IHSG Gagal Tembus 9.000, Ditutup Menguat Tipis ke 8.975 pada 26 Januari 2026, Investor Masih Waspada Volatilitas

26 Januari 2026 18:00
Bagikan :
Grafik pergerakan IHSG hari ini 26 Januari 2026. (IDX/Tradingview)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin, 26 Januari 2026, di zona hijau dengan penguatan 24,32 poin atau 0,27 persen ke level 8.975,33. Meski sempat bergerak di atas 9.000 pada sesi intraday, indeks belum mampu mempertahankan level psikologis tersebut hingga penutupan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham hari ini mencatat:

  • 282 saham menguat
  • 448 saham melemah
  • 228 saham stagnan

Nilai transaksi mencapai Rp35,66 triliun dengan volume 51,86 miliar saham dan frekuensi 3,72 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.311 triliun, mencerminkan masih tingginya aktivitas investor meski pasar bergerak fluktuatif.

Secara teknikal, IHSG bergerak pada rentang:

  • Terendah intraday: 8.923
  • Tertinggi intraday: 9.058

Kondisi ini menunjukkan pasar masih berupaya menguji area resistance 9.000, namun tekanan jual di level tersebut cukup kuat.

Kinerja Indeks dan Sektor: Tidak Semua Hijau

Indeks Unggulan Ikut Menguat

Sejumlah indeks utama turut ditutup di zona positif, di antaranya:

  • LQ45
  • Jakarta Islamic Index (JII)
  • MNC36

LQ45 bahkan mencatat kenaikan lebih dari 1 persen, menandakan minat beli masih terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.

Sektor Penggerak dan Penekan

Pergerakan sektoral menunjukkan kontras yang cukup jelas:

Sektor Menguat:

  • Bahan baku: +4,45%
  • Transportasi dan logistik: +1,67%
  • Konsumer nonsiklikal: +0,41%

Sektor Melemah:

  • Energi: -2,39%
  • Properti: -2,00%

Penguatan sektor bahan baku mencerminkan masih solidnya sentimen terhadap komoditas, sementara sektor energi dan properti tertekan oleh aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio.

Saham Top Gainer dan Pemberat IHSG

Saham dengan Transaksi Besar

Beberapa saham mencatat nilai transaksi signifikan:

  • ANTM (Aneka Tambang): sekitar Rp2,3 triliun
  • BMS: sekitar Rp1,8 triliun
  • MDKA: ditutup menguat di area 3.850

Harga emas global yang menguat turut mendorong sentimen positif pada saham-saham berbasis logam mulia.

Saham Pemberat Utama

Di sisi lain, sejumlah saham menjadi penekan IHSG:

  • BUMI: turun lebih dari 9% dengan nilai jual sekitar Rp2,91 triliun
  • PTRO: melemah ke area 8.325
  • BMRI: terkoreksi ke 4.910
  • DEWA: turun ke sekitar 630

Pergerakan ini menunjukkan rotasi sektor masih berlangsung, seiring investor menata ulang portofolio menjelang berbagai katalis global dan domestik.

Analisis Analis: Koreksi Masih dalam Batas Wajar

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi dalam sesi Live bersama IDX Channel, menilai bahwa meski IHSG belum mampu bertahan di atas 9.000, struktur tren jangka panjang masih relatif kuat.

Menurutnya, koreksi yang terjadi saat ini belum mematahkan tren naik utama. Secara teknikal, pergerakan masih tergolong sehat dan berada dalam fase konsolidasi.

“Koreksi yang berlangsung masih dalam kategori wajar dan belum mengubah tren bullish jangka panjang. Daya tahan indeks masih cukup solid,” ujar Wafi dalam paparannya.

Ia juga menyoroti faktor valuasi. Dibandingkan indeks regional, IHSG saat ini berada pada level valuasi yang relatif mahal, sehingga wajar jika penguatan menuju level rekor baru berjalan lebih lambat.

Namun, tingginya minat investor, baik domestik maupun asing, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang tetap besar.

Menanti Katalis: Rebalancing MSCI dan Data Ekonomi

Pekan ini pasar menanti beberapa katalis penting, antara lain:

  1. Pengumuman rebalancing MSCI awal Februari
  2. Rilis laporan keuangan kuartal IV 2025
  3. Data makro global dan arah kebijakan suku bunga The Fed

Isu perubahan metodologi free float dalam perhitungan indeks MSCI menjadi salah satu perhatian utama, karena berpotensi memicu aliran dana masuk atau keluar dari saham-saham tertentu.

Volatilitas diperkirakan meningkat, sehingga investor perlu lebih selektif dalam memilih saham.

Saham PTRO dan Perbankan Big Cap dalam Sorotan

PTRO: Area Support Mulai Terbentuk

PTRO yang turun tajam dinilai sudah memasuki area jenuh jual. Secara teknikal, area 8.400–7.900 dipandang sebagai zona support, dengan potensi resistance di sekitar 10.200 jika terjadi rebound.

Pendekatan bertahap atau akumulasi bertingkat bisa menjadi strategi, tentu dengan manajemen risiko yang disiplin.

Perbankan Big Cap: Tekanan Mulai Mereda

Untuk sektor perbankan berkapitalisasi besar, tekanan di awal 2026 dinilai lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya. Aliran dana asing disebut mulai menunjukkan tanda-tanda kembali masuk, meski belum merata di semua emiten.

Secara fundamental, bank-bank besar masih ditopang kinerja yang solid dan permodalan yang kuat, sehingga tetap menarik untuk dicermati dalam jangka menengah.

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Beberapa poin penting dari perdagangan IHSG hari ini:

  • Level 9.000 masih menjadi resistance psikologis utama.
  • Sektor bahan baku dan transportasi menjadi penggerak.
  • Saham komoditas dan emas kembali menarik perhatian.
  • Volatilitas berpotensi meningkat menjelang rebalancing MSCI.

Tren Masih Positif, Waspada Volatilitas

IHSG hari ini ditutup menguat ke level 8.975,33, menandai keberhasilan bertahan di zona hijau meski gagal menembus 9.000. Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar masih ramai, dengan sektor bahan baku dan saham-saham komoditas menjadi motor penggerak.

Menurut analis KISI, koreksi yang terjadi masih dalam batas wajar dan belum mengganggu tren naik jangka panjang. Namun, valuasi yang relatif tinggi serta agenda rebalancing MSCI berpotensi memicu fluktuasi dalam waktu dekat.

Penafian (Disclaimer)

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data pasar, paparan analis, dan sumber yang dianggap tepercaya pada saat penulisan. Seluruh isi bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran langsung untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi tertentu.

Pergerakan harga saham dan indeks dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar, kebijakan regulator, serta faktor ekonomi global dan domestik. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca dengan mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, dan analisis pribadi atau konsultasi dengan penasihat keuangan berizin.

Berita Terbaru
bos paud ra kemenag
Panduan Lengkap Pengisian Dokumen Ajuan BOP RA Tahap 2 Tahun 2026 agar Cepat Diverifikasi
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah