IHSG Menguat 0,42% di Sesi I Rabu, 10 Desember 2025, Sentimen Positif Menguasai Pasar, Sektor Infrastruktur Menguat dan LQ45 Bergerak Positif

10 Desember 2025 11:00
Bagikan :
Pergerakan IHSG sesi 1 hari ini menguat 0,42%, Infrastruktur memimpin kenaikan pasar. (TradingView)

DOYANDUIT – Pergerakan IHSG hari ini menutup sesi I di level 8.693,71, naik 0,42% dibanding penutupan sebelumnya. Indeks bergerak stabil di rentang 8.668–8.720, dengan total volume transaksi 41,98 miliar saham, frekuensi 2,12 juta kali, dan nilai transaksi Rp19,18 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan:

  • 274 saham menguat
  • 428 melemah
  • 255 stagnan

Sementara itu, indeks utama lainnya turut menguat:

  • LQ45 naik 0,57% ke 852,86
  • JII naik 1,49%
  • ISSI menguat 1,16%

Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap agenda ekonomi dan potensi dorongan sentimen akhir tahun.

Sektor Infrastruktur Paling Bersinar, Energi dan Barang Baku Mengikuti

Infrastruktur Pimpin Penguatan Pasar

Sektor infrastruktur melonjak 4,95%, menjadi motor utama penguatan IHSG. Lonjakan ini dipengaruhi ekspektasi belanja modal dan proyek baru yang mendorong aktivitas bisnis.

Menyusul di belakangnya, sektor energi menguat 2,03%, sementara sektor barang baku naik 1,42%. Sektor cyclical juga mencatat kenaikan 0,96%, menambah sentimen positif pada perdagangan pagi.

Sektor Keuangan Masih Tertekan

Di sisi lain, sektor keuangan dan properti justru melemah, masing-masing turun 0,65% dan 0,43%. Tekanan jual pada saham-saham bank besar menunjukkan adanya aksi pencairan keuntungan menjelang akhir tahun.

Menurut Praksa Putrantyo, CEO Edvisor.ID, pelemahan di beberapa sektor ini bukan hal mengejutkan.

“Koreksi ini wajar karena sejumlah saham sudah naik cukup kencang sebelumnya,” ujarnya dikutip dari Market Buzz IDX Channel.

Ia juga menambahkan bahwa pada kondisi indeks tinggi seperti sekarang, investor cenderung melakukan pengamanan posisi sambil menunggu sentimen suku bunga.

Top Gainers Hari Ini Didominasi BUMI, EXCL, dan BRPT

Berdasarkan data TradingView, beberapa saham unggulan mencatat kenaikan signifikan:

  • BUMI naik 21,32% ke Rp330
  • EXCL (XL Axiata) menguat 7,56% ke Rp3.700
  • BRPT (Barito Pacific) naik 7,14% ke Rp3.750

Lonjakan ini menunjukkan minat beli kuat, terutama pada saham likuid dan saham komoditas yang sebelumnya terkoreksi.

Daftar Top Losers

  • INKP (Indah Kiat Pulp & Paper) melemah 3,66%
  • DSSA (Dian Swastatika Sentosa) turun 2,27%
  • BBTN (Bank Tabungan Negara) terkoreksi 1,77%

Koreksi ini muncul di tengah rotasi sektor dan aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

Analisis Saham Pilihan: BMRI, MAPI, KLBF, dan AMRT

BMRI — Cocok untuk Perdagangan Jangka Pendek

Praksa menilai saham mulai menunjukkan pemulihan teknikal.

Menurutnya BMRI mulai recovery, tetapi tetap lebih cocok untuk jangka pendek. Area akumulasi terbaik ada di 4.830–4.960. Target teknikal jangka pendek ada di kisaran 5.300.

MAPI — Momentum Konsumsi Akhir Tahun

Saham retail seperti (MAPI) kembali menarik setelah rilis indeks keyakinan konsumen menunjukkan kenaikan.

“Menjelang festive season, potensi peningkatan konsumsi bisa menjadi katalis positif untuk MAPI,” jelas Praksa.

Area akumulasi berada di 1.180–1.265, dengan target 1.355 dalam jangka pendek.

KLBF — Fundamental Kuat, Harga Masih Menarik

Saham (KLBF) menjadi kandidat yang dinilai undervalued karena tren kinerja keuangannya meningkat.

Menurutnya, pendapatan dan laba KLBF meningkat, sementara harga belum naik signifikan dalam dua–tiga tahun terakhir. Area akumulasi berada di 1.115–1.205 dengan target 1.245.

AMRT — Mulai Diakumulasi Setelah Koreksi

Saham retail konsumer (AMRT) sempat terkoreksi, namun kini mulai kembali diburu.

Praksa menyebutkan bahwa tekanan sebelumnya sudah diperhitungkan pasar, sehingga peluang rebound terbuka, dengan akumulasi di 1.915–1.940 dan target di 2.270.

Apakah IHSG Menuju Window Dressing?

Dengan IHSG yang kembali bergerak ke zona hijau, investor mulai bertanya apakah window dressing mulai berlangsung.

Berdasarkan pantauan analis, indikasi tersebut sudah terlihat, terutama dari saham-saham berkapitalisasi menengah yang mencatat kenaikan kuat.

Praksa memberikan pandangan hati–hati. “Indikasi window dressing memang ada, tetapi aksi profit taking menjelang libur panjang perlu diwaspadai,” katanya.

Momentum ini membuat pasar berpotensi bergerak dinamis dalam dua minggu ke depan.

 

Peluang & Risiko Pasar Hari Ini

Kategori Peluang Risiko
Sektor Infrastruktur Penguatan 4,95%, sentimen proyek Bergantung kebijakan belanja publik
Sektor Energi Rebound komoditas energi Harga komoditas global fluktuatif
Saham Retail Seasonal boost akhir tahun Risiko konsumsi melemah
Saham Big Caps Aliran dana asing stabil Potensi profit taking tinggi
IHSG Momentum positif jelang akhir tahun Overbought, sensitif sentimen eksternal

Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan pasar bergerak optimistis dengan dukungan kuat dari sektor infrastruktur dan energi. Kenaikan pada saham-saham besar dan likuid memberikan momentum positif, meski beberapa sektor lain masih tertekan aksi profit taking.

Di tengah euforia kenaikan indeks, investor tetap disarankan bersikap selektif. Memahami tren sektoral, membaca sentimen global, serta mengamati saham–saham berfundamental kuat dapat membantu kamu mengambil keputusan lebih bijaksana.

Berita Terbaru
daftar upacara di istana merdeka
Cara War 8.100 Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka: Syarat, Situs Resmi, dan Solusi Error
XAUUSD_2026-08-04_09-30-51
Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Antam Turun Rp7.000 per Gram, Galeri24 dan UBS Tetap, Buyback Melemah di Tengah Stabilnya Harga Emas Dunia
bos paud ra kemenag
Panduan Lengkap Pengisian Dokumen Ajuan BOP RA Tahap 2 Tahun 2026 agar Cepat Diverifikasi
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga