil di atas USD 95.000 saat open interest naik → peluang dorongan ke atas.
- Harga turun di bawah support dengan leverage tinggi → potensi “shakeout” dan likuidasi cepat.
Antara Optimisme dan Kewaspadaan
Melihat data on-chain dan derivatif yang saling menguatkan, pasar memang tampak mulai berani mengambil risiko lagi. Namun, sejarah kripto mengajarkan bahwa fase dengan open interest tinggi sering kali diikuti oleh pergerakan ekstrem, baik ke atas maupun ke bawah.
Investor ritel sebaiknya tidak hanya terpaku pada potensi “tembus 100 ribu”, tetapi juga memahami dinamika cost basis investor jangka pendek. Di sinilah psikologi pasar sering memainkan peran besar.
Harga Bitcoin hari ini di kisaran USD 95.000 menunjukkan pasar sedang mengumpulkan tenaga. Posisi long dari akun besar dan lonjakan open interest menandakan minat risiko kembali meningkat.
Namun, level STH realized price di sekitar USD 102.000 menjadi tembok psikologis sekaligus teknikal yang sangat penting.
Selama Bitcoin masih berada di bawah level tersebut, pasar berada di fase pemulihan dengan potensi volatilitas tinggi. Jika berhasil merebutnya kembali, peluang kelanjutan tren naik menuju enam digit akan semakin terbuka.