Harga Bitcoin Hari Ini Merosot di Bawah $90.000, ETF Tertekan, Market Maker Kewalahan

21 November 2025 10:00
Bagikan :
Grafik penurunan BTC usai koreksi pasar crypto global. (TradingView)

DOYANDUIT – Bitcoin diperdagangkan di $86.591 pada 09.06 GMT+7, menguat tipis 0,07% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat stabil secara harian, konteks yang lebih besar menunjukkan Bitcoin sedang berada dalam salah satu koreksi paling tajam sepanjang 2025.

Kinerja BTC terbaru:

  • 1 hari: +0,15%
  • 1 minggu: −12,99%
  • 1 bulan: −19,99%
  • 6 bulan: −19,60%
  • YTD: −7,15%

Fundamental pasar:

  • Market cap: $1,73 triliun
  • Fully diluted cap: $1,82 triliun
  • Volume 24 jam: $97,72 miliar
  • Volume/Market Cap: 0.044
  • ATH: $126.272
  • Suplai beredar: 19,95 juta BTC
  • Maksimum supply: 21 juta BTC

Sementara itu, total kapitalisasi pasar crypto global tercatat di angka $2,93 triliun, naik tipis 0,11%, meski masih turun dalam beberapa periode terakhir:

  • 1 minggu: −11,15%
  • 1 bulan: −18,83%
  • 6 bulan: −12,15%
  • YTD: −7,80%

Kondisi ini memperjelas bahwa penurunan Bitcoin bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari tekanan pasar lebih luas.

Koreksi Besar Bitcoin: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dalam beberapa minggu terakhir, pasar crypto kehilangan lebih dari $1 triliun nilai totalnya. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi faktor makro, likuiditas, sentimen investor, dan tekanan struktural dari produk crypto seperti ETF.

Sejumlah laporan menyebut BTC sempat jatuh dari area $121.000 sebelum crash 10 Oktober, lalu turun hingga $86.000–88.000, menjadikannya koreksi signifikan yang mencerminkan sentimen hati-hati di pasar.

Berikut rangkaian penyebab utamanya:

1. Likuiditas Market Maker Sedang “Kering”

Ketua BitMine, Tom Lee, menjelaskan bahwa crash 10 Oktober yang melikuidasi lebih dari $20 miliar dalam sehari  menjebak sejumlah market maker yang tidak siap. Ia menyebut efeknya sebagai “crippling liquidity”.

“Jika market maker punya lubang di neraca mereka, mereka harus mengurangi aktivitas trading. Mereka terpaksa mengecilkan balance sheet dan itu membuat tekanan jual berkelanjutan.”

Ia mengibaratkan market maker sebagai “bank sentral kecil” dalam ekosistem crypto. Ketika mereka lemah, pasar kehilangan pondasi likuiditasnya.

Dalam pengamatannya, periode unwind seperti ini biasanya berlangsung 6–8 minggu, sama seperti kejadian besar 2022.

2. Tekanan Makro & Sinyal The Fed

Setelah The Fed memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga belum tentu terjadi tahun ini, aset berisiko langsung terkena dampaknya. Bitcoin yang banyak diperlakukan sebagai aset “growth high-risk” ikut melemah.

Suku bunga tinggi → biaya modal naik → investor alihkan dana ke instrumen yang lebih aman.

3. Penjualan Besar dari ETF Bitcoin & Ethereum

Menurut analis JPMorgan:

  • Pada Oktober, koreksi crypto didorong oleh deleveraging trader crypto native.
  • Namun pada November, tekanan utama berasal dari investor retail non-crypto yang menjual ETF spot BTC dan ETH.

Data ETF terbaru:

  • Outflow ETF crypto bulan ini sudah $4 miliar, melampaui rekor Februari.
  • Penjualan besar ini kontras dengan pasar saham, di mana retail justru membeli sekitar $96 miliar ETF saham selama November.

Fenomena ini menunjukkan investor retail masih memisahkan keranjang risiko antara saham dan crypto meski keduanya risk-on. Jadi, aksi jual crypto ETF bukan sinyal bahwa retail sedang kabur dari aset berisiko secara keseluruhan.

4. Tekanan Support Teknis & Likuidasi Derivatif

Turunnya BTC di bawah beberapa support besar — seperti:

  • $94.000 (biaya produksi JPMorgan)
  • $90.000 (support psikologis)
  • $89.000–88.000 (zona medium-term support)

memperbesar kemungkinan likuidasi posisi long berleverage.

Likuidasi memicu penurunan → penurunan memicu likuidasi → spiral harga terbentuk.

Analisis Teknis: Level Penting Bitcoin

Potensi Peningkatan (Jika Rebound)

Jika BTC mampu kembali bergerak di atas:

  • $93.500,
  • kemudian $94.200,

maka peluang menuju $95.500, $96.500 hingga $97.000 terbuka.

Ini selaras dengan pola historis bahwa BTC sering memantul kuat dari koreksi dalam ketika volume mulai stabil.

Risiko Penurunan Lanjutan (Jika Tekanan Berlanjut)

Level support kritis yang perlu diperhatikan:

  • $90.000 — kini berubah dari support menjadi resistance
  • $88.800
  • $86.000 (support mayor dan titik downside jangka menengah)

Jika BTC turun di bawah $86.000, skenario harga menuju $75.000 tidak dapat dikesampingkan.

Sentimen Pasar: Apakah Ini Awal Bear Market Baru?

Beberapa analis menegaskan bahwa penurunan kali ini:

  • belum tentu mengindikasikan bear market jangka panjang,
  • tetapi lebih ke fase konsolidasi setelah reli panjang di paruh pertama 2025.

Hal ini diperkuat oleh:

  • likuidasi besar biasanya mendahului pembalikan tren,
  • investor institusional terlihat mulai menahan diri, bukan panic sell,
  • masa unwind market maker diperkirakan selesai dalam 2–3 minggu ke depan.

Namun, volatilitas masih akan tinggi hingga pasar menemukan keseimbangan baru.

Apa Artinya bagi Pembaca?

  • Investor jangka menengah dapat melihat fase ini sebagai peluang akumulasi bertahap.
  • Trader harian perlu berhati-hati terhadap volatilitas dan tidak menggunakan leverage berlebihan.
  • Pemula sebaiknya memperhatikan dasar analisis teknikal seperti support dan resistance.
  • Investor konservatif bisa menunggu konfirmasi breakout di atas $94.000 sebelum masuk.

BTC Masih Tertekan, Tapi Bukan tanpa Peluang

Bitcoin sedang berada di fase kritis setelah koreksi tajam yang dipicu oleh likuiditas market maker, tekanan makro, dan penjualan besar dari ETF. Meski situasi ini terlihat berat, pasar crypto memiliki pola historis yang menunjukkan pemulihan biasanya terjadi setelah fase unwind selesai.

Selama beberapa minggu mendatang, pergerakan harga Bitcoin akan sangat ditentukan oleh:

  • kemampuan bertahan di atas $86.000,
  • arah arus ETF,
  • stabilisasi likuiditas market maker,
  • dan kejelasan kebijakan suku bunga.

Dengan memahami dinamika ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terukur.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050