Harga Bitcoin Tertekan: Pembelian Institusi Kalah dari Pasokan Miner untuk Pertama Kalinya dalam 7 Bulan

3 November 2025 15:00
Bagikan :

DOYANDUIT – Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan bahwa pembelian bersih institusional kini lebih rendah dibanding jumlah Bitcoin yang ditambang setiap hari.

Bagi banyak analis, kondisi ini hanya terjadi ketika permintaan mulai melemah, dan biasanya diikuti meningkatnya tekanan jual di sektor kripto.

Menurut Charles Edwards, kepala Capriole Investments, gambaran tersebut bukan sekadar fluktuasi biasa.

“Won’t lie, this was the main metric keeping me bullish the last months while every other asset outperformed Bitcoin. Not good,” ungkapnya dalam laporan terbaru yang dibagikan di platform X.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar: institusi yang selama ini menjadi penopang utama Bitcoin mulai melambat dalam melakukan akumulasi.

Turunnya Aksi Beli Institusional: Sinyal Bearish Baru?

Dalam grafik yang dia bagikan, Edwards memperlihatkan tekanan beli dan jual dari tiga kelompok utama:

  • Para miner (penambang Bitcoin) (Merah)
  • Pembelian institusional melalui ETF spot dan instrumen sejenis (Hijau Muda)
  • Perusahaan dengan Bitcoin sebagai aset treasury (BTC Digital Asset Treasury/DAT) (Oranye)

Melalui histogram tekanan institusional yang bergeser dari hijau menjadi merah, terlihat jelas bagaimana arus masuk modal besar semakin menipis.

Menurut Edwards, titik perubahan pertama terjadi sejak 14 Agustus, ketika pembelian korporasi (BTC DAT) mulai menyusut signifikan. Sempat tertutupi oleh arus masuk ETF spot, tetapi tren berubah drastis setelah crash pasar pada 10 Oktober, yang memicu investor institusi menahan langkah pembelian.

Data terbaru menunjukkan bahwa pembelian bersih institusional kini berada di bawah total Bitcoin yang dihasilkan penambang setiap hari—untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan.

“For the first time in 7 months, net institutional buying has DROPPED below daily mined supply. Not good.” — Charles Edwards

Kenapa Ini Penting?

Dalam kondisi normal, pembelian institusi yang lebih besar dari pasokan harian sering menjadi sinyal bullish. Ketika situasinya berbalik, pasar cenderung berhati-hati karena:

  • Likuiditas berkurang
  • Tekanan jual melemahkan harga
  • Pelaku pasar ritel mengikuti sentimen negatif

Edwards juga mengingatkan bahwa ada 188 perusahaan treasury yang memegang Bitcoin dalam jumlah besar tetapi tidak memiliki model bisnis yang jelas untuk memanfaatkan aset tersebut.

Kondisi ini dapat mendorong tekanan jual lanjutan jika pasar terus bergerak turun.

Whale Ikut Bergerak: Transfer Besar ke Exchange

Selain melemahnya arus institusional, data on-chain dari Lookonchain mencatat pergerakan mencurigakan dari beberapa whale besar. Dalam 24 jam terakhir, jumlah Bitcoin bernilai miliaran dolar mulai memasuki exchange tersentralisasi.

Beberapa temuan penting:

  • Whale bertanda “BitcoinOG (1011short)” menyetor 13.000 BTC atau sekitar US$1,48 miliar ke Kraken, Binance, Coinbase, dan Hyperliquid sejak 1 Oktober.
  • Whale lain, Owen Gunden, memindahkan 3.265 BTC (US$364,5 juta) ke Kraken setelah 21 Oktober.

Biasanya, Bitcoin dalam jumlah besar hanya dikirim ke exchange jika pemiliknya berencana menjual atau melakukan likuidasi.

Pasar kini menunggu apakah transfer ini benar-benar mengarah ke aksi jual besar-besaran atau hanya sekadar redistribusi aset.

Kapitalisasi Pasar Kripto Turun US$74 Miliar dalam 24 Jam

Penurunan permintaan institusional dan pergerakan agresif whale terjadi bersamaan dengan melemahnya kapitalisasi pasar kripto global. Sudah terjadi pengurangan sekitar US$74 miliar, yang menurunkan total kapitalisasi menjadi US$3,59 triliun.

Tingkat ini mendekati support penting di US$3,56 triliun. Jika level tersebut tidak bertahan, target berikutnya adalah US$3,50 triliun, level yang banyak analis sebut sebagai sinyal bearish lanjutan.

Namun, tetap ada peluang pemulihan. Jika kondisi makro global, seperti pasar saham dan suku bunga, membaik dalam 48 jam ke depan, pasar kripto berpotensi memantul dan kembali menuju US$3,67 triliun.

 

Harga Bitcoin Bertahan, Tapi Tekanan Jual Meningkat

Harga BTC kini diperdagangkan di sekitar US$107.438, tepat di bawah zona psikologis US$108.000. Banyak trader menggunakan titik tersebut sebagai acuan untuk memutuskan apakah pasar akan bangkit atau justru melemah lebih dalam.

Dua kemungkinan skenario yang perlu diperhatikan:

Skenario bullish
Jika harga memantul dan kembali melewati US$110.000, Bitcoin dapat mengubah level tersebut menjadi support baru. Dalam kondisi itu, potensi kenaikan ke US$112.500 terbuka lebar, terutama jika permintaan institusi pulih.

Skenario bearish
Jika harga terus turun di bawah US$108.000, BTC bisa menguji US$105.000, yang berpotensi menghapus sebagian besar kenaikan beberapa hari terakhir.

Dalam pandangan editorial, tren ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi yang sensitif. Ketidakpastian makro dan menurunnya aktivitas pembelian besar membuat investor memilih langkah defensif.

Apa yang Sedang Terjadi?

Indikator Kondisi Saat Ini Dampak Pasar
Pembelian institusional Turun di bawah pasokan harian Bearish
Transfer whale ke exchange Meningkat tajam Potensi likuidasi
Kapitalisasi pasar kripto Turun US$74 miliar Tekanan jual meluas
Harga Bitcoin Bertahan di area US$108.000 Zona kritis

Ini Saatnya Waspada, Bukan Panik

Turunnya pembelian institusional di bawah pasokan harian bukan berarti Bitcoin memasuki krisis permanen. Namun, ini menjadi sinyal penting bahwa pasar sedang berhati-hati.

Seperti disampaikan Edwards, tren bisa berubah kapan saja, tetapi untuk saat ini tekanan jual terlihat lebih dominan.

Dengan memahami kondisi ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas—baik sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050